Dunsanak di palanta yth.
Berita yang menyebutkan :

Angka kematian "ibu melahirkan dan bayi" di Sumbar meningkat dibanding tahun 
lalu. Dari 2,8 persen naik menjadi 3,4 persen. 
 
Berita tersebut merupakan indikator utama menurunnya kondisi pembangunan di SB 
dan tidak optimalnya pelaksanaan program kesehatan (sebaiknya DPRD menanyakan 
hal ini ke gubernur!). 
 
Angka Kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi merupakan indikator 
penting di dalam kemajuan suatu  masyarakat/bangsa karena berkaitan dengan 
status pendidikan, lingkungan hidup, penghasilan keluarga dan tersedianya 
pelayanan obgyn yang terjangkau biayanya. 
Berbeda dengan angka KK miskin (sering direkayasa) maka akb dan kematian ibu 
melahirkan tak bisa direkayasa. 
 
Ibu hamil dan bayi/anak adalah makhluk paling utama yang dijaga di dalam 
periode kehidupan manusia normal di dunia ini. 
Apakah kita (terutama pemerintah !) tidak baraja ka alam ?
 
Untuk lebih jelasnya silakan lihat angka statistik hubungan antara kematian 
bayi dengan income perkapita di suatu negara di:
 http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=104
 
Memperbanyak jumlah dokter obgyn hanyalah salah satu upaya saja 
dari sekian banyak upaya penurunan akb dan angka kematian ibu
yang melahirkan.  
 
Menurut ambo seharusnya dana pemerintah sebaiknya 
difokuskan untuk mengaktifkan posyandu karena di posyandu itulah 
masyarakat bisa terlibat langsung menjaga kesehatan diri/kaum-keluarganya 
(baliata dan bumil).
 
Mungkin (?) Sumbar tidak Kekurangan Spesialis Kandungan, tetapi penyebaran yang 
tidak merata. di kota Padang ada 77 obgyn untuk penduduk kurang dari 1 juta. 
 
Memperbanyak tenaga kesehatan tidak salah, akan tetapi mengajak rakyat untuk 
mengerti kesehatan/terlibat menjaga kesehatan kaumnya jauh lebih baik, bak kato 
pituah urang gaek awak;
Bajalan samo mairiang, baiyua samo maisi atau sato sakaki manjaga kesehatan 
bumil dan balita kita melalui posyandu.
 
Wassalam
 
Abraham Ilyas 63 th
www.nagari.or.id
www.nagari.org
 
 
From: Nofiardi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Sumbar Kekurangan Spesialis Kandungan
To: [email protected]
Cc: "suheimi ksuheimi" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, August 20, 2008, 9:00 PM 







Sumbar Kekurangan Spesialis Kandungan 
 




Kamis, 21 Agustus 2008 


Padang, Singgalang
Sumbar dengan penduduk sekitar 4 juta jiwa lebih, hingga hari ini masih 
kekurangan dokter spesial obgyn (dokter kandungan). Akibatnya kematian ibu 
melahirkan dan bayi yang baru lahir masih tinggi. Kondisi itu akan segera 
ditangani Dinas Kesehatan Sumbar, mengingat hal tersebut merupakan salah satu 
indikator penting dalam pencapaian Sumbar Sehat pada 2010 mendatang. “Angka 
kematian ibu melahirkan dan bayi di Sumbar meningkat dibanding tahun lalu. Dari 
2,8 persen naik menjadi 3,4 persen. Kondisi ini menjadi tanggungjawab semua 
pihak, mulai dari tenaga kesehatan hingga masyarakat banyak,” kata Kepala Dinas 
Kesehatan Sumbar, Rosnini Savitr ketika memberikan sambutan pada penyerahan 
brevet spesialis kepada empat peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis 
(PPDS) Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Unand di Aula Poliklinik RS. 
M. Djamil Padang Rabu (20/8).
Dikatakannya, saat ini ada beberapa RS di daerah yang membutuhkan dokter 
spesialis obstetri dan ginekologi. RS yang membutuhkan jasa dokter spesialis 
kandungan dan anak itu adalah RS Muara Labuah, RS Lubuk Sikaping, RS Suliki, RS 
Lubuk Basung dan RS di Mentawai.
“Masyarakat masing-masing daerah itu sangat membutuhkan tenaga dokter spesialis 
obgyn itu, tapi sangat jarang dokter yang mau terjun ke daerah tersebut. Karena 
daerah itu kurang diminati, selain itu jumlah mereka juga terbatas. Sebab 
terkendala dana untuk mendapatkan status sebagai dokter spesialis,” sebut 
Rosnini.
Menurut Rosnini, agar banyak dokter umum yang meraih dokter spesialis, terdapat 
dana Health Work and Service (HWS) dari Bank Dunia pada 2007 lalu. Namun dana 
tersebut sudah habis karena sudah digunakan untuk peningkatan mutu SDM medis. 
Tahun depan dana bagi peserta PPDS tersebut rencananya akan dianggarkan dari 
APBD.
Untuk mengatasi keterbatasan dokter obgyn tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi 
telah membentuk Pokesdes yang fokus pada pelayanan ibu dan anak. Selain itu 
Dinkes juga memberikan pelatihan kepada para bidan, agar lebih efektif dalam 
menangani ibu yang akan melahirkan. Dan masih banyak pembinaan lainnya yang 
dilakukan Dinkes untuk mengatasi masalah di atas.
Sementara, brevet kemarin diserahkan kepada Dr. Pramudya Ramadhan, dr. Muhamad 
Hanif, Dr. Chandra NF dan Dr. Hendri Zola. Sedangkan di RS. M. Djamil Padang 
terdapat 77 obstetri dan ginekologi. Jumlah itu masih sangat terbatas mengingat 
tingginya kebutuhan masyarakat Sumbar terhadap pelayanan dari para dokter 
spesialis tersebut. o304
 
Copyright © 2007 - 2008 Harian Singgalang. 
http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=2657&Itemid=287
The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you. 





      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke