Dunsanak di palanta nan ambo hormati
 
Assalamulaikum w.w.
 
Pagi ini tanggal tg. 14 Agustus 2008, pemirsa stasiun televisi SCTV disuguhi 
wawancara dengan mantan wali-nagari Bukik Bais, di Kabupaten Solok yang bernama 
Murti Syarif Dt. Perak.
Isi wawancara adalah tentang keberhasilan masyarakat nagari Bukik Bais 
memproduksi buah kemiri yang dulu nagari ini dipimpin oleh M.S. Dt. Perak serta 
pesan beliau kepada pemirsa.

Ambo ringkaskan isi wawancara, kira-kira sbb:
 
1. Wali nagari berhasil mengidentifikasi masalah yang sedang terjadi di nagari 
(komunitasnya) dan mencari cara yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan.
 
2. Masalah adalah rendahnya pendapatan anak nagari dan tiadanya 
barang-barang/hasil/produksi nagari yang dapat dijual untuk mendapatkan uang 
sehari-hari.
 
3. Karena tahun 1976 Dt. Perak terpilih sebagai wali nagari maka beliau 
mengajukan usul untuk membuat kesepakatan nagari yaitu: mewajibkan setiap calon 
mempelai pria menanam 25 batang bibit kemiri dan calon mempelai perempuan 
menanam 10 batang bibit kemiri. Sampai-sampai beliau dicameehkan urang 
kampuangnyo sebagai "wali kemiri".
 
4. Kini, nagari Bukit Bais telah berubah, banyak antene parabola terpasang di 
depan rumah-rumah. Anak-anak tidak lagi putus pendidikan SD, bahkan telah ada 
yang tamat S1.
 
5. Harapan beliau pada akhir wawancara ialah, bagaimana kemiri yang dihasilkan 
nagari tersebut dapat langsung dipromosikan dan dijual ke penggunanya dan tidak 
melalui pedagang perantara.
 
6. Nah, di jaman globalisasi dan perdagangan bebas ini masalah tersebut mungkin 
bisa diatasi dengan membuatkan situs e-commerce untuak nagari Bukik Bais serta 
pelatihan pengelolaan oleh anak nagari Bukik Bais sendiri nan alah jadi S1 
tersebut (di manapun mereka berada). 
Selanjutnyo ambo akan mengelinkkannya dengan:
http://www.nagari.or.id/?moda=bagun&id=so10 atau 
http://www.nagari.org/bangun.php?tampil=so10

Kalau belum dapat dilaksanakan e-commerse, maka sekurang-kurangnya nagari Bukik 
Bais dapat diperkenalkan sebagai penghasil kemiri ke mancanegara, dengan 
demikian 
para konsumen dapat langsung datang ke nagari tsb. untuk membeli kemiri. 
Datang tidak hanya untuak "membeli kenikmatan pemandangan" nagari Bukik Bais 
tapi datang untuk membeli hasil produksi yang betul-betul diusahakan oleh 
masyarakatnya.
 
Salam
 
Abraham Ilyas

www.nagari.org
www.nagari.or.id
 
 



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke