Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Saya benar-benar terkejut membaca berita Kompas di bawah ini, khususnya tentang
sudah ada rencana kelompok teroris untuk membom sebuah kafe di Bukit Tinggi.
Apa yang sesungguhnya mereka maui ? Islam jenis apa pula ini ?
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 71 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]
Noordin di Balik 20 Bom
Lagi, Seorang Teroris Tertangkap di Ogan Komering Ilir
Kompas, Jumat, 4 Juli 2008 | 03:00 WIB
Palembang, Kompas - Rencana operasi pengeboman yang disusun dan disiapkan oleh
jaringan kelompok Al Jamaah Al Islamiyah (JI) di Palembang, Sumatera Selatan,
terindikasi merupakan instruksi buronan teroris warga negara Malaysia, Noordin
M Top. Kelompok teroris di Palembang merupakan metamorfosis baru jaringan JI
yang tak punya struktur, ”pragmatis”, dan cenderung tidak terkomando.
Kesembilan tersangka teroris yang tertangkap di Palembang, Sumatera Selatan
(Sumsel) tiba di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok,
Jawa Barat, Kamis (3/7). Mereka diterbangkan dari Palembang dalam pengawalan
ketat ketika turun di Bandara Halim Perdanakusuma hingga Mako Brimob. Kamis
siang, Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian RI Brigadir Jenderal Pol
Abubakar Nataprawira menjelaskan kepada pers tentang penangkapan kesembilan
teroris, dan sejumlah bom yang ditemukan.
Tim Polri di Palembang mengungkapkan, tersangka teroris Omar alias Fajar alias
Taslim alias Alim alias Abu Hazam adalah warga negara Singapura yang mengaku
mempersiapkan logistik semua bom. Seluruh rencana pengeboman, menurut Omar,
atas perintah Noordin M Top.
Noordin sempat bertemu beberapa kali dengan Omar di lokasi-lokasi yang belum
diketahui. Omar juga berteman dengan Mas Slamet Kastari, tersangka teroris
warga negara Singapura, yang kini buron polisi Singapura. Kastari merupakan
pelarian dari Penjara Whitley Road, Singapura Februari 2008 yang belum
tertangkap.
Omar yang keturunan India yang pernah mengikuti pelatihan militer di kamp di
Afghanistan, pernah bertemu Osama bin Laden. Dia berlatih merakit bom dari
Azahari, yang tewas dalam penyergapan polisi di Malang, Jawa Tinur tahun 2005.
Kelompok di Palembang itu sempat merencanakan mengebom suatu tempat hiburan di
kawasan Bukit Tinggi, Sumatera Barat, pada Juli 2007 lalu. Lokasi tersebut
sempat disurvei oleh Omar dan tiga tersangka lainnya, yaitu Wahyudi, Agus, dan
Musa. Sejumlah bom yang dirakit di Palembang sudah sempat dibawa dengan bus ke
Bukit Tinggi. Namun, rencana itu dibatalkan dengan alasan yang belum diketahui.
Lokasi alternatif peledakan pun masih belum diketahui.
Pengungkapan dan panangkapan teroris oleh tim Polri kali ini merupakan yang
ketiga, atas rencana peledakan yang kemudian digagalkan. Tahun 2005 saat
penyergapan di Malang, polisi juga menemukan bom dan bahan peledak yang siap
digunakan. Tahun 2007, polisi membekuk anak buah Abu Dujana yang telah siap
dengan logistik bahan peledak.
Menurut polisi, Omar sebenarnya bermaksud membangun model baru sel JI di
Palembang. Dalam penungkapan jaringan teroris kali ini, tak lagi ditemui
struktur khusus seperti yang ditemui pada sel Abu Dujana. Sel jaringan kali ini
juga diduga menjalin hubungan dengan suatu organisasi terbuka yang bercabang di
Palembang, yaitu FAKTA (Forum Anti Gerakan Permutadan).
Bertambah satu orang
Kamis dini hari, tim polisi antiteror Mabes Polri menangkap lagi satu orang,
AMT (22), yang diduga terlibat dengan sembilan orang yang tertangkap
sebelumnya. Belum dipastikan peranan AMT dalam kelompok itu.
Polisi menduga beberapa di antara mereka terlibat upaya pembunuhan Pendeta
Joshua di Lembang, Bandung, Jawa Barat, 2006. Ada juga yang pernah terlibat
dalam pembunuhan Dago Simamora (58), guru SMP 11 Palembang, 8 Juni 2007. Belum
dapat dipastikan siapa eksekutor pembunuhan tersebut.
Kamis siang, polisi antiteror menyisir lagi tiga lokasi hunian tiga orang
tersangka di Palembang, namun tidak menemukan bom dan bahan peledak, kecuali
sejumlah kertas dan buku yang masih dipelajari.
Di tempat kejadian perkara (TKP) penemuan bom di Jalan Papera nomor 2110,
situasi sepi dan aktivitas warga seperti normal. Pagar rumah kontrakan itu
tertutup, dan diberi garis polisi.
Kondisi yang sama terlihat di Sekretariat FAKTA (Forum Anti Gerakan Pemurtadan)
di Jalan KH Balqi, Plaju, Palembang. Sekretariat FAKTA yang sekaligus berfungsi
sebagai warnet itu, dipasangi garis polisi dan dijaga beberapa polisi.
Diangkut ke Depok
Diiringi tujuh kendaraan lain, bus polisi warna abu-abu yang membawa kesembilan
tersangka teroris tiba di Mako Brimob, di Depok pukul 11.00. Sebuah bus polisi
yang khusus mengangkut tim pengawal, dua kendaraan diduga mengangkut barang
bukti.
Belasan pengawal langsung menurunkan tersangka begitu konvoi kendaraan tiba di
rumah tahanan provoost di bagian belakang Kompleks Brimob. Salah seorang
tersangka sempat terjatuh di tangga masuk rumah tahanan.
Para tersangka, berinisial A alias O alias T alias AH, HR alias K alias M alias
Y, SGD, SGC alias GG, AS, WYD alias YD alias WY, HY alias H, AZ, SA alias AR,
dan AMT alias T.
Polisi juga mengamankan 19 bom, terdiri dari 14 bom pipa dan 5 bom tupperware.
”Ditemukan juga potasium flourat, namun masih dalam penyelidikan kualitas
maupun kuantitasnya,” ujar Abubakar dalam penjelasan kepada pers di Mabes
Polri. (SF/BOY/ONI/WAD/HLN/MUK/ WER/ONG)
Top of Form
Bottom of Form
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---