Bukan saja di Rembau, tetapi Bahasa seperti Bahasa Minangkabau itu
terseber di Seluruh Negeri Sembilan. Waktu saya berkunjung ke Sri
Menanti, saya mendengarkan khutbah di Mesjid Sri Menanti seperti tidak
ubahnya kita mendengar Bahasa Melayu Minang yang lebih dihaluskan
menurut dialek daerah itu. Selesai sembahyang, saya dikerubungi orang
dengan ranah dan mereka senang sekali saya diari Bukittinggi.
Pembicaraan kita lancar dengan Bahasa Melayu Minang versi Sri Menanti.

Waktu saya jelajahi Kampung-kampung disekitar Menanti dan Kuala Pilah,
tak ubahnya saya seperti mengembara di Kampuang-kampuang di dataran
tinggi Sumatera Barat.  Di Perpustakaan Negeri Sembilan, tidak banyak
saya lihat buku-buku Minangkabau.  Barangkali jika ada pengunjung
pejabat /pribadi ke Sri Menanti, tidak ada salahnya jika membawa
buku-buku adat Minangkabau untuk disumbangkan ke perpustakaan. Waktu
saya kembali ke dua kalinya , saya sempat juga menyumbangkan beberapa
buku Minangkabau ke Perpustakaan Negeri Sembilan. Pengurus
perpustakaannya menerimanya dengan segala senang hati.

Salam,

--MakNgah

Sjamsir Sjarif


--- In [EMAIL PROTECTED], "Nofiardi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Mengintip Rembau, Budaya Daerah Beradat Acara Resmi Diawali Petatah
> Petitih Adat
> Sabtu, 05 Juli 2008
> ....
> Bahkan suku yang dipakai masyarakat Rembau dan Negeri Sembilan diambil
> dari nama-nama daerah asal mereka di Sumbar atau di bawah bekas
kerajaan
> Pagaruyung. Sebut saja suku-suku seperti Batuhampa, Silomak
(Sarilamak),
> Payobasuang, Tigobatua, Payokumbuah serta belasan suku lainnya,
namanya
> berasal dari nama daerah di Sumbar.
...
> Tentunya, hal tersebut akhirnya membuat seluruh masyarakat, baik
dewasa
> hingga anak-anak di Rembau telah sangat paham dan fasih
> berpetatah-petitih, terutama pada forum-forum resmi. Menurut Dato'
> Undang Rembau Dato'Mohammad Syarif Othman selaku Raja yang berkuasa di
> Rembau, pada setiap petatah petitih adat yang dipakaikan pada seluruh
> kegiatan tadi juga terus mengalu-alukan (mengagungkan) bahwa
Minangkabau
> adalah tanah asal masyarakat Negeri Sembilan dan Rembau.
>
> Sehingga saat ini di Rembau tidak ada yang menyangkal atau membantah
> bahwa nenek moyang mereka memiliki pertalian darah dengan Kerajaan
> Pagaruyung, dan suku mereka adalah suku dari nama-nama daerah asal
nenek
> moyang mereka berangkat tadi.
>
> "Jika ada seorang anak Rembau bersuku Batuhampa, berarti nenek
moyangnya
> dahulu berasal dari Batuhampa di Sumbar. Bahkan bahasa asli anak
Rembau
> sangat mirip dengan bahasa Minangkabau, sehingga tidak perlu terkejut
> ketika berada di Rembau saat mendengar orang bercakap (berbahasa)
> seperti di Sumbar," kata Dato' Mohd Syarif Othman. (eka ridhaldi alka)
>
> (c) 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar
>



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke