Assalamulaikum. WW16 Agustus 1968 adalah hari sibuk pertama dalam hidupku, anak 
anak SD Tjahaya Meral  akan ikut tap tu berjalan bawa obor dimalam hari menuju 
Taman Makam Pahlawan di kota kecamatan Tg, Balai Karimun. Esok adalah Hari 
perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia. Rombongan kami menaiki Bas (sebutan 
untuk bis bagi orang orang meral) yang dikemudikan oleh apek apek (cina separuh 
baya).

Ditengah kegembiraan anak anak SD, lagu halo halo bandung, maju tak gentar, 
Dari Sabang sampai Marauke  berkumandang sepanjang jalan membakar jiwa jiwa 
kecil kami. Sepatu yang digosok  berkilat baju yang harus pakai kanji biar rapi 
 dan saat bulgur yang jadi makanan sehari hari kami  pun sudah seperti nasi. 
Kami anak Indonesia akan berjuang mengangkat nama Indonesia ini. Suasana tegang 
konfrontasi dengan Malaysia sudah takterasa lagi. Lubang lubang disekolah yang 
dibuat untuk bersembunyi kala serine bergaung telah ditutup, rumah rumah yang 
dicat loreng masih kelihatan. Perang sesama alat negara, yang terjadi didepan 
rumah kami antara angkatan laut dengan beacukai yang menyisakan banyak 
selonsong peluru sudah mulai hilang dari ingatan kami.

Halo halo bandung…terus berkumandang…, teriakan merdeka yang keluar dari suara 
suara kecil itu disambut meriah oleh para penonton disepanjang jalan yang kami 
lalui…menjadi Indonesia adalah sebuah kebanggan dan cita cita bagi kami.

Bagi saya sehari  sebelum parayaan 17 Agustus adalah hari dimana saya melihat 
jauh kedalam diri saya selolah menagih janji si anak SD.  Apakah si Indonesia 
ini lebih baik dari tahun lalu,  tentu sudah tidak lagi makan bulgur, baju pun 
tidak lagi berkanji, mampukah saya sebagai Indonesia berdiri sama tinggi dan 
duduk sama rendah dengan bangsa bangsa lain di dunia ini.

Hari ini saya tidak lagi  bernyanyi halo halo bandung,  saya menyanyikan lagu 
keringat saya sendiri dengan merah putih tersemat dibaju saya. Saya telah 
berdiri sama tinggi dengan mereka Indonesia. Terima kasih Sukarno dan Hatta, 
Suharto, Habibie, Gusdur, Mega dan Susilo sampai saat ini saya masih bisa 
menyebut diri saya Warga Negara Indonesia.

Dirgahayu Indonesia – Majulah Bangsaku, si pesimis dan tukang lamun , oportunis 
 dan para rampok itu akan hilang dimakan zaman.  Besok pagi aku akan melihat 
acara  detik detik proklamasi, kali ini  dirumah saja dengan layar lebar lima 
puluh inci. Malamnya RT kami akan syukuran dan doa bersama……, Merdeka 
WassalamJakarta, 16 Agustus 2008Zulkarnain Kahar, 49thWelcome to the paradise 
island of sikuai  for business and pleasure if Mauritius is to far from your 
place 


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke