Mengintip Rembau, Budaya Daerah Beradat Acara Resmi Diawali Petatah Petitih Adat Sabtu, 05 Juli 2008
Bagi masyarakat Sumbar dan Minangkabau, penyampaian dan pemakaian petatah petitih adat biasanya hanya dilakukan pada acara adat. Bahkan yang boleh mengucapkan bahasa adat pada forum resmi tadi hanyalah ninik mamak selaku pemangku adat saja. Jauh berbeda dengan masyarakat Rembau Negeri Sembilan Malaysia. Di mana petatah petitih adat wajib disampaikan pada setiap awal kegiatan resmi masyarakat maupun pemerintah, layaknya upacara adat resmi di Minangkabau. Rasanya cukup mengherankan ketika mendengar seorang pembawa acara menguntaikan kalimat-kalimat petatah-petitih adat pada pengeras suara, ketika sebuah penyambutan tamu atau pejabat negara dalam kegiatan pemerintah. Apalagi jika dikaitkan (dihubung-hubungkan) dengan budaya Minangkabau, ternyata apa yang diuntaikan tadi sangat mirip ketika seorang ninik mamak membuka pertemuan adat. Bahkan ketika memasuki forum acara resmi, ternyata pembawa acara juga melakukan hal serupa, bahkan lebih fokus dan sangat kental nuansa adatnya. Sehingga cukup mengejutkan, karena jika selama ini paham yang tertanamkan dari kebiasaan norma adat Minangkabau hal tersebut hanya lazim dilakukan para ninik mamak. Sementara di Rembau Negeri Sembilan Malaysia hal tadi telah dijadikan kewajiban kepada masyarakat, agar dilakukan pada setiap kegiatan dengan membacakan petatah-petitih adat. Namun jika dikaji lebih mendalam, ternyata fenomena tadi bukan sebuah kebetulan dan kemiripan, karena hingga saat ini masyarakat Rembau sangat meyakini dan menanamkan dalam diri mereka bahwa nenek moyang Rembau berasal dari Minangkabau. Bahkan suku yang dipakai masyarakat Rembau dan Negeri Sembilan diambil dari nama-nama daerah asal mereka di Sumbar atau di bawah bekas kerajaan Pagaruyung. Sebut saja suku-suku seperti Batuhampa, Silomak (Sarilamak), Payobasuang, Tigobatua, Payokumbuah serta belasan suku lainnya, namanya berasal dari nama daerah di Sumbar. Hal tersebut terjadi karena nama itu dijadikan nama suku sesuai daerah asal nenek moyang mereka sebelum pergi merantau ke Semenanjung Malaysia dan menetap di daerah-daerah yang sekarang menjadi bagian kerajaan Persekutuan Negeri Sembilan Darul Khusus. Sehingga sejak ditajanya (di tetapkan) bahwa Rembau sebagai "Daerah Beradat", maka kebiasaan nenek moyang mereka yang selalu berpetatah-petitih pada setiap kegiatan resmi, selalu dilakukan hingga sekarang. Tentunya, hal tersebut akhirnya membuat seluruh masyarakat, baik dewasa hingga anak-anak di Rembau telah sangat paham dan fasih berpetatah-petitih, terutama pada forum-forum resmi. Menurut Dato' Undang Rembau Dato'Mohammad Syarif Othman selaku Raja yang berkuasa di Rembau, pada setiap petatah petitih adat yang dipakaikan pada seluruh kegiatan tadi juga terus mengalu-alukan (mengagungkan) bahwa Minangkabau adalah tanah asal masyarakat Negeri Sembilan dan Rembau. Sehingga saat ini di Rembau tidak ada yang menyangkal atau membantah bahwa nenek moyang mereka memiliki pertalian darah dengan Kerajaan Pagaruyung, dan suku mereka adalah suku dari nama-nama daerah asal nenek moyang mereka berangkat tadi. "Jika ada seorang anak Rembau bersuku Batuhampa, berarti nenek moyangnya dahulu berasal dari Batuhampa di Sumbar. Bahkan bahasa asli anak Rembau sangat mirip dengan bahasa Minangkabau, sehingga tidak perlu terkejut ketika berada di Rembau saat mendengar orang bercakap (berbahasa) seperti di Sumbar," kata Dato' Mohd Syarif Othman. (eka ridhaldi alka) (c) 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
