Title:  Minangkabau and Negri Sembilan : socio-political structure in 
Indonesia / by P.E. de Josselin de Jong 
Author:  Patrick Edward de Josselin de Jong (1922-1999) 
Year:  1980 
Edition:  3rd impr 
Publisher:  's-Gravenhage : Nijhoff 
Note:  Oorspr. uitg.: 1951
Lit. opg 
Extent:  231 p 
Illustration:  ill 
Size:  24 cm 
ISBN:  90-247-2368-X : f. 37.50 
Subject heading:  Minangkabau; Negri Sembilan; political systems; social 
organization; Malaysia; comparison; [1980]

 
Request number:  M c 647 N 
Request info:  Lendable
Available  Request        
Title:  The Minangkabau Malay of Negri Sembilan : a study of socio-cultural 
change / Diane Katherine Lewis 
Author:  Diane Katherine Lewis 
Year:  1983 
Organization:  University Microfilms International 
Publisher:  Ann Arbor, Mich. : University Microfilms International 
Note:  Fotomech. herdr. van dissertatie Ithaca, Calif. : Cornell University, 
1962 
Extent:  IX, 375 p 
Size:  21 cm 
Subject heading:  cultural change; Malayan; Minangkabau; Negeri Sembilan; 
social change; thesis

 
Request number:  M uu 1499 N 
Request info:  Lendable
Available  Request 



----- Pesan Asli ----
Dari: jamaludin mohyiddin <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 6 Juli, 2008 01:45:31
Topik: [EMAIL PROTECTED] Re: Mengintip Rembau, Budaya Daerah Beradat Acara 
Resmi Diawali Petatah Petitih Adat


Assalammu alaikum warahmatulLahhi wabaroktuh,

Saya mempunyai keyakinan bahwa telah banyak wujud tulisan tulisan dan buku buku 
(rujukan) menceritakan hal ehwal sehubungan dengan Minangkabau dan Negri 
Sembilan. Hanya baru kini saya berminat untuk memberi tumpuan yang agak 
mendalam agar pengetahuan bertambah.

Kita semua yakin hubungan dua hala Sumbar/Minangkabau dan Negri Sembilan telah 
bertambah kukuh bukan hanya setakat di peringkat diplomasi diantara kedua nya, 
tetapi juga diantara masyarakat Minangkabau dan Negri Sembilan. Hubungan dua 
hala ini mesti dipertingkatkan lagi. Kerjasama secara nyata dan substantif 
terus di perbaiki dan diperbaguskan agar kepemerataan kesejahteraan dan 
kemaslahatan di antara kedua masyarakat ini bertambah kukuh.

Keserumpunan, kejiranan dan keserantauan (KKK) sebenarnya telah dapat di lihat 
dalam perhubungan Minangkabau dan Negri Sembilan. Pimpinan politik dan 
perdagangan di kedua pihak dapat mempereratkan KKK ini dengan keberadaan 
kebijakan yang tertuang dalam hubungan dua hala antara Propinsi Sumbar dan 
Negri Sembilan. Salah satu kegunaan KKK ini ialah bermotifkan meningkat 
pemerataan kemakmuran ekonomi kerakyatan dan usaha sama membasmi kemunduran dan 
kemiskinan. Pimpinan yang bertanggungjawab di kedua negeri  mampu merintis KKK 
ini di peringkat lokal diantara Sumbar dan Negri Sembilan. Perluaskan lagi 
kebijakan kebijakan/policies memantapkan pendidikan, kebudayaan dan 
socio-economic and trade advantages diantara keduanya. 

Hubungan Minangkabau dan Negri Sembilan sudah menjadi khazanah pengetahuan 
umum. Semenanjung Tanah Melayu telah menjadi salah satu tempat tumpuan 
perantauan/ penghijrahan di Kepulauan Alam Melayu/Malay Archipelago. Ramai dari 
perantau ini akhirnya bermaustatin di Semenanjung. Satu satunya kes perantauan 
secara besar besaran yang akhirnya mampu melahirkan satu komuniti 
politik/political community berdasarkan adat adalah komuniti Minangkabau di 
wilayah Negri Sembilan. Watak politik dan adat masyarakat Negri Sembilan ini 
telah di terima oleh Melayu Semenanjung dan dilanjuti oleh politik Malaysia 
sekarang.

Boleh dikatakan satu satunya adat resam keturunan bernasabkan ibu di luar Alam 
Minangkabau ialah Negri Sembilan. Adat Perpatih Negri Sembilan yang kemudian di 
cerminkan dalam struktur poliktik dan pentadbiran Negri Sembilan dapat di 
terima oleh masyarakat Melayu di Semenanjung. Masyarakat Melayu Semenanjung 
masih memakai adat Temenggong. 

Saya masih belum pasti yang adakah adat Perpatih Negri Sembilan itu benar benar 
replikat cerminan  adat Perpatih di Alam Minangkabau. Begitu juga tentang 
sistem pentadbiran kenegerian dan kemasyarakatan Negri Sembilan yang masih 
berterusan sekarang ini. Adakah cara pentadbiran umum ini telah di ubah-suaikan 
keadaan keadaan setempat yang agak berlainan dengan tempat asalnya di Ranah. 
AdakahKenagarian  telah di tukar ganti dengan unit Luak di Negri Sembilan? 
Nampaknya, bingka struktur pentadbiran politik Negri Sembilan itu sendiri sudah 
menjadi satu supraNagari yang unggul dan tunggal yang tidak wujud di Alam dan 
adat Minang. Dan nampaknya dengan kehadiran lembaga ke-raja-an  yang di sebut 
Yang Di Pertuan Besar dan ibukota raja Sri Menanti maka sandaran kekuatan 
politik kesultanan atau ke-raja-an adat Perpatih Negri Sembilan bertambah kukuh 
hingga sekarang. Faham dan adat istiadat royalty pun di perkukuhkan secara 
politik di Negri Sembilan. Mungkin
 faham dan adat istiadat royalty ini sudah ditiadakan di Minang.
Bagi saya ketiadaan ini satu yang baik bagi Ranah manakala adanya di Negri 
Sembilan tidak menambah. Ianya satu rekaan sahaja.

Dari pengelaman sendiri semasa saya di besarkan di Negri Sembilan, adat 
Perpatih di Negri Sembilan sudah mengalamani kemorosotan dan pengaruh. Sefaham 
saya kesemua sendi dan supporting unit memberdayakan adat dan budaya adat sudah 
tidak wujud lagi. Praktik harian orang Negri Sembilan sendiri sudah banyak jauh 
dari nilai adat Perpatihnya. Nilai adat dan didikan adat yang sepatutnya mekar 
dari dalam jiwa dan hati di kalangan masyarakat Negri Sembilan tidak semekarnya 
di Tanah Minang. Adakah adat Perpatih di Negri Sembilan ini bisa di hidupkan 
semula atau di selamatkan saya tidak mampu memberi jawapan pasti. 

Pensukuan juga sudah agak jauh berbeda amalannya di Negri Sembilan. Umumnya, 
nama suku di Negri Sembilan diambil dari mana kampungnya di Ranah. Kecuali, 
kalau tidak salah saya, suku Biduanda. Sefaham saya suku Biduanda ini adalah 
hasil kacukan darah raja dengan penduduk asli, orang Sakai, Negri Sembilan. Ini 
yang diceritakan kepada saya, WaalLah hu 'alam. Kebetulan, suku saya ialah suku 
Batuhampa. Dan saya masih belum sampai di kampung Batu Hampa lagi.     

 

--- On Fri, 7/4/08, hambociek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: hambociek <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Mengintip Rembau, Budaya Daerah Beradat Acara 
Resmi Diawali Petatah Petitih Adat
To: [email protected]
Date: Friday, July 4, 2008, 9:55 PM

 



      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke