(The Philosophy of Being Second (Hsing Yun's Hundred Sayings Series) (Paperback) by Hsing Yun (Author), Venerable Master Hsing Yun (Author), Master Hsing Yun (Author)
Editorial Reviews Book Description The Philosophy of Being Second comprises inspiring snippets of first person narratives written by Master Hsing Yun,a Chinese Buddhist master, with over 60 years of practice. The world that appears in his mind is perpetually filled with brilliance and perfection. He is content to be "the second", being guided by those above while guiding those below. He believes that to succeed one needs to start as the "number two". Rather than insisting upon being in the spotlight, one should work according to circumstances.He who devotes himself to helping others succeed, even while working hard to actualize himself, truly becomes his own master. About the Author Master Hsing Yun is the 48th Pattriarch of the Linzi Chan School, and also the founder of one of the world's largest Buddhist order, the Fo Guang Shan Buddhist Order based in Kaohsiung, Taiwan. Dedicated to bringing Humanistic Buddhism to mainstream society throughout the world, Master Hsing Yun has written numerous inspiring books on the topic. Many of his works have also been translated into a number of languages such as English, Spanish, German, French, Russian, Korean, and Japanese. (www.amazon.com) Resensi buku: Bahagia Menjadi Nomor Dua Gede Prama Puluhan tahun lalu, David C McClelland dikenal dengan idenya tentang masyarakat berprestasi. Hampir di setiap negara, korporasi tertarik mempercepat pertumbuhan dengan menginjeksikan virus motivasi berprestasi. Fundamental dalam ide ini, kehidupan hanya layak dijalani bila menjadi nomor satu. Dan sekian puluh tahun setelah ide ini berlalu, tampaknya penyebaran virusnya masih berjalan cepat. Di dunia korporasi, pusat pertumbuhan dari mana masa depan disiapkan, ditandai oleh semakin derasnya penyebaran virus ini. Dalam pergeseran-pergeseran kekuasaan negara juga serupa. Yang berpengaruh adalah tokoh seperti George W Bush, John Howard yang agresif, diimbangi teroris yang tidak kalah agresif. Sebagai hasilnya, suhu hubungan antarmanusia di dunia memanas dari hari ke hari. Soal implikasi kemajuan materi dari injeksi virus berprestasi, memang tidak diragukan. Namun semua ada ongkosnya. Kedamaian, kebahagiaan, dan kenyamanan jiwa hanya sebagian hal yang harus dikorbankan. Isu pemanasan global yang belakangan ditiupkan ulang secara besar- besaran oleh Al Gore, belum terlihatnya tanda-tanda perdamaian akibat serangan AS ke Afganistan dan Irak, serta memanasnya suhu politik di beberapa negara yang dulu sejuk seperti Thailand dan Myanmar hanyalah sebagian tanda. Negeri ini juga serupa. Sepuluh tahun reformasi ditandai gesekan- gesekan antarelite yang berebut menjadi nomor satu. Di zaman pemilihan kepala daerah secara langsung, rakyat teramat sibuk melayani elite yang semuanya mau nomor satu. Rahasia-rahasia sentuhan Sebagaimana ditulis Daoed Joesoef tentang ekonomi Jepang, tiang penopang kemajuan Jepang yang mengagumkan itu adalah ibu rumah tangga yang melaksanakan tugas keibuannya dengan rasa bangga dan bahagia. Cerita India juga serupa. Begitu India merdeka, Mahatma Gandhi ikhlas memberikan kursi perdana menteri kepada Nehru. Sebuah keputusan yang menyelamatkan India, sekaligus memberi kesempatan India bertumbuh tanpa diganggu virus perseteruan menjadi nomor satu. Mohammad Hatta adalah legenda Indonesia. Ia berbahagia mengisi hidupnya dengan menjadi nomor dua. Saat itu, beberapa kali terjadi perselisihan dengan orang nomor satu. Ia selamatkan negeri ini dengan cara berbahagia menjadi nomor dua. Di Timur pernah lahir guru agung dengan cahaya terang. Jauh sebelum ia mengalami pencerahan, guru ini pernah terlahir sebagai kura-kura. Suatu hari di tengah lautan, kura-kura ini melihat manusia terapung. Hanya karena menempatkan hidup orang lebih penting daripada hidupnya, ia gendong manusia ini ke pinggir pantai. Setelah kelelahan di pantai, ia tertidur. Saat terbangun, tubuhnya sudah dalam keadaan diselimuti ribuan semut. Lagi-lagi karena menganggap hidup orang lebih penting daripada hidupnya, ia biarkan ribuan semut memakan tubuhnya. Padahal, hanya dengan gerakan ke laut, ia selamat dari ribuan semut ini. Terinspirasi kehidupan seperti inilah, lalu lahir orang-orang seperti Master Hsing Yun. Dalam karya indahnya, The Philosophy of Being Second, guru rendah hati yang banyak dipuji ini bertutur tentang rahasia hidupnya. Di salah satu pojok bukunya, ia menulis, “you are important, he is important, I am not”. Orang lain lebih penting Memang terdengar aneh, terutama bagi mereka yang biasa menyembah ego, meletakkan nomor satu sebagai satu-satunya kelayakan kehidupan. Namun, bagi raksasa pelayanan kelas dunia seperti Singapore Airlines, keberhasilan mereka dikarenakan rajin mengajari orangnya bahwa “orang lain penting, saya tidak penting”. Dalai Lama is a living spiritual giant. Mendapat Nobel Perdamaian dan penghargaan sivil tertinggi di AS yang membuatnya sejajar George Washington dan Paus Yohanes Paulus II. Rahasia di balik semua ini juga serupa, musnahnya semua ego, hanya menyisakan kebajikan. Lebih-lebih pejalan kaki di jalan Tuhan dan Buddha. Hampir tidak pernah terdengar bahwa ego dan kecongkakan membawa seseorang sampai di tempat jauh. Mereka yang dikagumi di jalan ini hampir selalu ditandai oleh kesediaan menempatkan orang lain di nomor satu, lalu membangun kebahagiaan dengan membahagiakan orang lain. Bagi seorang Master Hsing Yun malah lebih jauh lagi, being touched is the most wonderful thing in life. Tersentuh, apalagi sampai menitikkan air mata, adalah pengalaman batin yang menawan. Siapa pun yang berhasil membuat orang lain tersentuh tidak saja sedang menciptakan kebahagiaan, tetapi juga membuat orang membangun tembok kesetiaan yang susah ditembus. Di sebuah pojokan kehidupan guru rendah hati ini, pernah terjadi ia demikian dipuji, dikagumi. Sehingga tidak saja dirinya yang menitikkan air mata, langit yang biru tanpa awan sedikit pun ikut meneteskan air mata dengan menurunkan hujan. Seperti sedang bercerita, tidak ada kecongkakan yang menyentuh hati. Kebajikan, ketulusan, dan kesediaan membangun kebahagiaan di bawah kebahagiaan orang lain, itulah rahasia-rahasia sentuhan. Alam memang penuh tanda. Ia tidak melarang manusia menjadi nomor satu. Jumlah batu yang menjadi puncak gunung jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang menjadi lereng dan dasar gunung. Bila usaha hanya berujung pada nomor dua, ia sebuah pertanda mulia: kita sedang menjadi lereng dan membuat orang lain jadi nomor satu, di puncak. Bukankah ini sikap yang menyentuh? Perlambang alam lain, kelapa tumbuh di pantai, cemara tumbuh di gunung. McClelland telah membuat banyak manusia jadi nomor satu, lengkap dengan hawa panas ala kelapa di pantai. Master Hsing Yun memberikan inspirasi tentang kehidupan yang menyentuh karena berbahagia jadi nomor dua, mempersilakan orang lain menjadi nomor satu, mirip cemara yang sejuk di gunung. Bila pencinta nomor satu berfokus pada menjadi benar dan hebat, kesejukan ala cemara berfokus pada menjadi baik dan menyentuh. Ia serupa kisah tiga anak yang memilih tiga buah pir pemberian tetangga. Murid McClelland akan memilih yang terbesar dan tersegar. Anak yang batinnya sejuk akan memilih yang terkecil dan terjelek. Ia berbahagia melihat orang lain menikmati buah pir yang besar dan segar. Dan Anda pun bebas memilih ikut yang mana. (Gede Prama Bekerja di Jakarta; Tinggal di Desa Tajun, Bali Utara) Trimakasih, mudah2an sempat memacanya dengan utuh zie female, 27 padang --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
