Bana, Angku Adyan. Ambo baliak ka Kamoes Bahasa Minangkabau Thaib 
St. Pamoentjak (1935) kato tu tadaftar dalam asakato LANGKANEH. 

Jadi, Kamus Lengkap Bahasa Minang yang disusun oleh Drs. Gouzali 
Saydam, Bc.TT, mambuek kato sandiri "Salingkaneh", salah eja pulo,  
sabagai kosakatanyo, manyatukan duo kato "Si" jo "Langkaneh" nan 
samistinyo duo kato tapisah "SI LANGKANEH", saroman Si Pancilok, Si 
Maliang, Si Langkisau, Si Koruptor, dsb. 

Salam,
--MakNgah
--- In [EMAIL PROTECTED], Adyan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Asssalamualaikum Mak Ngah..
> 
> Ragagaek ambo almarhum lai acok manyabuik dulu kato nan langka ko,
> tapi byunyinyo "silangkaneh" bukan salingkaneh dan pengeriannyo 
iyop
> saroman disabuik dek Yusrizal KW diateh..
> 
> -adyan
--- In [EMAIL PROTECTED], Hambo Ciek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dari Padang Ekspres tampak lo kato ganjia nan agak jarang tadanga 
di ambo. Di daerah maa kato ko biasonyo dipakai? Ambo caliak di 
Kamus M. Thaib St.Pamoentjak (1935) indak  ado kato "salingkaneh" ko 
tadaftar doh. Data baliau banyak dari daerah Agam Tuo. 
>  
> Dalam tulisan ko ado disabuik "laki-laki dia disebut raja 
salingkaneh, perempuan dihimbau ratu salingkaneh". Mungkin karano 
pengantar artikelnyo ditulih dalam Bahaso Indonesia mangko 
disalekkan kata "raja" dan "ratu" untuak membedakan "jantina" 
(gender)nyo. Tapi ambo raso kato "ratu" bukanlah Bahaso Minang, 
kok "rajo" iyo. Memang panah ambo mandanga Rajo Salingkaneh atau 
Tukang Salingkaneh. Istilah tukang ko indak bajantina, buliah padusi 
atau laki-laki. 
>  
> Salam,
> --MakNgah. 
>  
> SALINGKANEH  
> Minggu, 15 Juni 2008  
> Oleh : Yusrizal KW
> Kamus Lengkap Bahasa Minang yang disusun oleh Drs. Gouzali Saydam, 
Bc.TT, menuliskan salingkaneh memiliki arti "tukang fitnah" 
atau "tukang hasut". Kalau kita atau teman suka menghasut, 
memfitnah, menumbuhkan kebencian untuk orang lain, tentulah cocok 
gelar salingkaneh dilekatkan. Kalau berlebihan perangai "hasut" yang 
dipunyainya, laki-laki dia disebut raja salingkaneh, perempuan 
dihimbau ratu salingkaneh. Kata salingkaneh, tentu tidak mati pada 
penjabaran arti dari "fitnah" atau "hasut" semata. Mengadu domba 
orang lain agar saling benci, juga bagian dari salingkaneh. 
> Dimana-mana selalu ada salingkaneh. Mereka bergairah dalam 
hasutan. Kadang dengki muncul menyela dalam hatinya. Debar 
jantungnya berdebar cepat, memompa darah dengan hati yang kotor. 
Hidup adalah ketika seseorang tersungkur dalam hasutannya, meraung 
dalam citra buruk yang dibangunnya untuk orang yang menjadi 
targetnya. 
> Salingkaneh adalah orang yang menumbuhkan daya benci. Dia ada 
orang merana. Dia ada hati orang terluka. Kadang, seorang 
salingkaneh bermulut manis. Dia bisa mengadu dan menghasut orang 
dengan irama kata yang berisi tuba, virus amarah untuk mengembangkan 
amarah tak berhingga. Karena itu, ketika kita kena sengat 
salingkaneh, akal sehat kita pun sakit. Tak ada pikiran positif 
menghambatnya. 
>  
> ... dst.. caliak di Padang Ekspres 



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke