Assalamualaikum,wr,wb.

Partamo sakali kami nan dari rantau maucapkan turuik bersedih dengan
kejadian gampo nan masih sering berulang ka kampuang awak itu, syukurlah
pado gampo nan kini ko indak ado kerusakan nan vatal.

Radio nan di Padang Panjang dalam hal datang nyo gampo ko, apo nan alah di
informasikan ka warga ? semoga dengan adonyo radio tu mambuek warga
semakin siap siaga.

Wassalam,
HM Dt.MB (51+)

>
> Gempa Lagi, Ribuan Orang Pucat
> Selasa, 29 Juli 2008
> Padang, Singgalang
> 'Gampooooo!"
> Gempa datang lagi. Seperti sebatang padi yang digoyang, gedung
> berlantai tiga milik Harian Singgalang, di Jalan Veteran 17 Padang,
> bergetar hebat, Senin kemarin. Hal serupa juga terjadi di beberapa
> kantor di Sumbar. Pada saat yang sama ribuan orang berhamburan ke luar
> ruangan dengan jantung yang berdetak kencang. Untung saluran seluler
> tidak ngadat pula, seperti saat gempa yang sudah-sudah.
>
> "Lah gampo lo liak," teriak wartawan (gempa lagi). Gempa datang
> setelah agak lama jedah, maka larilah lintang pukang dari lantai tiga
> ke halaman depan dan belakang gedung. Pucat pasi, jantung bergetar
> kencang.
>
> Karyawan Singgalang agak trauma dengan gempa, sebab mereka menyaksikan
> sendiri gedung Suka Fajar di depan kantor kami runtuh dan rata dengan
> tanah saat gempa tempo hari.
>
> Gempa kemarin itu terjadi pukul 14.10 WIB berkekuatan 5,6 SR dengan
> pusat 76 Km pada Barat Daya Pariaman, kedalaman 23 Km. Gempa
> mengguncang hampir seluruh daerah kabupaten/kota di Sumbar Observer
> BMG Padang Panjang, Fitri, dihubungi Antara dari Kota Padang, Senin,
> menyebutkan gempa tektonik tersebut terjadi tepat di antara perairan
> pantai Pariaman dan laut Mentawai.
>
> "Ini adalah gempa awal, bukan susulan," katanya.
>
> Gempa berkekuatan 5,6 SR tersebut dirasa cukup kuat di Kota Padang,
> Pariaman, Padang Pariaman, Padang Panjang, Lubuk Basung dan
> Bukittinggi. Tapi syukur, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
>
> Gempa siang kemarin sempat membuat warga berhamburan keluar rumah,
> terutama yang berada di lantai dua dan tiga.
>
> "Saya sangat kaget, guncangannya cukup keras dan tanpa pikir panjang
> saya langsung menyelamatkan diri lari ke luar," kata Resti Yava Rezi,
> karyawan satu perusahaan di Padang.
>
> IAIN Imam Bonjol
> Puluhan karyawan Rektorat IAIN Imam Bonjol di kampus Lubuk Lintah
> berhamburan keluar gedung berlantai tiga. Ketakutan ini diperparah
> saat gedung bertingkat ini masih dalam tahap renovasi akibat gempa
> tahun lalu.
>
> Gempa berkekuatan (magnitude) 5.6 SR ini praktis telah melumpuhkan
> aktivitas karyawan yang tengah disibukan penerimaanan pendaftaran
> mahasiswa baru gelombang kedua. Kecemasan para karyawan ini ditambah
> pula akibat belum selesai perbaikan tangga utama. Bahkan beberapa
> dinding gedung rektorat yang retak-retak belum selesai pula
> direnovasi.
>
> Nampak beberapa karyawan yang lebih tenang menghadapi guncangan gempa
> tersebut. Walau wajah pucat tidak bisa disembunyikan saat keluar
> menuju jendala utama gedung tersebut. Begitu pula dua tangga di
> samping gedung hampir sama rusaknya dengan tangga utama tersebut.
>
> Sesaat gempa sudah berhenti, ada beberapa karyawan lebih cepat pulang
> ke rumah masing-masing. "Anak saya kecil-kecil di rumah, nanti kalau
> terjadi gempa lagi gimana," kata salah seorang karyawan sambil berlalu
> agar lekas sampai di rumahnya.
>
> Di kantor gubernur
> Gempa yang menggoncang Kota Padang Senin (29/7) juga mengejutkan
> pegawai di kantor gubernur. Mereka berbondong-bondong turun melalui
> tangga. Gempa pertama, tidak begitu dihiraukan. Datang gempa kedua
> dengan kekuatan cukup keras, maka aktivitas pegawai terhenti. Mereka
> memilih meninggalkan ruangan kerja menuju lapangan.
>
> "Sudah trauma saya. Apalagi kantor gubernur kondisinya masih belum
> diperbaiki pasca gempa tahun 2007, walau sudah dikaji ahli, bangunan
> masih aman, tapi saya ragu. Makanya, langsung meluncur ke bawah,"
> seorang seorang pegawai yang kelihatan masih sesak nafas. Maklum ia
> lari dari lantai 3 kantor gubernur menuju halaman.
>
> Tidak hanya aktivitas di kantor gubernur yang terganggu, acara melepas
> tim dayung Sumbar di aula kantor gubernur juga sempat bubar. Bahkan
> Sekdaprov Sumbar Drs. H. Yohannes Dahlan yang sedang memberikan
> sambutan, ikut pula lari ke luar aula.
>
> Semula Yohannes tetap berada di mimbar, saat gempa pertama
> menggoncang. Dia hanya berhenti sebentar lalu lanjut berpidato. Datang
> gempa kedua dengan kekuatan cukup keras, barulah Yohannes keluar dari
> aula. Itupun setelah sebagian atlit dayung dan orang yang hadir di
> aula melarikan diri.
>
> "Gampo-gampo!! Kancang ma, lari!!" ujar seorang di antaranya yang
> terus lari keluar. Yang lain mengikuti.
>
> Para pegawai yang sudah lari, tidak lagi balik ke ruangan kerja. Hanya
> sebagian kecil yang kembali. Itupun untuk membereskan pekerjaannya.
> Komputer yang belum sempat dimatikan, dimatikan. Laci meja juga
> dikunci. Pintu dikunci juga. 'Pulang lo awak lai, urang ndak ado lai,"
> kata seorang staf di lantai II kantor gubernur.
>
> Di Padang Panjang
> Gempa kemarin juga dirasakan cukup kuat di Padang Panjang. Saking
> kuatnya, banyak warga yang menyangka pusat gempa berada di kota
> berjulukan Serambi Mekah itu.
>
> "Saya kira tadinya pusat gempa berada di Padang Panjang ini. Namun
> setelah mendapat informasi BMG, pusatnya tak jauh dari Kota Pariaman,"
> kata Drs.H. Masrul Maesa, MM., Kadis Perhubungan setempat yang ikut
> berhamburan ke luar balaikota di Silaing Bawah saat gempa mengguncang.
>
> Kemarin, gedung balaikota berlantai tiga itu terlihat berguncang cukup
> hebat. Puluhan pegawai yang sedang tengah bekerja, sontak berlarian
> menyelematkan ke halaman gedung. Mereka mengaku masih trauma dengan
> gempa dahsat 6 Maret 2007 silam.
>
> Hingga menjelang sore kemarin banyak pegawai yang tak berani masuk ke
> ruangan kerja, mereka khawatir gempa susulan yang lebih kuat terjadi.
>
> "Ngeri Pak, gedung bertingkat. Kalau gedung rubuh, tak akan ada yang
> selamat," ucap seorang pegawai wanita yang tampak ketakutan.
>
> Tak hanya di balaikota, di Pasar Pusat Padang Panjang pengunjung dan
> pedagang berlarian menyelamatkan diri.
>
> Data yang diperoleh Singgalang tidak ada korban jiwa maupun bangunan
> rubuh.
>
> Di Kabupaten Solok, gempa membuat pegawai kantor bupati berhamburan ke
> luar kantor. Bahkan ada yang tapakiak akibat gempa mendadak dengan
> goncangan yang cukup kuat itu.
>
> Pegawai yang sedang sibuk bekerja, mendadak lari keluar gedung. Sejauh
> ini, belum ada korban jiwa maupun bangunan yang rusak. Sebagian
> pegawai ada yang 'cabut' pulang, terutama pegawai yang tinggalnya di
> Padang.
>
> Di Lb. Basung
> Sementara di Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam, puluhan pegawai
> Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan setempat, berhamburan keluar
> ruangan ketika gempa tiba-tiba mengguncang bumi.
>
> Pegawai perempuan yang seadang sibuk usai istirahat siang, tiba-tiba
> berhamburanm eninggalakan ruangan.
>
> "Ya Tuhan gampo, gampo, Pak...," teriak Kepala Dinas Sosial, Drs.
> H.Gusrial.
>
> Informasi yang berhasil dihimpun di Lubuk Basung, hampir semuapegawai
> berhamburan keluar bahkan salah seoarang staf lari terbirit-birit
> tanpa mengenakan alas kaki.
>
> Setelah goncangan gempa hilang, hampir semua pegawai melakukan kontak
> dengan keluarganya untuk mempastikan keadaan di rumah atau keluarga
> mereka.
>
> "Anak dan istri saya trauma dengan gempa," kata Kepala Bahagian Tata
> Pemerintahan, Drs. Jabanur.
>
> Tak hanya di kantor Bupati Agam, di kampus STIKES Ceria Buana kondisi
> yang sama juga terjadi, mahasiswa berhamburan keluar kampus, padahal
> banyak diantara mereka tengah mengikuti mata kuliah.
>
> Solok
> Di Kota Solok, pegawai berhamburan ke luar ruangan dan kemudian mereka
> langsung pulang, teringat anak/istri dan suami mereka masing-masing.
>
> Banyak yang berlarian ke luar ruangan tanpa peduli peralatan yang tinggal.
>
> Kondisi itu juga diikuti para buruh bangunan rehabilitasi kantor
> Balaikota yang mulai meruntuhkan bangunan. Mereka meninggalkan
> pekerjaannya begitu saja. Tapi tak lama kemudian mereka bekerja
> lagi.o205/303/003/220/409/210/209



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke