"Orang Minang itu orthogenic, mereka merasa muslim terlebih dahulu,
baru merasa sebagai orang Minang," demikian kira-kira ucapan Dr Taufik
Abdullah seperti dikutip TEMPO sekitar 20 tahun yang silam.

Walaupun sampai sekarang saya belum tahu persis arti orthogenic dan
belum berhasil menemukannya dalam kamus, termasuk di dalam kamus
Webster, saya mengerti apa yang dia maksud, dan sepertinya tentu
beliau tidak asal bicara.

Hal itu mencuat kembali ketika saya melihat ahli sejarah dan mantan
Ketua LIPI berdarah Minang tersebut termasuk dalam daftar penerima
Bakri Award di sebuah TV swasta tadi malam. 

Wassalam, H Darwin Bahar St Bandaro Kayo (65)



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke