Adinda Nofrins..ambo raso labih elok disabuik "mempromosikan" dari pado manjua...Bravo utk Solok Selatan...Rainal Rais
----- Original Message ---- From: Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> To: RantauNet2 Milis <[email protected]>; MAPPAS <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Saturday, June 14, 2008 20:27:17 Subject: [EMAIL PROTECTED] Solsel "Jual" Rumah-Rumah Bersejarah di Pasar Sejarah http://www.antara-sumbar.com Padang Aro, (ANTARA) - Pemkab Solok Selatan (Solsel) Sumbar "menjual" rumah-rumah "tempo doeloe" di daerahnya di pasar wisata lokal dan nasional, karena memiliki keunikan dan bersejarah sehingga diyakini menarik minta wisatawan. Ratusan rumah-rumah bersejarah tetap terjaga di Solsel dan diperkenalkan di pasar wisata sebagai daya tarik daerah ini, kata Bupati Solsel, Syafrizal di Padang. Aneka gambar rumah-rumah tempo doeloe yang bersejarah itu kini dipamerkan pada stand Kabupaten Solsel di Pekan Budaya Sumbar 2007. Rumah-rumah itu antara lain, "Rumah gadang (rumah adat) Durian Taruang" berlokasi sekitar 500 meter dari ibukota Solsel Padang Aro. Rumah ini merupakan istana raja dan Putri Intan Juri serta rumah gadang pertama yang dibangun di Nagari Durian Tarung, ratusan tahun lalu. Hingga kini rumah gadang tersebut masih tetap berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan upacara adat dan pesta perkawinan anak keturunan Raja Intan Juri. Kemudian, rumah gadang "Datuak Rajo Disambah" 49 kilometer dari Padang Aro yang memiliki atap bagonjong lima, beranjungan satu dan merupakan rumah adat khas Sungai Pagu, Solsel. Dalam rumah ini banyak tersimpan peninggalan adat budaya bernilai tinggi yang hanya digunakan pada saat penyelenggaraan upaya adat. Selanjutnya, di daerah "1000 Rumah Gadang" sebagai perkampungan tradisional masyarakat Alam Sarambi Sungai Pagu di Nagari Koto Baru, 33 kilometer dari Padang Aro. Di perkampungan ini terdapat banyak rumah gadang sehingga dinamakan "1000 Rumah Gadang" yang tersebar di segala penjuru kawasan dengan panorama ribuan atap bagonjong yang tinggi menjulang. Rumah bersejarah lainnya, bangunan Ustano Rajo Balun di Jorong Balun, 47 kilometer dari Padang Aro yang merupakan kediaman keluarga raja adat Alam Serambi Sungai Pagu. Rumah gadang ini berbentuk istana serambi Aceh dengan posisi menghadap ke Timur dan di dalamnya menyimpan banyak peninggalan kuno seperti naskah Balun, perlengkapan penobatan raja, peralatan sekapur sirih dan peralatan makan raja. Berikutnya, Rumah Gadang 21 ruang di Nagari Abai, 40 kilometer dari Padang Aro. Rumah ini memiliki 21 ruang memanjang dengan arsitektur bagonjong dan dikenal sebagai rumah gadang terpanjang di Sumbar. Rumah ini difungsikan sebagai tempat penyelenggaraan acara adat dan kesenian batombe serta pesta perkawinan. Rumah tersebut tidak digunakan untuk tempat tinggal keluarga, tetapi bagi laki-laki yang belum mampu membuat rumah sendiri dan bisa tinggal sementara di tempat itu. Di Solsel juga terdapat rumah perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) berlokasi di Nagari Bidar Alam, 26 kilometer dari Padang Aro. Secara historis Solsel menyimpan berbagai bukti sejarah bangsa dan Nagari Bidar Alam pernah menjadi pusat PDRI tahun 1949 serta di rumah tersebut digunakan sebagai pos keamanan dan tempat sidang-sidang kabinet PDRI. Satu kilometer dari rumah itu terdapat tugu PDRI sebagai saksi sejarah perjuangan Presiden PDRI saat menyelamatkan negara Indonesia dalam keadaan darurat tahun 1949. Solsel juga memiliki bangunan masjid tua bersejarah yakni "Masjid Aso Kurang 60" di Nagari Pasir Talang, 49 kilometer dari Padang Aro. Masjid dibangun 200 tahun lalu oleh 60 orang ninik-mamak (tokoh adat). Namun dalam perjalanan pembangunannya seorang ninik mamak meninggal dan tinggal 59, sehingga di namakan "Masjid Aso Kurang 60". Masjid ini merupakan simbol masyarakat setempat karena dianggap sebagai bangunan pertama di Alam Serambi Sungai Pagu. Pada awalnya masjid ini beratap ijuk dengan empat tingkat sebagai lambang empat suku di Nagari itu. Dinding masjid dari kayu penuh ukiran bungai teratai berkombinasi dengan rebung, Mimbarnya bertingkat dan dilengkapi beduk besar. Masjid dengan ukuran 15,5 x 14 meter itu pada bagian belakang mi'raj nya terdapat makam Syech Maulana Sofi dengan ukuran 4 x 2,75 meter. ----- Lihat juga: http://www.solok-selatan.com Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
