Mancaliak kegiatan songket di pakarangan tetangga Minangkabau, Dari SUARA PEMBARUAN DAILY kito baco:
Torang Sitorus Menggali Kekayaan Motif Tano Batak SP/Arnold H Sianturi Torang MT Sitorus, pelopor budaya di Tano Batak, memperlihatkan songket dengan motif ulos yang kini sedang dikembangkannya. amanya belakangan ini dikenal sebagai salah seorang pelopor pelestari budaya Tano Batak. Ia rajin mengikuti promosi pengembangan budaya melalui pameran di berbagai kota di dalam negeri. Upaya-upaya itu ia lakukan tanpa peduli sudah menghabiskan dana ratusan juta rupiah, hanya dilandasi tekad menjaga nilai budaya, sekaligus mengangkat harkat dan martabat bangsa. Pemuda itu bernama Torang MT Sitorus (31), anak bungsu dari enam bersaudara, buah hati pasangan M Marinus Sitorus (almarhum) dan Santi boru Sirait. Tano Batak, yang meliputi Tapanuli Utara (Taput), Humbang Hasundutan (Humbahas), Toba Samosir (Tobasa), dan Samosir, menurut Torang memiliki nilai budaya tinggi. Selain menjaga nilai budaya, sasaran lain yang dibidiknya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tano Batak. "Saya berharap perajin ulos dan songket di Tano Batak dapat bangkit dari keterpurukan di tengah persaingan," katanya di Tarutung, Tapanuli Utara, baru- baru ini. ... dst ... lihat Suara Pembaruan Jumat 6 Juni 2008. --- In [EMAIL PROTECTED], "Nofiardi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Tenunan Sumbar Perlu Inovasi > > > Jumat, 06 Juni 2008 > > Batusangkar, Padek-- Tenunan hasil kerajinan Pandai Sikek, Kabupaten > Tanahdatar merupakan aset yang tak ternilai harganya dan merupakan hasil > karya turun-temurun yang harus dipertahankan. "Kita harus kembangkan > terus tenunan ini. Untuk pengembangannya perlu inovasi baru sehingga > kita tidak kalah bersaing dengan hasil tenun daerah lain," > > ujar Ketua Dekranas Ny Hj Mufidah Jusuf Kalla saat meresmikan Pusat > Inovasi Pengembangan Tenun Pandai Sikek, Kabupaten Tanahdatar, kemarin. > Pada kesempatan yang dihadiri Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Sekprov > Sumbar Yohanes Dahlan dan Bupati Tanahdatar Sadiq Pasadigoe itu, Mufidah > meminta pengrajin Pandai Sikek untuk mendaftarkan hak intelektualnya > sehingga tidak dijiplak dan tidak bertengkar dikemudian hari. Selain > itu, dinas terkait juga harus mendorong agar hasil karya yang dimiliki > pengrajin itu didaftarkan. "Jika tidak didaftarkan, bisa saja hasil > karya yang kita miliki itu diakui oleh orang lain," ingat Mufidah pada > acara yang juga dihadiri unsur pemangku adat dan ninik mamak dalam > lingkungan Kecamatan X Koto, Tanahdatar. > > ... > (c) 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar === E-MAIL: > [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
