Hendaknya jangan dilihat ketika masa jabatan sudah hampir habis
Pembangunan itu kata orang mesti berkelanjutan
Rencana sebaiknya diringkan dengan kerja
Sehingga cita-cita tidak menjadi mimpi belaka.
Wassalam
BuyaHMA



--- On Thu, 7/31/08, Hambo Ciek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Hambo Ciek <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Mandiangin Katiagan
To: [email protected]
Date: Thursday, July 31, 2008, 4:03 PM






Dari Padang Ekspres ambo salinkan sadonyo carito urang manGunjuangi Katiagan. 
Dahulu ambo ingain bana ka Katiagan tu karano banyak pulo saluak baluaknyo 
dalam Sejarah. Tapi indak panah sampai. Tahun 1958 wakatu singgah menginap di 
Pasenggerahan Aia Bangih duo hari, ambo basuo jo kawan,  urang Katiagan, wakatu 
itu mahasiswa Unand. Ambo caliak namo Tamsil Sutan Mangkuto, jangan-jangan itu 
Angku Tamsil nan basuo dulu tu. 
 
Salam
--MakNgah
-- Sjamsir Sjarif. 
 
DARI PADANG EKSPRES:




Mengunjungi Nagari Terisolir, Mandiangin Katiagan 



Kamis, 31 Juli 2008 

Kaya SDA, Akses Transportasi Masih Tanah 

 Nagari Mandiangin Katiagan, Kecamatan Kinali, Pasbar merupakan salah satu 
nagari terisolir dengan akses jalan cukup menantang. Tidak seperti kebanyakan 
nagari lainnya di Pasbar yang telah memiliki transportasi memadai, tetapi jalan 
menuju Nagari Mandiangin Katiagan harus menggunakan ponton (kendaraan 
penghubung, red). 
Mandiangin Katiagan merupakan nagari terisolir dengan akses jalan sangat sulit 
ternyata benar. Nagari ini termasuk salah satu nagari pesisir yang terletak di 
pantai barat Indonesia dengan akses transportasi sangat sulit dan hanya bisa 
menggunakan perahu dan ponton. Menantang arus dan menghadang ombak. Inilah 
kondisi yang harus dilewati jika ingin mendatangi Nagari Katiagan Mandiangin 
Kinali. 
Jumat (25/7) pagi, cuaca yang tidak begitu panas segenap rombongan mulai dari 
Wakil Bupati Pasbar dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak mundur 
sedikit pun untuk mengunjungi Nagari Mandiangin Katiagan yang tergolong daerah 
terisolir di Pasbar. Bayangkan, jalan menuju daerah itu tak selancar menuju 
daerah lainnya di Pasbar. 
Sebenarnya jalan menuju Nagari Mandiangin Katiagan dapat ditempuh dengan dua 
jalur. Pertama, jalan melalui PT PMJ Kinali dengan menggunakan kendaraan sampai 
ke Mandiangin. Setelah itu dilanjutkan menaiki ponton dan menyeberangi muara 
dengan kapal menuju Katiagan. Menggunakan kapal atau perahu merupakan 
satu-satunya jalan menuju Jorong Katiagan, itupun memakan waktu satu sampai dua 
jam perjalanan tergantung dari kondisi air laut. 
Jalan kedua melalui jalur rawa dari Muara Bingung. Jalan ini pun tergantung 
dari iklim pasang surut air laut. Jika air laut surut maka perjalanan menuju 
Katiagan melewati rawa-rawa dengan berjalan kaki.. Saat rombongan Wakil Bupati 
Pasbar Risnawanto mengunjungi Mandiangin Katiagan dalam rangka pelantikan 
Walinagari terpilih S Buyung Gantung, nasib sial pun mengikuti. Bagaimana 
tidak, saat berupaya menyeberangi hutan bakau tiba-tiba air laut pasang. 
Akibatnya, rombongan terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. 
Sepanjang dua kilo meter berjalan kaki menyusuri hutan bakau, badan terasa 
penat dan dahaga menghampiri. Dengan penuh semangat, rombongan akhirnya sampai 
juga di Mandiangin Katiagan. Perjalanan memakan waktu tiga sampai empat jam. 
Belum lagi jika menempuh jalan melalui PT PMJ Kinali. Jalan bertanah berlobang 
dan bergelombang menyambut siapa saja yang akan menuju daerah tepi pantai ini. 
Tanaman kelapa sawit mengeliingi jalan seakan-akan hendak mengapit setiap 
kendaraan yang melewatinya. Sejauh-jauh mata memandang, hanya hamparan 
perkebunan kelapa sawit yang terlihat. 
Ternyata tidak seperti yang dibayangkan, perjalanan menuju tempat penyeberangan 
juga memakan waktu yang lama. Dua jam perjalanan terasa lama menuju Nagari 
Mandiangin, sebelum menyebrang ke Jorong Katiagan. Melihat kiri-kanan hanya 
hamparan kelapa sawit yang terlihat dan sekali-kali para tukang panen menggerek 
kelapa sawit untuk dipanen. 
  
Wabup Pasbar Risnawanto (kiri depan) saat mengunjungi nagari terisolir, 
Mandiangin Katiagan, Kecamatan Kinali, Pasbar, kemarin. 
Melihat potensi Pasbar dibidang SDA yang begitu melimpah, muncul keraguan 
apakah memang benar tingkat kemiskinan di Pasbar mencapai 42 persen? ataukah 
pendataan yang salah? Terlepas dari itu semua, melihat akses transportasi 
menuju Nagari Mandiangin Katiagan sangat susah. 
Nagari ini dihuni 4.072 jiwa dan 867 Kepala Keluarga (KK). Sebagian 
masyarakatnya bermata pencarian sebagai nelayan dan berkebun. Potensi alam laut 
menjadi magnet yang kuat jika dikelola dengan baik. Apalagi hasil dari laut 
yang begitu menjanjikan. Potensi yang begitu tinggi tentu saja akan dapat 
dikembangkan jika ketrisoliran dari segi akses jalan dapat teratasi. Selain 
tertinggal, dari sisi SDM umumnya mereka hanya lulusan sampai SD dan SMP. 
Gebrakan yang dilakukan Pemda juga sangat tepat untuk langsung merasakan 
sulitnya menuju Mandiangin Katiagan. Jalur transportasi menuju Jorong Katiagan 
merupakan persoalan pelik yang harus bisa dipecahkan secara bersama-sama. 
Apalagi, kawasan ini sangat kaya potensi sumber daya alam (SDA), tetapi sejak 
belasan tahun lalu tidak tersentuh pembangunan jalan. “Kami berharap Pemkab 
tidak hanya berkunjung, tetapi juga menindaklanjuti dengan membangun jalan ke 
daerah ini sehingga potensi SDA dapat dikelola maksimal,” ujar tokoh masyarakat 
Katiagan, Tamsil Sutan Mangkuto, Herizon dan Saf. (altas maulana)





      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke