Memang, dalam setiap bahasa ada ungkapan-ungkapan istimewa, idiom, yang tidak dapat dialih-bahasa disalah-kiprahkan begitu saja. "Aia mancua" dalam Bahasa Minangkabau sebetulnya dapat diterjemahkan dengan air terjun dalam Bahasa Indonesia. "Mancua" tidak selalu harus datang atau "mambosek" dari bawah tetapi dapat juga datang dari samping atau atas seperti halnya dengan "pancuran" atau "pincuran" di pinggir tebing dan seperti "aia mancua" itu dari atas.
Ada ungkapan Bahasa Minang "Anak nan dipancuakan" artinya anak sendiri, bukan anak orang lain atau anak angkat. Kita maklum anak itu keluarnya waktu lahir tidak dipancurkan dari bawah ke arah atas... Kalau ada istilah "pancoran" istilah lokal di Betawi seperti disebutkan itu, orang berbahasa Minangkabau dengan mudah juga dapat menyebut atau mengartikannya "pancorohan", suatu kata yang biasanya tidak enak didengar atau diartikan. Misalnya orang tidak akan senang kalau disebut "Anak pancorohan!", apalagi "Paja pancorohan!" Salam, --Nyiak Sunguik --- In [EMAIL PROTECTED], Rudi Antono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Alhamdulillah, > Pagi2 ambo lah dapek ilmu nan barago dari carito nanko. > Tarimo kasih banyak angku. > > Wassalam > > St Pamenan - Batam > > --- On Sun, 6/15/08, Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > From: Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]> > > Subject: [EMAIL PROTECTED] AIR MANCUR > > To: [email protected] > > Date: Sunday, June 15, 2008, 3:39 AM > > Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu > >  Carito nan lain lo ciek lai....... > >  > > AIR MANCUR > >  > > Aku dalam perjalanan menuju Bukit Tinggi, > > .... > > ‘Aku mengerti ketika kau menyebutkan nama dengan istilah > > yang salah kaprah itu. Kalian menyebut air terjun itu air > > mancur. Bukankah itu keliru ?’ Prapto berkomentar agak > > sedikit berlebihan. > >  > > ‘He.. he..he.. kau yakin itu salah kaprah?’ tanyaku. > >  > > ‘Ya, iyalah. Kau tentu mengerti arti kata memancur. Air > > yang menyembur ke atas. Menyembur ke atas itu yang disebut > > memancur. Masak kau tidak pernah melihat air mancur di > > depan Hotel Indonesia?’ dia semakin sok tahu. > >  > > ‘Bagaimana dengan air mata?’ aku memancing dengan > > sebuah pertanyaan. > >  > > ‘Maksudmu? Apakah air mata juga sama dengan air macur, > > begitu?’ > >  > > ‘Bukan. Apa istilahnya ketika air mata keluar? Ketika > > kita menangis?’ tanyaku lagi. > >  > > ‘Ya mengeluarkan air mata. Aku tidak mengerti > > maksudmu,’ jawabnya agak sedikit bingung > >  > > ‘Pernah mendengar istilah mencucurkan air mata?’ > > tanyaku. > >  > > ‘Ya, pernah. Mencucurkan air mata. Artinya mengeluarkan > > air mata. Artinya menangis. Apa hubungannya?’ > >  > > ‘Begini, den Mas. Mencucur itu artinya keluar dari > > suatu tempat, lalu setelah itu jatuh. Mencucurkan air mata, > > artinya mengeluarkan air dari mata dan akhirnya air mata itu > > jatuh ke bawah. Ke pipi, ke sisi hidung. Itu artinya > > mencucur. Ketika yang mengeluarkan air itu adalah mata, > > kita menyebut mencucurkan air mata. Nah, sebentar lagi kau > > akan melihat air mencucur. Air jatuh dari sela batu di atas > > bukit yang ketinggian. Dalam bahasa Minang disebut ayia > > mancucua, yang oleh karena pengucapan secara cepat berubah > > menjadi ayia mancua. Nah! Apakah kau masih menyangka kami > > sala kaprah?’ > >  > > ‘Oo. Jadi begitu ceritanya. Lalu apa bahasa Minangnya air > > mancur ?’ > >  > > ‘Air mancur sebenarnya juga bukan bahasa Indonesia yang > > benar. Yang benar adalah air memancur. Dalam bahasa Minang > > disebut ayia manyambua. Atau air menyembur dalam bahasa > > Indonesia.’ > >  > > ‘Tapi, sebentar. Bukankah orang Minang juga mengenal kata > > pancuran? Apakah ini juga seharusnya pancucuran?’ > >  > > ‘Awalan pan atau pen dalam bahasa Indonesia menunjukkan > > tempat. Akhiran an menunjukkan kejadian yang berulang atau > > berketerusan. Nah, lalu apa kata dasarnya? Pasti bukan cur. > > Cur tidak ada maknanya. Yang ada makna adalah cucur. Jadi > > yang benar, adalah pencucuran atau dalam bahasa Minang > > pancucuran. Dalam pengucapan terjadi penyederhanaan menjadi > > pancuran. Dalam bahasa Indonesiadisebut secara salah kaprah > > lagi, seperti istilahmu, pancuran. Orang Jakartamenyebutnya > > pancoran.’’ > >  > > di http://lembangalam.multiply.com dan > > www.palantalembangalam.blogspot.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
