Wawancara Imajiner di hari Minggu...
 
“Kalau Gagal di GOKAR, saya pindah ke  NASCA.” 
 
Apa alasan Anda masuk politik praktis? 
Sederhana saja,  political society adalah ”alam takambang  jadi guru”, 
sedangkan intelectual society  ruang sempit perpustakaan.
 
Tak khawatir dianggap aji mumpung (karena ada yang lamar)? 
Wah anda ini gimana dikampung saya tidak dikenal yang namanya Aji kalau Ajo 
banyak,  walau saya sendiri sebenarnya tidak suka dilamar lamar. 
 
Kenapa Anda memilih Gokar? 
Saya perlu kendaraaan yang tangguh dan stabil untuk memperjuangkan nasib daerah 
saya yang telah lama jalan ditempat. Bagaimana saya akan bekerja kalau baru 
setahun jalan para penumpang sudah berebut untuk duduk didepan.
 
Ada Berapa delaer  yang mendatangi Anda? 
Oh... ada u’da Haitsu, u’da Maz dan ada pula Da’i Hyun  dan yang lainnya adalah 
yang baru baru muncul yang tak jelas kualitasnya.
 
Kenapa tidak kembali pakai yang lama? 
Karena yang lama tidak konsisten. Ketidak setabilan kemudi membuat ban gundul 
sebelah. Waktu habis dijalan tujuan belum juga kelihatan apalagi hasilnya.
 
Menurut Anda, apakah dealer dealer itu  memilih Anda karena terlalu kritis? 
Ketika dealer dealer politik mengalami proses demoralisasi karena dihantam 
dengan isu GOLPUTA atau golongan putus asa. Mereka perlu Intelectual untuk 
menarik kembali pelanggan yang hilang. Walaupun kita tahu kalau sudah sukses 
sang intelektual akan disuruh pulang ke perpustakaan.
 
Ada anggapan bahwa partai itu adalah sarang penyamun. Apakah Anda akan menjadi 
penyamun juga nantinya? 
Wah kalau penyamun di sarang perawan itu cerita lama, perawan disarang 
penyamunpun sudah saya baca.
 
Komisi mana yang akan Anda incar? 
Tak banyak sih cuma tiga :
Komisi anti korupsi, saya ada program sate koruptor mudah2an ada yang minat
Komisi pariwisata, saya ada rencana membuat negeri ini tersenyum
Komisi kereta api, biar gerbong yang sedang tidur bangun
Assumsi saya anda bicara  Komisi bukan komisi kan?
 
Kenapa? 
Komisi ini betul-betul mengarah pada sistem yang lebih baik buat negara kita 
terutama untuk mendorong masuk uang ke kantong rakyat bukan ke kantong pejabat.
 
Kalau gagal bagaimana? 
Kan masih ada NASCA (Nanti Akan Saya Sari Akal)
 
Maju terus IJP, harapanlah yang membuat rakyat badarai masih mau hidup.
 

Wassalam 
Zulkarnain Kahar, 49th
Welcome to the paradise island of sikuai  for business and pleasure if 
Mauritius is to far from your place 


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke