Assalamualaikum w.w. para sanak pegiat pariwisata,
Saya tampilkan berita terbaru yang termuat dalam harian Singgalang tgl 14 
Agustus pagi ini yang secara meyakinkan menyatakan bahwa bisnis pariwisata di 
Sumatera Barat tak perlu biaya tinggi. Yang perlu justru adalak kreativitas dan 
prakarsa serta tentu saja keramahan terhadap tetamu.
Menurut penglihatan saya, pola home stay yang pernah ditimang-timang oleh 
MAPPAS dapat diberi tempat dalam gagasan yang dianjutkan oleh Sanak Ridwan 
Tulus. Saya sudah pernah bertemu dengan Sanak Ridwan Tulus ini dalam suatu 
acara di Hotel Pangeran Beach, dan saya terkesan dengan ketajaman pengamatannya 
serta kelugasannya menyampaikan pendapat.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]





Bisnis Pariwisata tak Perlu Biaya Tinggi 
 




Singgalang, Kamis, 14 Agustus 2008 


Padang, Singgalang
Potensi bisnis pariwisata di Sumbar sangat menjanjikan dalam meningkatkan 
pertumbuhan perkonomian daerah. Dalam melakukan bisnis pariwisata tidak perlu 
biaya yang besar, tapi membutuhkan ide kreatif dan inovatif. “Bila diharapkan 
anggaran yang besar sempai kapanpun pertumbuhan pariwisata di Sumbar tidak akan 
meningkat. Mengingat keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah dan investasi 
pelaku bisnis pariwisat,” ujar praktisi pariwisata Sumbar dari Sumatra and 
Beyond Ridwan Tulus, terkait untuk memacu pertumbuhan pariwisata di daerah ini.
Ia menyebutkan, fasilitas pariwisata di Sumbar sangat minim, tapi 
peluang-peluang baru untuk menarik pengunjung wisata dometik maupun asing dapat 
dilakukan dengan menawarkan konsep-konsep kreatif. Keterbatasan itu dapat 
dilakukan inovasi dalam bentuk mengusung wisata tantangan dan pelatihan 
(outbond and training). Maka keterbatasan fasilitas pariwisata tidak dapat 
menjadi alasan dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis jasa pariwisata di Sumbar.
“Kekurangan ini bisa kita siasati dengan ide-ide cerdas dan tidak menunggu 
tawaran dari pemerintah. Dengan kreatifitas dapat memberikan keuntungan yang 
menjanjikan,” ujarnya.
Ridwan yang saat ini lebih fokus pada penyelenggaraan wisata tantangan dan 
pelatihan (outbond and training) di barbagai daerah di Sumbar. Peserta wisata 
unik ini lebih banyak diikuti perusahaan-perusahaan besar, BUMN, instansi 
pemerintah. Selain itu banyak pula negara asing dari Eropa serta asosiasi 
pelajar asing yang tertarik dalam bidang wisata tantangan dan pelatihan.
Ia menuturkan, tren pariwisata beberapa tahun terakhir lebih memilih menikmati 
wisata hidup masyarakat, seperti di Sumbar dalam berinteraksi dengan lingkungan 
secara lansung. Dengan demikian penikmat wisata bersentuhan langsung dengan 
lingkungan itu sendiri.
“Pola wisata ini kita rancang seperti menginap di panti asuhan yang dianggap 
baru bagi orang asing. Walau hal ini sangat aneh bila dilihat oleh masyarakat 
lokal setempat. Dalam kesempatan itu hari peserta wisata tantangan dan 
pelatihan dimulai dari interaksi dengan lingkungan hingga memungut sampah,” 
katanya.
Sedangkan ide kreatif yang ditawarkan praktisi pariwisata Sumbar dari Sumatra 
and Beyond Ridwan Tulus ini mendapat sambutan baik oleh Ketua Persatuan Hotel 
dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengingat membangun dunia wisata 
tersebut tidak bisa mengandalkan alam. Suatu saat kejenuhan wisata alam bisa 
terjadi.
“Maka perlu inovasi, karena selama ini konsep pariwisata yang terjadi selama 
ini masih mengandalkan modal yang tidak sedikit. Maka dengan pola wisata 
tantangan dan pelatihan dapat menjadi alternatif wisata yang semakin 
menjernihkan wisatawan asing maupun domestik,” jelasnya.
Pendapat yang dipaparkan memiliki alasan yang dapat diterima dengan mudah oleh 
pelaku bisnis pariwisata di Sumbar. Sebagai pembisnis hotel di Sumbar, Alan 
menilai bisnis ticketing konvesional dan online yang biasa dilakukan perhotelan 
wisata di Sumbar semakin tergusur. Begitu pula pelayan voucher hotel kurang 
dilirik penikmat pariwisata. 303
  





 

 

 
 


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke