Sekali lagi tentang Minang atau Sumatera Barat Dear palanta...
Tentu topic bahasan ini sudah sering kita kupas dan bahas-tuntas, bahkan baru kemaren-kemaren perdebatan mengenai Minang atau Sumatera Barat ini didiskusikan dimailist ini. Pertanyaan ke'minang'an dan ke'sumaterabarat'an menjadi menarik bila dikaji dari sudut geografi. Disaat orang bicara Propinsi Banten, Aceh, Gorontalo, Papua ada akar yang melandasi yaitu kesukuan dalam batas wilayah. Saat ini juga berkembang penuntutan dari masyarakat eks Keresidenan Cirebon seperti Cirebon, Indramayu dan Kuningan untuk membuat Propinsi baru Propinsi Cirebon. Akarnya 'etnographis' itu. Kadang kita juga berpikir (seperti yang sudah pernah didikusikan dimalist ini sebelum-sebelumnya)untuk 'menukarkan' Sumatera Barat menjadi Minangkabau. Minangkabau berakar suku sementara Sumatera Barat berakar Geo-demografis. Minangkabau juga menjadi teo-etnik dengan falsafah 'Adat bersandi syarak, syarak bersandi kitabullah' dengan simpulan ISLAM yang bersumber dari Kitabullah sebagai pangkal dari segala hukum. Dari sinilah asal kenapa bila ada orang minang keluar dari Islam alias murtad, dicap murtad juga dari minang, keminangannya tidak lagi dianggap dan diakui, semua 'hak adat' terlepas dari si murtad itu. Kita tahu Minangkabau itu bila ditilik dari sebaran wilayah terletak terutama di daratan dengan asal tiga luhak bertambah rantau dekat (pesisir) (AA.Navis, Alam Takambang jadi Guru). Maka bila disimpulkan Minangkabau adalah orang-orang yang bersuku Minang dengan ciri Utama beragama Islam dan berasal dari Wilayah darat (Tiga luhak) di Sumatera tengah bagian barat dan sampai ke pesisir, disinilah Painan, Padang Pariaman, Tiku yang merupakan daerah Pesisir (rantau dekat) dinyatakan bagian dari wilayah Minangkabau. Maka juga rantau dekat lain seperti Kampar dulunya ternyata merupakan bagian wilayah Minangkabau pula (Dalam Alam Takambang jadi Guru nya AA Navis menjelaskan banyak tentang hal ini) Propinsi Sumatera Barat yang sebelumnya bagian dari Propinsi Sumatera Tengah merupakan kesepakatan geopolitik Pemerintahan RI, sejak (1970-an?) yang wilayahnya meliputi Minangkabau darat dan Kepulauan Mentawai. Meminangkan Mentawai artinya, meminangkan secara adat, mengagamakan secara islam dan memasukan wilayah Mentawai bagian dari wilayah 'dejure' minangkabau, yang tentu tak gampang direalisasikan. Dengan nyata, hal ini memperlihatkan tak pas bila Propinsi Sumatera Barat 'dipaksa' menjadi Propinsi Minangkabau misalkan. Wacana 'berminang-minang' di Propinsi Sumatera Barat, artinya memberikan kesempatan kepada yang bukan minang secara geografi bagi orang non minang di Sumatera Barat untuk berpikir seperti 'Ternyata kita layak menjadi Propinsi Non Sumatera Barat' di Kepulauan Andalas ini. Itulah Fenomena jawara Banten, Wong Cirebon ditanah Jawa Barat yang identik dengan Urang Sunda itu berasal untuk berpisah secara geografi meminta menjadi Propinsi sendiri-sendiri, walau belum semua terkabulkan. Selintas Angan Dedi Yusmen Jakarta --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
