Gempa Lagi, Ribuan Orang Pucat
Selasa, 29 Juli 2008
Padang, Singgalang
'Gampooooo!"
Gempa datang lagi. Seperti sebatang padi yang digoyang, gedung
berlantai tiga milik Harian Singgalang, di Jalan Veteran 17 Padang,
bergetar hebat, Senin kemarin. Hal serupa juga terjadi di beberapa
kantor di Sumbar. Pada saat yang sama ribuan orang berhamburan ke luar
ruangan dengan jantung yang berdetak kencang. Untung saluran seluler
tidak ngadat pula, seperti saat gempa yang sudah-sudah.

"Lah gampo lo liak," teriak wartawan (gempa lagi). Gempa datang
setelah agak lama jedah, maka larilah lintang pukang dari lantai tiga
ke halaman depan dan belakang gedung. Pucat pasi, jantung bergetar
kencang.

Karyawan Singgalang agak trauma dengan gempa, sebab mereka menyaksikan
sendiri gedung Suka Fajar di depan kantor kami runtuh dan rata dengan
tanah saat gempa tempo hari.

Gempa kemarin itu terjadi pukul 14.10 WIB berkekuatan 5,6 SR dengan
pusat 76 Km pada Barat Daya Pariaman, kedalaman 23 Km. Gempa
mengguncang hampir seluruh daerah kabupaten/kota di Sumbar Observer
BMG Padang Panjang, Fitri, dihubungi Antara dari Kota Padang, Senin,
menyebutkan gempa tektonik tersebut terjadi tepat di antara perairan
pantai Pariaman dan laut Mentawai.

"Ini adalah gempa awal, bukan susulan," katanya.

Gempa berkekuatan 5,6 SR tersebut dirasa cukup kuat di Kota Padang,
Pariaman, Padang Pariaman, Padang Panjang, Lubuk Basung dan
Bukittinggi. Tapi syukur, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa siang kemarin sempat membuat warga berhamburan keluar rumah,
terutama yang berada di lantai dua dan tiga.

"Saya sangat kaget, guncangannya cukup keras dan tanpa pikir panjang
saya langsung menyelamatkan diri lari ke luar," kata Resti Yava Rezi,
karyawan satu perusahaan di Padang.

IAIN Imam Bonjol
Puluhan karyawan Rektorat IAIN Imam Bonjol di kampus Lubuk Lintah
berhamburan keluar gedung berlantai tiga. Ketakutan ini diperparah
saat gedung bertingkat ini masih dalam tahap renovasi akibat gempa
tahun lalu.

Gempa berkekuatan (magnitude) 5.6 SR ini praktis telah melumpuhkan
aktivitas karyawan yang tengah disibukan penerimaanan pendaftaran
mahasiswa baru gelombang kedua. Kecemasan para karyawan ini ditambah
pula akibat belum selesai perbaikan tangga utama. Bahkan beberapa
dinding gedung rektorat yang retak-retak belum selesai pula
direnovasi.

Nampak beberapa karyawan yang lebih tenang menghadapi guncangan gempa
tersebut. Walau wajah pucat tidak bisa disembunyikan saat keluar
menuju jendala utama gedung tersebut. Begitu pula dua tangga di
samping gedung hampir sama rusaknya dengan tangga utama tersebut.

Sesaat gempa sudah berhenti, ada beberapa karyawan lebih cepat pulang
ke rumah masing-masing. "Anak saya kecil-kecil di rumah, nanti kalau
terjadi gempa lagi gimana," kata salah seorang karyawan sambil berlalu
agar lekas sampai di rumahnya.

Di kantor gubernur
Gempa yang menggoncang Kota Padang Senin (29/7) juga mengejutkan
pegawai di kantor gubernur. Mereka berbondong-bondong turun melalui
tangga. Gempa pertama, tidak begitu dihiraukan. Datang gempa kedua
dengan kekuatan cukup keras, maka aktivitas pegawai terhenti. Mereka
memilih meninggalkan ruangan kerja menuju lapangan.

"Sudah trauma saya. Apalagi kantor gubernur kondisinya masih belum
diperbaiki pasca gempa tahun 2007, walau sudah dikaji ahli, bangunan
masih aman, tapi saya ragu. Makanya, langsung meluncur ke bawah,"
seorang seorang pegawai yang kelihatan masih sesak nafas. Maklum ia
lari dari lantai 3 kantor gubernur menuju halaman.

Tidak hanya aktivitas di kantor gubernur yang terganggu, acara melepas
tim dayung Sumbar di aula kantor gubernur juga sempat bubar. Bahkan
Sekdaprov Sumbar Drs. H. Yohannes Dahlan yang sedang memberikan
sambutan, ikut pula lari ke luar aula.

Semula Yohannes tetap berada di mimbar, saat gempa pertama
menggoncang. Dia hanya berhenti sebentar lalu lanjut berpidato. Datang
gempa kedua dengan kekuatan cukup keras, barulah Yohannes keluar dari
aula. Itupun setelah sebagian atlit dayung dan orang yang hadir di
aula melarikan diri.

"Gampo-gampo!! Kancang ma, lari!!" ujar seorang di antaranya yang
terus lari keluar. Yang lain mengikuti.

Para pegawai yang sudah lari, tidak lagi balik ke ruangan kerja. Hanya
sebagian kecil yang kembali. Itupun untuk membereskan pekerjaannya.
Komputer yang belum sempat dimatikan, dimatikan. Laci meja juga
dikunci. Pintu dikunci juga. 'Pulang lo awak lai, urang ndak ado lai,"
kata seorang staf di lantai II kantor gubernur.

Di Padang Panjang
Gempa kemarin juga dirasakan cukup kuat di Padang Panjang. Saking
kuatnya, banyak warga yang menyangka pusat gempa berada di kota
berjulukan Serambi Mekah itu.

"Saya kira tadinya pusat gempa berada di Padang Panjang ini. Namun
setelah mendapat informasi BMG, pusatnya tak jauh dari Kota Pariaman,"
kata Drs.H. Masrul Maesa, MM., Kadis Perhubungan setempat yang ikut
berhamburan ke luar balaikota di Silaing Bawah saat gempa mengguncang.

Kemarin, gedung balaikota berlantai tiga itu terlihat berguncang cukup
hebat. Puluhan pegawai yang sedang tengah bekerja, sontak berlarian
menyelematkan ke halaman gedung. Mereka mengaku masih trauma dengan
gempa dahsat 6 Maret 2007 silam.

Hingga menjelang sore kemarin banyak pegawai yang tak berani masuk ke
ruangan kerja, mereka khawatir gempa susulan yang lebih kuat terjadi.

"Ngeri Pak, gedung bertingkat. Kalau gedung rubuh, tak akan ada yang
selamat," ucap seorang pegawai wanita yang tampak ketakutan.

Tak hanya di balaikota, di Pasar Pusat Padang Panjang pengunjung dan
pedagang berlarian menyelamatkan diri.

Data yang diperoleh Singgalang tidak ada korban jiwa maupun bangunan rubuh.

Di Kabupaten Solok, gempa membuat pegawai kantor bupati berhamburan ke
luar kantor. Bahkan ada yang tapakiak akibat gempa mendadak dengan
goncangan yang cukup kuat itu.

Pegawai yang sedang sibuk bekerja, mendadak lari keluar gedung. Sejauh
ini, belum ada korban jiwa maupun bangunan yang rusak. Sebagian
pegawai ada yang 'cabut' pulang, terutama pegawai yang tinggalnya di
Padang.

Di Lb. Basung
Sementara di Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam, puluhan pegawai
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan setempat, berhamburan keluar
ruangan ketika gempa tiba-tiba mengguncang bumi.

Pegawai perempuan yang seadang sibuk usai istirahat siang, tiba-tiba
berhamburanm eninggalakan ruangan.

"Ya Tuhan gampo, gampo, Pak...," teriak Kepala Dinas Sosial, Drs. H.Gusrial.

Informasi yang berhasil dihimpun di Lubuk Basung, hampir semuapegawai
berhamburan keluar bahkan salah seoarang staf lari terbirit-birit
tanpa mengenakan alas kaki.

Setelah goncangan gempa hilang, hampir semua pegawai melakukan kontak
dengan keluarganya untuk mempastikan keadaan di rumah atau keluarga
mereka.

"Anak dan istri saya trauma dengan gempa," kata Kepala Bahagian Tata
Pemerintahan, Drs. Jabanur.

Tak hanya di kantor Bupati Agam, di kampus STIKES Ceria Buana kondisi
yang sama juga terjadi, mahasiswa berhamburan keluar kampus, padahal
banyak diantara mereka tengah mengikuti mata kuliah.

Solok
Di Kota Solok, pegawai berhamburan ke luar ruangan dan kemudian mereka
langsung pulang, teringat anak/istri dan suami mereka masing-masing.

Banyak yang berlarian ke luar ruangan tanpa peduli peralatan yang tinggal.

Kondisi itu juga diikuti para buruh bangunan rehabilitasi kantor
Balaikota yang mulai meruntuhkan bangunan. Mereka meninggalkan
pekerjaannya begitu saja. Tapi tak lama kemudian mereka bekerja
lagi.o205/303/003/220/409/210/209

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke