Wa'alaikum salam MakNgah sarato sanak sapalanta,
Kok dicaliak ka Google Earth, apokoh kiro-kiro tampek dimukasuik adolah di 
siko? Ambo bandiangkan jo lukisan artis dari tulisan Hadler halaman 996, pintu 
masuak dari selatan, karono nampak di kejauhan gunung berapi (Sarik Gajah?). Di 
ambo jadinyo ragu latak panjang x lebar, apokoh mamanjang ka selatan atau ka 
barat?
 
Ambo tulih baliak dari buku M. Radjab:
"Kampung Bondjol kira-kira 1200 hasta pandjangnya dan 400 sampai 700 hasta 
lebarnja, sebab bagian selatan dari dinding barat mundur kira-kira 200 hasta ke 
belakang. Letak kampung ini 1000 atau 1200 hasta dari tepi timur Batang Alahan 
Pandjang. Ditimur dan ditenggaranya terdapat tebing terdjal dan sebuah bukit 
jang tegak hampir lurus keatas, jang dengan Bondjol dipisahkan oleh sebatang 
anak air. Bukit ini Terdjadi namanja, menguasai lapangan disebelah barat dan 
timurnja. Diatas bukit ini Paderi membuat beberapa kubu jang kuat dan baik 
letaknja, dan dari sana mereka menembakkan meriam jang bermatjam kalibernja 
kepada musuh diseberang barat Alahan Pandjang.
 
..... Disebelah utara dan barat kampung Bondjol terbentang sawah jang luas.
 
Disebelah timur Bondjol membudjur bukit barisan tinggi-tinggi, jang diselimuti 
hutan lebat-lebat. Dibalik timur bukit barisan itulah terletak rahan Lima Puluh 
Kota. Tanah disebelah selatan dan tenggara Lembah Alahan Pandjang ini 
bergunung-gunung dan berbukit batu jang bendjal-bendjol. Keadaan alam ini 
dipergunakan oleh Paderi untuk pertahanannja. Pada umumnja, semak, belukar dan 
hutan sangat tebal disekitar Bondjol ini, hingga kubu-kubu Paderi tidak akan 
segera kelihatan oleh musuh. Ditengah lembah mengalir dan berliku-liku Batang 
Alahan Pandjang, dari utara keselatan. Dibeberapa tempat sungai ini dapat 
diseberangi, karena tidak berapa dalam."
 
Wassalam,
-datuk endang

--- On Thu, 8/14/08, hambociek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Maa Angku Datuk Endang sarato Rang Lapau nan Basamo,

Limo puluah tahunnan lalu, awal bulan Agustus 1958 dalam pajalanan 
hutan rimbo sahari panuah dari Kototinggi ka Bonjo malalui "Bukik 
Batu Badoro" ambo kabatulan tasirumbu ka daerah Benteng Imam Bonjol 
tu. Kawan sapajalanan nan lah lalu ka sinan sabalunnyo mangecekkan 
di siko lah Daerah Benteng Tuanku Imam Bonjol. Dek karano hari alah 
baransua patang juo, dalam manurun ka arah Bonjo, ambo kurang 
mamparatikan wakatu itu bara bana lawehnyo daerah benteng tu karano 
dalam pajalanan wakatu itu tampek tu bagi ambo marupokan sabagian 
dari pajalanan rimbo sajo. 



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke