Ambopun sempat maota-ota jo Ridwan Tulus di PBH. Anak mudoko cukup progresif
dan profesional. Dengan senantiasa rapi berdasi dan berkantor di PBH dia
berusaha
menjaga citra dengan baik. Kita perlu banyak orang bseperti Ridwan Tulus.
Memang inyo mangatokan "jangan terlalu berharap banyak dengan pemerintah,
untuk memajukan wisata Sumbar".

wassalam
ajoduta/61-4/usa

On Wed, Aug 13, 2008 at 7:49 PM, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>wrote:

>   Assalamualaikum w.w. para sanak pegiat pariwisata,
> Saya tampilkan berita terbaru yang termuat dalam harian Singgalang tgl 14
> Agustus pagi ini yang secara meyakinkan menyatakan bahwa bisnis pariwisata
> di Sumatera Barat tak perlu biaya tinggi. Yang perlu justru adalak
> kreativitas dan prakarsa serta tentu saja keramahan terhadap tetamu.
> Menurut penglihatan saya, pola *home stay *yang pernah ditimang-timang
> oleh MAPPAS dapat diberi tempat dalam gagasan yang dianjutkan oleh Sanak
> Ridwan Tulus. Saya sudah pernah bertemu dengan Sanak Ridwan Tulus ini dalam
> suatu acara di Hotel Pangeran Beach, dan saya terkesan dengan ketajaman
> pengamatannya serta kelugasannya menyampaikan pendapat.
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar
> (L, masuk 72 th, Jakarta)
> Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]
>
>   Bisnis Pariwisata tak Perlu Biaya Tinggi
>
>
>
> Singgalang, Kamis, 14 Agustus 2008
>
> Padang, Singgalang
> Potensi bisnis pariwisata di Sumbar sangat menjanjikan dalam meningkatkan
> pertumbuhan perkonomian daerah. Dalam melakukan bisnis pariwisata tidak
> perlu biaya yang besar, tapi membutuhkan ide kreatif dan inovatif. "Bila
> diharapkan anggaran yang besar sempai kapanpun pertumbuhan pariwisata di
> Sumbar tidak akan meningkat. Mengingat keterbatasan kemampuan anggaran
> pemerintah dan investasi pelaku bisnis pariwisat," ujar praktisi pariwisata
> Sumbar dari Sumatra and Beyond Ridwan Tulus, terkait untuk memacu
> pertumbuhan pariwisata di daerah ini.
>
> Ia menyebutkan, fasilitas pariwisata di Sumbar sangat minim, tapi
> peluang-peluang baru untuk menarik pengunjung wisata dometik maupun asing
> dapat dilakukan dengan menawarkan konsep-konsep kreatif. Keterbatasan itu
> dapat dilakukan inovasi dalam bentuk mengusung wisata tantangan dan
> pelatihan (outbond and training). Maka keterbatasan fasilitas pariwisata
> tidak dapat menjadi alasan dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis jasa
> pariwisata di Sumbar.
>
> "Kekurangan ini bisa kita siasati dengan ide-ide cerdas dan tidak menunggu
> tawaran dari pemerintah. Dengan kreatifitas dapat memberikan keuntungan yang
> menjanjikan," ujarnya.
>
> Ridwan yang saat ini lebih fokus pada penyelenggaraan wisata tantangan dan
> pelatihan (outbond and training) di barbagai daerah di Sumbar. Peserta
> wisata unik ini lebih banyak diikuti perusahaan-perusahaan besar, BUMN,
> instansi pemerintah. Selain itu banyak pula negara asing dari Eropa serta
> asosiasi pelajar asing yang tertarik dalam bidang wisata tantangan dan
> pelatihan.
>
> Ia menuturkan, tren pariwisata beberapa tahun terakhir lebih memilih
> menikmati wisata hidup masyarakat, seperti di Sumbar dalam berinteraksi
> dengan lingkungan secara lansung. Dengan demikian penikmat wisata
> bersentuhan langsung dengan lingkungan itu sendiri.
>
> "Pola wisata ini kita rancang seperti menginap di panti asuhan yang
> dianggap baru bagi orang asing. Walau hal ini sangat aneh bila dilihat oleh
> masyarakat lokal setempat. Dalam kesempatan itu hari peserta wisata
> tantangan dan pelatihan dimulai dari interaksi dengan lingkungan hingga
> memungut sampah," katanya.
>
> Sedangkan ide kreatif yang ditawarkan praktisi pariwisata Sumbar dari
> Sumatra and Beyond Ridwan Tulus ini mendapat sambutan baik oleh Ketua
> Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengingat
> membangun dunia wisata tersebut tidak bisa mengandalkan alam. Suatu saat
> kejenuhan wisata alam bisa terjadi.
>
> "Maka perlu inovasi, karena selama ini konsep pariwisata yang terjadi
> selama ini masih mengandalkan modal yang tidak sedikit. Maka dengan pola
> wisata tantangan dan pelatihan dapat menjadi alternatif wisata yang semakin
> menjernihkan wisatawan asing maupun domestik," jelasnya.
>
> Pendapat yang dipaparkan memiliki alasan yang dapat diterima dengan mudah
> oleh pelaku bisnis pariwisata di Sumbar. Sebagai pembisnis hotel di Sumbar,
> Alan menilai bisnis ticketing konvesional dan online yang biasa dilakukan
> perhotelan wisata di Sumbar semakin tergusur. Begitu pula pelayan voucher
> hotel kurang dilirik penikmat pariwisata. 303
>
>
>
> * *
>
>
>
> * *
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke