Iyo, Angku Saaf, perkembangan Sejarah panuah dengan apo nan kito 
danga dan alun danga; panuah denqan apo nan dusugukan kapado umum 
dan apo nan tahandok atau dihandokkan di baliak lalang sahalai. 

Apalagi sejarah politik, penuh misteri dan intrik, penuh overt dan 
covert. Itulah sebabnya mangamati sejarah merupakan akrobat 
pemikiran yang fascinating. Apalagi kalau si pengamat dapat 
menghayatinya dengan pikiran tenang dada terbuka dalam membandingkan 
berbagai data. 

Terbitnya buku itu dan direview tanggal 17 Agustus 2008 di harian 
nasional terkemuka, buku itu akan manjadi salah satu bahan baru yang 
mungkin akan dimamah para pembaca dan penganalisa sebagai data di 
alam terbuka.

Salam,
Nyiak Sunguik
-- Sjamsir Sjarif
Santa Cruz, CA, USA

--- In [EMAIL PROTECTED], "Dr.Saafroedin BAHAR" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Inyiak Sunguik, baru kali iko ambo mandanga Jenderal Panggabean 
pai ka Istana Bogor basamo Jendral M.Jusuf, Amir Machmud, dan Basuki 
Rachmat. Juo baru kali ko ambo mandanga ado todongan pistol antaro 
para jenderal tu jo urang banamo Wilardjito ko. 
>  Susahnyo, baliau-baliau nan barampek ko alah wafat, indak bisa 
kito tanyoi lai.Namun kito bisa mambaco biografi baliau-
baliau.untuak mauji kabanaran curito bung Wilardjito [nan mungkin 
sakali eks Cakrabirawa]. 
> 
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar
> (L, masuk 72 th, Jakarta)
> Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]
>  
> --- On Sun, 8/17/08, Hambo Ciek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> From: Hambo Ciek <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Mereka Menodong Bung Karno
> To: [email protected]
> Date: Sunday, August 17, 2008, 5:01 AM
> 
> 
>  Dari  SUARA PEMBARUAN DAILY Minggu 17 Agustus 2008 kita 
baca tinjauan buku: 
> 
> Tragedi Bung Karno dan Wilardjito
>  
> Judul Buku: Mereka Menodong Bung Karno; Kesaksian Seorang Pengawal 
Presiden 
> Penulis: Soekardjo Wilardjito 
> Penerbit: Galangpress, Yogyakarta 
> Tahun: 2008 
> Tebal Buku: 354 halaman 
> ukardjo Wilardjito menyodorkan refleksi sejarah yang pernah 
terjadi di negeri ini. Veteran TNI-AD ini menilai bahwa satu sekuel 
sejarah yang dibahasnya itu berdampak serius terhadap sejarah 
perjalanan Indonesia pada kemudian hari, Surat Perintah 11 Maret 
(Supersemar) 1966. Terlepas apakah pembaca akan percaya dengan 
penuturan dan argumentasi penulis atau tidak, Wilardjito adalah 
pelaku sejarah yang kebetulan menyaksikan runtutnya peristiwa yang 
sedang menjadi pembahasan buku ini. 
> ... dst ... lihat sumber artikel....
> Last modified: 15/8/08 
> Sumber: http://www.suarapembaruan.com/News/2008/08/17/index.html



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke