Assalamualaikum Mak Boes, dan Nanang, Da Dedy Yusmen, Da Sawir Pribadi, Mak
Bandari Labiah dan sanak sapalanta......
Atas nama keluarga Ayu yang menalpon ambo sore patang, ambo menyampaikan
salam dan terima kasih sanak di rantau yang peduli terhadap Ayu. Saat ini
berita tentang Ayu yang lulus PMDK di Poltek Unand namun terkendala biaya sudah
dimuat di HU Singgalang. Ambo juo sudah berbicara langsung dengan Bpk Firman
Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Singgalang dan Allhamdulillah beliau merespon
permohonan ini dengan baik.
Pak Zul Ilmi, juga mengucapkan banyak tarimo kasih ka Da Nanang, Mak Boes, Da
Dedy Yusmen dan Bang Sawir karena bantuannya sudah diterima oleh Ayu.
Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah dengan pahala yang berlipat ganda.
Salam
Boby Lukman
(bisuak ganok 32 tahun)
=========================================================
Aslimar Kerja Keras Wujudkan Cita-cita Ayu Laporan
Martiapri Yanti
Bukittinggi, Singgalang
Awak nio kuliah Ni, lai dapek siswa undangan ka Unand, tapi biaya ndak ado,
samantaro hari makin dakek juo untuak urusan sagalo keperluan kuliah ko. Itulah
sepenggal kata-kata yang terucap dari mulut Yulisthina atau Ayu, 19, kepada
Singgalang ketika berkunjung ke rumahnya. Dengan berurai air mata gadis manis
berkulit putih ini menyatakan keinginannya untuk melanjutkan sekolah ke
Perguruan Tinggi Negeri ternama di Kota Padang. Tapi apalah daya keadaan
ekonomi gadis ini tidak memungkinkan untuk melanjutkan ke bangku kuliah.
Ketika pertama memasuki rumah Ayu, rasa iba timbul melihat kondisi keluarga
Ayu yang amat sederhana. Dengan ramah ibu Ayu, Aslimar mempersilahkan duduk di
sudut rumah Ayu yang terbuat dari papan yang sebagian sudah lapuk dimakan waktu.
Sementara itu pada sudut ruangan itu juga terdapat kursi tamu yang sudah
lusuh. Nenek Ayu terlihat di sana.
Ayu adalah putri pertama dari lima bersaudara. Terlahir dari pasangan
Aslimar,40 berasal dari Sarojo Bukittinggi dan Zul Ilmi, 43, berasal dari Magek
Agam. Ayahnya hanya seorang tambal periuk dengan keuntungan yang tidak
seberapa. Untuk menghidupi delapan orang penghuni rumah tersebut Zul Ilmi harus
dibantu oleh sang ibu mencari tambahan untuk mengayuh ekonomi rumah tangganya
yang tinggal di Sarojo Bukittinggi.
Dari subuh ibu Ayu sudah bekerja dengan membuat kue dan mengantarkan ke
kedai-kedai. Namun kondisi ini tidak banyak membantu, karena kue tersebut
kadang habis, kadang juga banyak bersisa. Untuk itu ibu Ayu berusaha mencari
pekerjaan yang lain agar dapat menambah pengahasilan keluarga.
Apapun dilakoni sang ibu agar dapat membantu keuangan rumah tangga. Di waktu
luang ibu Ayu menyempatkan untuk menjadi buruh di sebuah pondok batubata yang
tak jauh dari rumahnya. Semua ini dilakukannya agar cita-cita anaknya terus
terwujud. Karena tingginya kemauan Ayu dan adik-adiknya bersekolah, membuat ibu
Ayu bertambah semangat untuk mencari bekerja lebih giat, begitupun dengan sang
ayah. Hal ini terbukti dengan prestasi Ayu dan adik-adiknya yang bagus di
sekolah.
Semenjak SD Ayu sudah memperlihatkan prestasinya yang bagus. Ini terbukti
rapor Ayu dari SD sampai SMK yang selalu mendapat juara. Menurut sang ibu,
ketika memasuki sekolah SMK Ayu sebenarnya lulus pada sekolah negeri. Namun
karena tidak ada biaya Ayu terpaksa masuk sekolah swasta Kosgoro yang biaya
masuknya dapat dicicil. Di SMK pun Ayu mendapat beasiswa sehingga beban orang
tuanya dapat terbantu.
“Bagageh lah ambo ka pasa mambali baju untuak si Ayu, saharago Rp15.000,-
dapek mambali baju sakola si Ayu sapasang, tapaso bantuak itu sabab duo urang
adiak si Ayu masuak sakola SD jo SMP lo waktu itu, dicari pinjaman kian kamari
ndak dapek dek mancaliak kondisi awak mode iko,” tutur sang ibu.
Pada saat sekarang ini pun, dua orang Adik Ayu tamat SD dan SMP. Sehingga
bertambah kalang kabutlah orang tua Ayu mencari tambahan agar cita-cita anaknya
tetap menjadi impian. Walaupun demikian Ayu tidak tinggal diam melihat orang
tuanya membanting tulang untuk keperluan Ayu dan adik-adiknya beserta nenek
yang juga ikut tinggal bersamanya.
“Untuak anak-anak ambo, apo sajo rela ambo karajoan asal halal, tapi sagalo
rezeki dari Nan Ciek, mudah-mudahan ado sajolah rasaki untuak si Ayu ko, ndak
tega ambo macaliak nyo bamanuang sajo tiok hari,” tutur sang ayah pula.
Ibu Ayu dari subuh sudah mulai bekerja, begitu juga dengan sang ayah, maka
dengan senang hati Ayu sudah bangun menggantikan tugas ibunya. Mulai dari
memasak sampai membereskan segala keperluan adik-adiknya bersekolah, semua itu
dikerjakan Ayu dengan senang hati. Walaupun tidak bisa membantu mencari nafkah,
namun Ayu berusaha meringankan pekerjaan ibunya agar dapat menceri tambahan
rezeki dengan tenang. Gadis yang bercita-cita jadi dosen ini, ingin
membahagiakan orang tuanya kelak dan membantu adik-adiknya agar dapat sekolah
lebih tinggi.
====================
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---