Belum sempat Lukman menjawab usul Malik, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan
bunyi letusan di udara, dan terlihat di langit warna hijau pekat sekali
sesaat sebelum buyar ditiup angin, itu tanda pengenal dari perguruan mereka
yang menandakan ada anggota mereka yang dalam bahaya.

Melihat hal tersebut semua orang buru-buru naik ke kuda mereka dan melupakan
masalah sang tabib karena tanda bahaya yang dilepaskan itu tanda bahaya
tingkat 3 yang artinya benar-benar dalam keadaan yang berbahaya dan genting
sekali.

"Cepat, kita menuju ke Utara, sepertinya ada teman kita yang dalam bahaya,
mudah-mudahan tidak jauh dari sini," kata Lukman sambil dengan cepat
mengarahkan kudanya.

Tidak lama mereka mendengarkan suara pertempuran yang seru sekali di depan
mereka, semakin cepat mereka memacu kudanya, Lukman dan Malik segera
mendahului sampai. Terlihat suasana di sebuah lapangan pertempuran tidak
seimbang, adik kedua Lukman, Darman sedang dikeroyok tokoh kelima dan keenam
perguruan Merak Hitam yaitu Siluman Merak Rawa dan Siluman Merak Pohon, dan
yang lain 8 orang saudara seperguruan Malik sedang dikeroyok oleh 25 orang
anggota Merak Hitam. Dan terlihat 2 tubuh yang tergeletak di tanah yaitu
pengawal Rangkayo Padang Jati, Pandeka Tendangan Petir dan Pandeka Pedang
Pamuncak, mereka terlihat seperti sudah tidak bernafas dan wajah mereka
sudah berubah menjadi menghitam itu tanda mereka keracunan hebat.

Tanpa pikir panjang lagi segera Lukman menyerbu untuk membantu adiknya yang
sudah dalam keadaan payah sekali dan Malik memburu kedua pengawal tersebut
sambil mengeluarkan 2 butir obat penawar racun yang diberikan oleh tabib
itu, yang penting menyelamatkan jiwa orang yang ada di depan mata dulu, dia
melupakan bahwa mencari obat pemberian tabib itu susah sekali sekarang dia
memberikan kepada orang lain tanpa pikir panjang. Sungguh benar-benar
seorang pemuda yang mempunyai hati yang baik sekali jarang ada orang yang
seperti dia, apalagi obat itu berguna untuk orang yang paling disayanginya
tapi berhubung ada orang lain yang membutuhkan dia memberikannya.

Malik membantu menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh kedua pengawal tersebut,
sedangkan Lukman begitu terjun ke gelanggang segera mengeluarkan ilmu
andalannya yaitu Ilmu Walet Menerjang Badai.

"Darman, aku datang membantumu!"

Ketiga orang yang sedang terlibat perkelahian seru itu kaget mendengar
perkataan itu, Kedua Siluman Merak itu merasakan ada angin dahsyat yang
bergerak tajam menuju mereka, cepat Siluman Merak Rawa mengangkat kedua
tangannya untuk menangkis serangan dari Lukman. Sedangkan Siluman Merak
Pohon tetap dalam posisi menyerang Darman, tadinya mereka sudah senang
sekali sudah hampir bisa menangkap dan menyandera anak kedua dari musuh
perguruan mereka. Tapi gangguan datang terpaksa mereka membagi kekuatan,
tapi siluman Merak Pohon tetap yakin dia dapat meringkus pemuda yang jadi
lawannya.

Dengan pukulan beracun Merak Menebarkan Benih, dia melompat ke atas dengan
posisi kaki yang merapat, dia melontarkan puluhan jarum beracun kea rah
Darman, dia yakin sekali jarum itu akan mengenai pemuda lawannya. Setelah
itu dibarengi dengan kecepatan yang tinggi dia berbalik arah dan
mempersiapkan kedua tangannya membentuk mulut merak dengan ilmu Merak
Mematuk Mangsa menyerang ke arah Lukman yang sedang mendesak saudaranya itu.
Tapi yang menjadi pemikirannya bukanlah yang dikehendaki oleh sang Ilahi, di
saat keadaan Darman sedang genting, tiba-tiba dari arah belakang Darman
terlontar sebuah batu hitam berbentuk persegi panjang sebesar batu bata dan
begitu batu itu melayang ke arah jarum-jarum tersebut, semua jarum-jarum
yang tadinya bergerak menyerang Darman tiba-tiba seperti tersedot oleh batu
tersebut. Jarum-jarum itu semuanya melengket di batu hitam tanpa tersisa,
dan selamatlah Darman.

Ternyata batu hitam itu merupakan batu sembrani (magnet) yang bisa menyedot
semua benda yang terbuat dari besi. Darman menoleh ke belakangnya untuk
melihat siapa orang yang telah membantunya itu, dia melihat seseorang
bercadar dan tertutup dengan jubah besar berwarna lembayung yang indah
sekali sedang duduk di atas seekor kuda putih. Lalu orang itu menggerakan
tangannya dan batu hitam yang jatuh di tanah tersebut bergerak meluncur ke
arahnya dengan cepat sekali. Terlihat pada batu itu terlilit seuntas tali
panjang yang bisa digunakan untuk menariknya kembali kepada sang pemilik.
Dan batu hitam itu disimpan di kantong yang ada di sisi kakinya, dan dari
kantong itu dia mengeluarkan sebuah botol berbentuk seperti buah alpukat.

Dia melemparkan botol itu ke arah Darman sambil menghentakan kakinya ke
perut kuda putih itu dan kuda putih itu segera berlari cepat seperti angin
menjauhi arena perkelahian seru itu. Terdengar kata-katanya kepada
Darman,"Anak muda, kau ambilah botol ini lalu berikan kepada teman-temanmu
untuk diminum agar semua racun yang ada dalam tubuh mereka bisa bersih
segera, dan berikan juga obat ini kepada ibumu yang sedang sakit karena
keracunan. Katakan kepada saudaramu, jangan lagi mengikuti aku dengan alasan
apapun juga, di dalam botol ini ada 500 butir obat penawar racun yang bisa
kalian gunakan seandainya kalian keracunan berat nantinya. Dan kau juga
sekarang segera minum obat penawar itu, jangan sampai terlambat."

Darman menerima botol yang dilemparkan kepadanya itu, ingin dia mengucapkan
terima kasih kepada penunggang kuda putih itu tapi mereka sudah tidak
terlihat lagi seakan hanya dalam mimpi saja ada orang yang menolongnya kalau
dia tidak memegang botol obat ini. Dia mengalihkan pandangannya ke arah
pertempuran seru di depannya, dia melihat sekarang Lukman berhadapan dengan
Siluman Merak Rawa dan Malik dengan Siluman Merak Pohon, kedua pengawalnya
terlihat sedang bersila memulihkan kondisi tubuh mereka, 8 orang yang lain
sudah menjadi bulan-bulanan dari orang perguruan Merak Hitam, cepat dia
berlari ke arah pertempuran itu sambil membuka tutup botol dan mengeluarkan
1 butir obat berwarna kuning untuk ditelannya, tidak sedikitpun dia terpikir
untuk meragukan maksud orang tersebut. Karena kalau oang itu benar-benar
hendak mencelakainya tidak bakal orang itu berbicara seperti itu padanya,
berarti orang itu kenal dengan saudaranya, hanya dia belum tahu saudaranya
yang mana, setelah itu dia memasukan botol obat ke dalam bajunya. Begitu
Darman datang membantu keadaan menjadi semakin ramai, dengan
serangan-serangan gencar dan berbahaya Darman berusaha menyelamatkan
teman-temannya dari barisan perguruan Merak Hitam itu.

Bersambung....


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke