Dari Padang Ekspres ambo salinkan sadonyo carito urang manGunjuangi Katiagan.
Dahulu ambo ingain bana ka Katiagan tu karano banyak pulo saluak baluaknyo
dalam Sejarah. Tapi indak panah sampai. Tahun 1958 wakatu singgah menginap di
Pasenggerahan Aia Bangih duo hari, ambo basuo jo kawan, urang Katiagan, wakatu
itu mahasiswa Unand. Ambo caliak namo Tamsil Sutan Mangkuto, jangan-jangan itu
Angku Tamsil nan basuo dulu tu.
Salam
--MakNgah
-- Sjamsir Sjarif.
DARI PADANG EKSPRES:
Mengunjungi Nagari Terisolir, Mandiangin Katiagan
Kamis, 31 Juli 2008
Kaya SDA, Akses Transportasi Masih Tanah
Nagari Mandiangin Katiagan, Kecamatan Kinali, Pasbar merupakan salah satu
nagari terisolir dengan akses jalan cukup menantang. Tidak seperti kebanyakan
nagari lainnya di Pasbar yang telah memiliki transportasi memadai, tetapi jalan
menuju Nagari Mandiangin Katiagan harus menggunakan ponton (kendaraan
penghubung, red).
Mandiangin Katiagan merupakan nagari terisolir dengan akses jalan sangat sulit
ternyata benar. Nagari ini termasuk salah satu nagari pesisir yang terletak di
pantai barat Indonesia dengan akses transportasi sangat sulit dan hanya bisa
menggunakan perahu dan ponton. Menantang arus dan menghadang ombak. Inilah
kondisi yang harus dilewati jika ingin mendatangi Nagari Katiagan Mandiangin
Kinali.
Jumat (25/7) pagi, cuaca yang tidak begitu panas segenap rombongan mulai dari
Wakil Bupati Pasbar dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak mundur
sedikit pun untuk mengunjungi Nagari Mandiangin Katiagan yang tergolong daerah
terisolir di Pasbar. Bayangkan, jalan menuju daerah itu tak selancar menuju
daerah lainnya di Pasbar.
Sebenarnya jalan menuju Nagari Mandiangin Katiagan dapat ditempuh dengan dua
jalur. Pertama, jalan melalui PT PMJ Kinali dengan menggunakan kendaraan sampai
ke Mandiangin. Setelah itu dilanjutkan menaiki ponton dan menyeberangi muara
dengan kapal menuju Katiagan. Menggunakan kapal atau perahu merupakan
satu-satunya jalan menuju Jorong Katiagan, itupun memakan waktu satu sampai dua
jam perjalanan tergantung dari kondisi air laut.
Jalan kedua melalui jalur rawa dari Muara Bingung. Jalan ini pun tergantung
dari iklim pasang surut air laut. Jika air laut surut maka perjalanan menuju
Katiagan melewati rawa-rawa dengan berjalan kaki. Saat rombongan Wakil Bupati
Pasbar Risnawanto mengunjungi Mandiangin Katiagan dalam rangka pelantikan
Walinagari terpilih S Buyung Gantung, nasib sial pun mengikuti. Bagaimana
tidak, saat berupaya menyeberangi hutan bakau tiba-tiba air laut pasang.
Akibatnya, rombongan terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Sepanjang dua kilo meter berjalan kaki menyusuri hutan bakau, badan terasa
penat dan dahaga menghampiri. Dengan penuh semangat, rombongan akhirnya sampai
juga di Mandiangin Katiagan. Perjalanan memakan waktu tiga sampai empat jam.
Belum lagi jika menempuh jalan melalui PT PMJ Kinali. Jalan bertanah berlobang
dan bergelombang menyambut siapa saja yang akan menuju daerah tepi pantai ini.
Tanaman kelapa sawit mengeliingi jalan seakan-akan hendak mengapit setiap
kendaraan yang melewatinya. Sejauh-jauh mata memandang, hanya hamparan
perkebunan kelapa sawit yang terlihat.
Ternyata tidak seperti yang dibayangkan, perjalanan menuju tempat penyeberangan
juga memakan waktu yang lama. Dua jam perjalanan terasa lama menuju Nagari
Mandiangin, sebelum menyebrang ke Jorong Katiagan. Melihat kiri-kanan hanya
hamparan kelapa sawit yang terlihat dan sekali-kali para tukang panen menggerek
kelapa sawit untuk dipanen.
Wabup PasbarRisnawanto (kiri depan) saat mengunjungi nagari terisolir,
Mandiangin Katiagan, Kecamatan Kinali, Pasbar, kemarin.
Melihat potensi Pasbar dibidang SDA yang begitu melimpah, muncul keraguan
apakah memang benar tingkat kemiskinan di Pasbar mencapai 42 persen? ataukah
pendataan yang salah? Terlepas dari itu semua, melihat akses transportasi
menuju Nagari Mandiangin Katiagan sangat susah.
Nagari ini dihuni 4.072 jiwa dan 867 Kepala Keluarga (KK). Sebagian
masyarakatnya bermata pencarian sebagai nelayan dan berkebun. Potensi alam laut
menjadi magnet yang kuat jika dikelola dengan baik. Apalagi hasil dari laut
yang begitu menjanjikan. Potensi yang begitu tinggi tentu saja akan dapat
dikembangkan jika ketrisoliran dari segi akses jalan dapat teratasi. Selain
tertinggal, dari sisi SDM umumnya mereka hanya lulusan sampai SD dan SMP.
Gebrakan yang dilakukan Pemda juga sangat tepat untuk langsung merasakan
sulitnya menuju Mandiangin Katiagan. Jalur transportasi menuju Jorong Katiagan
merupakan persoalan pelik yang harus bisa dipecahkan secara bersama-sama.
Apalagi, kawasan ini sangat kaya potensi sumber daya alam (SDA), tetapi sejak
belasan tahun lalu tidak tersentuh pembangunan jalan. “Kami berharap Pemkab
tidak hanya berkunjung, tetapi juga menindaklanjuti dengan membangun jalan ke
daerah ini sehingga potensi SDA dapat dikelola maksimal,” ujar tokoh masyarakat
Katiagan, Tamsil Sutan Mangkuto, Herizon dan Saf. (altas maulana)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---