Saya di Padang 1993-2002. Ikut merasai naik pesawat dari bandara tabiang 
baru tahun 2002. Masa2 sebelum 2002, ke bandara tabiang hanya kalau ada 
saudara yang berangkat atau turun di bandara tabiang, biasanya mereka 
merantau di jakarta.

Satu kenangan yang tetap lekat di memori saya tentang bandara ini pada 
saat itu adalah:

-->Masyarakat bandara ini lebih maju dari kota padangnya sendiri.

Di kota padang, para remaja putri masih 'biasa-biasa' saja dalam 
berpenampilan, tapi di bandara tabiang agak lebih 'maju'....rambut di-cat, 
baju lebih 'berani' dan tanpa risih...fasih berbahasa indonesia 
raya...sedangkan ibu2 mereka pakai kacamata hitam, kalung emas melingkar2 
dan bermake-up tebal. 
dan para porter biasa bergerombol menatap pemandangan ini....
(Kalau bapak2nya baru mulai berbahasa indonesia sesampai soekarno hatta. 
Baru berdecit ban pesawat mendarat langsung nyalain hp dan bahasa 
indonesia logat minang pun keluar...)

Sehingga, kalau di kota padang saya merasa jadi warga biasa...sedangkan di 
bandara tabiang selalu merasa 'culun'...merasa ketinggalan zaman..hehe..

Ternyata, setelah 5 tahun hidup di jakarta...fenomena nya pun 
mirip2....masyarakat bandara juga lebih maju....hehe...tidak aneh lagi 
sekarang melihat pasangan2 yang peluk2an di bandara soekarno 
hatta...cium-cium pipi....mungkin karena akan berpisah, 
barangkali...banyak juga perempuan2 bercelana pendek berbaju minim 
digandeng bule...tanpa risih.
Porternya pun sama...sama2 bergerombol menatap pemandangan tsb.

Mungkin di bandara, manusia lebih permisif.





Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
07/17/2008 03:11 PM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
[EMAIL PROTECTED] Re: BANDARA TABING - Bagi Orang Pedalaman






Saya jarang ke Padang.  Maklumlah, dibesarkan di pedalaman Sumatera Barat. 
 Tidak setiap tahun, saya pergi ke Padang.  Biasanya jalan ke Padang, 
hanyalah ketika jalan-jalan bersama guru dan teman sekolah.  Jadi kalau 
suatu ketika, anda yang orang Padang melihat rombongan anak sekolah 
menaikki mobil PO Amanah dengan segala atribut ketercengangan melihat 
kota.  Saya mungkin salah satu orang yang anda lihat atau bahkan mungkin 
dikomentari sedikit miring.  Pernah juga ke Padang untuk keperluan lain 
bersama orang tua.  Tapi itu sangat jarang.  Karena orang tua saya ke 
Padang, biasanya untuk urusan kantor.  Sampai tahun 1990, juga tidak ada 
kerabat dekat kami yang tinggal ke Padang.  Sampai salah seorang etek saya 
tinggal dan bekerja di Padang.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Mantari Sutan
    • ... Madahar (madahar)
    • ... ridhas
      • ... Nofiardi
        • ... Riri Chaidir
        • ... hanifah daman
          • ... Nofend St. Mudo
    • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... Mantari Sutan

Kirim email ke