sanak Mantari Sutan, baa kok lah barubah pangana ka karupuak sanjai. apo
ndak rancak ditaruihan Kacang Tujin kapatang. kalo karupuak sanjai kan
paralu pulo dulu du didatangan ahlinyo dari Kiktinggi untuk
persiapannyo. tapi kalo Kacang Tujin kan lah ado Parusahaannyo langkok
jo karyawan sarato manejernyo.
 
wassalam
Batuduang Ameh (40)
"4 Rancak 5 Lamak Bana" 


________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Mantari Sutan
Sent: Thursday, July 17, 2008 3:11 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: BANDARA TABING - Bagi Orang Pedalaman


Saya jarang ke Padang.  Maklumlah, dibesarkan di pedalaman Sumatera
Barat.  Tidak setiap tahun, saya pergi ke Padang.  Biasanya jalan ke
Padang, hanyalah ketika jalan-jalan bersama guru dan teman sekolah.
Jadi kalau suatu ketika, anda yang orang Padang melihat rombongan anak
sekolah menaikki mobil PO Amanah dengan segala atribut ketercengangan
melihat kota.  Saya mungkin salah satu orang yang anda lihat atau bahkan
mungkin dikomentari sedikit miring.  Pernah juga ke Padang untuk
keperluan lain bersama orang tua.  Tapi itu sangat jarang.  Karena orang
tua saya ke Padang, biasanya untuk urusan kantor.  Sampai tahun 1990,
juga tidak ada kerabat dekat kami yang tinggal ke Padang.  Sampai salah
seorang etek saya tinggal dan bekerja di Padang.

Nama pelabuhan udara Tabing tentu sudah saya kenal sedari belajar IPS
dulu di sekolah dasar.  Bersamaan dengan nama-nama Blang Bintang,
Polonia, Kemayoran, Telang Betutu dan seterusnya.  Ketika itu, nama
bandara belum popular.  Kita masih menyebutnya Pelabuhan Udara ketika
itu.  Sebagai teman untuk Teluk Bayur, yang kita sebuat pelabuhan laut.

Ketika melewati jalan raya sepanjang bandara Tabing, biasanya kami akan
berteriak-teriak.  Memandang takzim ke pelabuhan udara tersebut.
Apalagi kalau di bandaranya terlihat ada pesawat yang parkir di landasan
parkir.  Ketika berada di Muaro (ini tempat paforit kunjungan kami orang
daerah, kalau ke Padang) dan melihat pesawat yang hendak landing atau
baru saja take off, hati ini sungguhlah senang.  Pemandangan ini tidak
akan kami temui di daerah pedalaman.  Kalau pun bisa melihat pesawat di
angkasa, hanylah sebuah titik kecil dan deru mesin yang terdengar sayup.

Mencoba bandara tabing dengan menaiki pesawat pertama kali saya coba
adalah di tahun 2001.  Ketika pulang kampung menggunakan gaji pertama.
Dan sungguh, sebuah pengalaman yang mengharukan.  Naiknya garuda pula.
Ayah saya sampai menyalami setiap orang yang ia kenal di ruang tunggu
pesawat, ketika menghantarkan saya.  Masa itu, masuk ruang tunggu
keberangkatan bagi non penumpang bandara tabing dimungkinkan.  Ada
karcis yang dijual untuk itu.

Sekarang Bandara Tabing sudah tidak digunakan lagi untuk penerbangan
sipil.  Kecuali ketika sebuah maskapai swasta salah landing.  Pesawat
militer saya rasa juga tidak sering-sering amat mendarat dan take off di
bandara tabing.  Bukan apa-apa, setahu di Lanud Tabing tidak ada
skuadron udara khusus yang mangkal disana.  Jadi sah-sah saja jikalau
bandara Tabing dialihfungsikan.  Tersera digunakan untuk kepentingan
apa.  Sepanjang bermanfaat dan bisa mengembangkan ekonomi masyarakat.
Pangkalan udara kita pindahkan ke Katapiang.  Bandara Adi Sutjipto,
selain untuk kepentingan penerbangan sipil, juga digunakan oleh sekolah
penerbang TNI AU dan para karbol AAU.  Bandara Djuanda juga begitu,
pelabuhan ini sekaligus berfungsi sebagai Pangkalan Udara TNI AL dan
Angkatan Udara.

Mungkin Kawasan Bandara Tabiang bisa kita jadikan kawasan industri
terpadu karupuak sanjai.  Dimana berjejer banyak pabrik dan gudang
Karupuak Sanjai disana.  Di pintu masuknya terlihat berdiri megah gedung
dengan plang nama Tabing-Karupuak Sanjai Institute.



 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Mantari Sutan
    • ... Madahar (madahar)
    • ... ridhas
      • ... Nofiardi
        • ... Riri Chaidir
        • ... hanifah daman
          • ... Nofend St. Mudo
    • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... Mantari Sutan

Kirim email ke