Nan tadi penelitian ilmiah, raso makan lamang kanji. Nan iko laporan populer,
cando mandaruak karupuak Palembang. Piliah nan ma nan katuju....
Suryadi
==
>Minggu, 4 Februari 2001
Musik Berdentam-dentam di Padang...
Kompas/yurnaldi YA, musik berdentam-dentam di Kota Padang, ibu kota Provinsi
Sumatera Barat. Angkutan-angkutan umum di kota itu dari yang berupa "minibus",
Kijang, sampai taksi, hampir semuanya melengkapi diri dengan sound system yang
menghasilkan suara musik berdentam-dentam, menggedor-gedor gendang telinga
bahkan dada. Dari jarak 50 meter, kadang sudah terdengar suara musik dari
kendaraan umum yang disebut angkot alias angkutan kota itu. Saat bertandang di
kediaman seorang dosen di dekat kompleks Kampus Air Tawar misalnya, percakapan
di ruang tamu dari rumah yang berdekatan dengan jalan itu terpaksa dihentikan
tatkala ada angkot lewat. Soalnya, suara musik dari angkot cukup keras
menenggelamkan suara apa saja.
"Angkutan kota yang tidak memiliki hiburan (musik), pendapatannya bisa
berkurang sekitar 30-40 persen per hari," kata Anto, seorang sopir angkot. Hal
itu dibenarkan para sopir angkutan kota yang lain, termasuk sopir bus kota.
Kalau tak ada musiknya, penumpang akan segan naik.
Maka kalau Anda berkunjung ke Kota Padang, barangkali Anda akan merasakan
pengalaman ini: di tengah terik Matahari siang, Anda naik minibus yang tentu
tidak ber-AC, kapasitas yang idealnya sekitar delapan penumpang dijejali sampai
15 orang, sebagian penumpang merokok dengan asap mengepul-ngepul memenuhi kabin
kendaraan, sementara suara musik berdentum-dentum keras. Kalau memakai bahasa
pelawak Timbul barangkali akan disebut: "Panas tenan..."
ITULAH gejala paling mutakhir dari kota seluas 695,03 kilometer persegi dengan
penduduk sekitar 725.000 jiwa ini. Maraknya penggunaan sound system dengan
suara menggelegar itu berlangsung sekitar setengah tahun terakhir ini,
beriringan dengan makin ramainya penjualan CD/VCD di pinggir-pinggir jalan di
pusat-pusat keramaian di Padang.
Para pedagang CD/VCD di Kota Padang tidak begitu saja menggelar dagangannya,
melainkan juga melengkapi diri dengan sound system menggetarkan, dipantulkan
dari dua sampai tiga kotak loudspeaker. Selain itu, mereka juga memasang
televisi berikut CD/VCD player. Sungguh pemandangan biasa bila tengah berjalan
di emperan toko-toko di pasar di Kota Padang, Anda menjumpai layar monitor
televisi tengah memainkan pertunjukan pemusik Bon Jovi dari VCD, diiringi suara
menggelegar dari sound system. Saat di panggung pertunjukan Bon Jovi diledakkan
kembang api, suara dari pengeras suara juga berdentum-dentum memekakkan
telinga. Padahal, jarak antara satu pedagang dengan pedagang lain juga tak
berjauhan. Jadilah, suasana pasar seperti "pasar malam"...
Pedagang-pedagang ini umumnya menggelar dagangannya dari pukul 09.00 sampai
22.00. Mereka menyetel keras-keras dari lagu-lagu Barat, pop Indonesia, pop
Malaysia, sampai lagu Minang sendiri. Di beberapa tempat, sejumlah anak muda
kadang "numpang" berjoget.
"Berjualan CD/VCD hasilnya lumayan. Sehari sedikitnya terjual 10 keping.
Masyarakat Padang sejak lima bulan terakhir mulai demam CD/VCD," kata Son,
pedagang CD/VCD di depan Koppas Plaza-salah satu pusat keramaian Padang.
Pedagang lain menyatakan hal serupa, yakni bisa menjual sekitar 10 keping
CD/VCD itu setiap harinya. Sementara modal untuk berdagang seperti ini, kata
mereka sekitar Rp 4-5 juta (tentu tidak termasuk sound system yang mereka usung
di pinggir jalan itu). Para pedagang ini menghimpun diri dalam organisasi
Persatuan Pedagang Kaki Lima CD/VCD. Mereka sepakat untuk tidak saling
menjatuhkan.. Standar harga CD/VCD termurah Rp 10.000/keping. CD/ VCD lagu-lagu
Minang mendapat tempat khusus. Harganya bisa mencapai Rp 20.000/keping.
"Kami ingin menjadikan lagu-lagu Minang sebagai tuan rumah di negeri sendiri.
Bila orang ingin tahu perkembangan musik Minang dewasa ini, CD/VCD-nya hanya
bisa didapat di Padang. Cara ini dilakukan untuk menghindari pembajakan," kata
Mulyadi, juru kamera di FH Entertainment yang memproduksi sejumlah CD/VCD
lagu-lagu Minang, sekaligus menggelar produk itu di kaki lima kawasan Jalam
Imam Bonjol.
BEGITULAH, kegiatan itu menjadi industri. Para pemilik angkutan umum harus
berinvestasi sekitar Rp 2-3 juta untuk melengkapi kendaraannya dengan sound
system. "Tanpa musik sama dengan tanpa penumpang. Dengan investasi sebesar itu,
hasilnya bisa berlipat ganda dan dalam jangka panjang," ungkap Syofyan, sopir
angkot jurusan Pasar Raya-Labor.
Urutan berikut dari industri itu adalah usaha pembuatan kotak loudspeaker.
Hafrizon, salah seorang pembuat kotak loudspeaker terkenal di Padang mengatakan
ia tak habis-habisnya menerima pesanan. Dari tempat usahanya yang berukuran 2x4
meter di pertokoan blok A, Pasar Raya Padang, itulah sebagian besar kotak-kotak
loudspeaker angkot kota di Padang berasal.
Sedangkan dari pihak penumpang, seperti Adelia, mahasiswi Universitas Bung
Hatta, inilah yang ia katakan, "Naik bus dengan raung musiknya kadang membawa
kita ke suasana diskotek atau kafe musik yang keberadaannya di Padang masih
ditabukan karena mengundang maksiat."
Maka, suara-suara dari pedagang kaki lima sampai angkutan kota itulah "disko
jalanan" ala Kota Padang... (Yurnaldi)
***
***
---------
Rabu, 23 Juli 2008 | 04:37 WIB
APARAT terkait di Padang, Ibukota Provinsi Sumatera Barat, kabarnya lagi
paniang (pening). Bukan karena korupsi atau kemaksiatan yang menjadi topik
utama permasalahan umum kota di Indonesia namun karena ulah angkutan kota
alias angkot.
Pemerintah setempat dibuat repot dengan angkot yang kabarnya menganggu
kenyamanan sebagian masyarakat di sana.
Angkot di Padang seperti sejumlah kota lainnya di Indonesia juga ikut
"Merajai Jalanan". Namun bukan itu saja permasalahannya, ternyata angkot di
Padang jauh lebih "gaul" lagi.
Selain karena angkotnya yang dicat warna-warni plus aksesoris juga karena
volume musik dari dalam angkot yang menggelegar menyerupai volume musik
diskotek.
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---