Iko pulo kecek angku Asvi dari LIPI pado tanggal 13 nan lalu di Kompas
perihal nan makngah kirimkan kapalanta ko mak ngah.
---------------------------------------------------------

PENGAKUAN mengejutkan muncul dari Semarang, Selasa (12/8). Andaryoko Wisnu
Prabu, 89 mengaku sebagai Supriyadi, pejuang PETA yang juga pahlawan
nasional yang ditulis sejarah menghilang. Benarkah dia adalah Supriyadi?
Berikut wawancara persdanetwork dengan sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam
terkait pengakuan Andaryoko Wisnu Warman Adam.

Sebagai sejarawan, bagaimana komentar Anda soal pengakuan Andaryoko bahwa
dirinya adalah Supriyadi ?
Sebetulnya bukan satu kali ini ada orang yang mengaku Supriyadi. Paling
tidak sudah lebih dari lima kali ada orang yang mengaku Supriyadi. Dalam hal
ini ada dua hal, ada supply-demand. Maksud saya, dalam situasi kritis, orang
butuh apa yang disebut dengan ratu adil. Misal dengan adanya tokoh yang
dianggap menyelesakan persoalan, apakah pahlawan yang hilang. Nah di tengah
kebutuhan masyarakat itu, ada Andaryoko yang di Semarang cukup lama dikenal
sebagai budayawan, yang tahu banyak tentang peristiwa Blitar, yang ternyata
tahu banyak
tentang Supriyadi, yang akhirnya dipercaya sebagai Supriyadi.

Apakah Anda berpikir dia Supriyadi atau bukan ?
Saya lebih meyakini dia sebagai anggota PETA yang kemudian bekerja di
Semarang di bidang pemerintahan dan mendapat kedudukan yang cukup lumayan,
dan dia orangnya cerdas dan sehat, sehingga sampai sekarang masih umur
panjang. Sebagai seorang anggota PETA yang ada di Blitar, dia tahu segala
kegiatan PETA di Blitar. Tapi mungkin bukan Supriyadi, karena anggota PETA
yang ada waktu itu kan ratusan.

Bagaimana caranya untuk membuktikan kebenaran yang bersangkutan Supriyadi
atau bukan ?
Waktu Try Soetrisno jadi Wakil Presiden itu ada orang di Jogja ngaku sebagia
Supriyadi. Kemudian Pak Try meminta Utomo Darmadi adik tiri Supriyadi untuk
datang ke Jogja, dan mengecek dua hal. Pertama ngajak ngomong Belanda dan
orang itu gak ngerti. Kemudian dia mencoba menanyakan sesuatu dalam bahasa
populer jepang, orang itu gak bisa
nangkap. Supriyadi itu sekolah MULO dan STOVIA, jadi bahasa Belanda lumayan,
juga latihan jepang, Jadi banyak menguasai istilah-istilah Jepang, tapi
orang itu dua-duanya nggak bisa.

Bagaimana dengan Andaryoko ?
Ini kan orangnya sudah sangat tua. Tetapi dalam percakapan dengan Baskara
Wardaya dia sama sekali tidak pernah mengucap istilah bahasa Belanda
satupun. Padahal orang yang berusia 70-80 seperti ibu SK trimurti, itu pasti
keluar istilah Belanda karena pernah sekolah, pasti masih lengket. Ini kan
cuma jawa saja

Cara lain ?
Bisa melalui keterangan-keterangan dia. Kita bisa mempercayai tokoh sejarah
berdasarkan keterangan/pengetahuan yang dia sampaikan. Kalau informasi itu
keliru kita bisa meragukan integritas dia.

Lalu, bagaimana dengan Andaryoko ?
Hampir banyak sekali dari informasi yang dia sampaikan itu tidak cocok
dengan fakta historis.

Misalnya ?
Misalnya dia menyatakan 17 agustus dia hadir waktu upacara penaikan bendera,
dan bahkan ia ikut mengerek bendera. Padahal secara historis yang mengerek
bendera itu adalah Latif Hendradiningrat, yang dibantu seorang anak kecil
berpakaian celana pendek. Dia juga menyatakan sidang BPUPKI dia ikut
membawakan tas Bung Karno, jadi apakah betul BK untuk ikut sidang itu bawa
tas atau bagaimana.

Lainnya ?
Dia menyatakan sidang-sidang untuk menetapkan UUD 45 di gedung juang yang
sekarang. Sebetulnya itu keliru juga karena sidang itu di gedung Pantjasila
yang sekarang berada di dalam kompleks Deplu Pejambon. Dan yang menurut saya
yang sangat aneh, dia tahun 45 menolak untuk ikut dalam pemerintahan karena
dia meramalkan dalam 20 tahun lagi akan ada huru-hara di Indonesia dan
ketika itu orang yang dukung Bung Karno akan tersingkir. Dia milih di luar
pemerintahan. Menurut saya itu klenik, mistis, karena CIA saja tidak bisa
meramalkan dengan tepat. Kemudian dia juga hadir di dalam Supersemar
diserahkan di istana bogor, jadi banyak sekali kebetulan yang menimbulkan
tanda tanya. Pengakuan Andaryoko dipertanyakan karena dia itu hadir di
mana-mana. Dia itu tokoh mistis yang bisa meramal kejadian pada 20 tahun
yang akan datang.

Lalu, bagaimana jika dia memang benar Supriyadi ?
Persoalannya, pahlawan nasional selama ini diusulkan oleh Depsos itu adalah
orang yang sudah meninggal. Karena kalo belum meninggal diangkat jadi
pahlawan, dan lalu dia melakukan hal tidak terpuji, itu akan sangat
memalukan bangsa. Kalau Supriyadi sudah dinyatakan Pahlawan Nasional, dan
ternyata ada orang masih hidup, apakah gelar kepahlawanan itu akan dicabut
atau dicancell, menunggu sampai dia meninggal baru dikembalikan gelarnya,
jadi agak repot juga. Karena selama ini, dia dinyatakan hilang meninggal.

Apa selama ini sudah ada upaya untuk mengecek Supriyadi memang sudah
meninggal ?
Pemerintah juga melakukan upaya penggalian sebelum diangkat pehlawan. Dicari
keterangan bahwa ada seorang haji di Banten yang menguburkan Supriyadi,
ditunjukkan foto Supriyadi, dan pak haji di Banten itu tahu. Lalu kemudian
ditemukan kerangka yang ternyata oleh adik tirinya dikatakan bukan punya
ciri-ciri Supriyadi.

Hadi Santoso
Sumber : Persda Network 
http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/13/20512524/asvi.andaryoko.anggota.pe
ta.tetapi.bukan.supriyadi

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of hambociek
Sent: 20 Agustus 2008 12:40

Dari SUARA PEMBARUAN DAILY 19 Agustus 2008 kita baca pula:

Kontroversi Buku "Mencari Supriyadi" 

Narasi Alternatif untuk Kebenaran Sejarah

SP/Fuska Sani Evani

FX Baskara Tulus Wardaya SJ 
---CUT


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke