Belum Ramah untuk Investasi, Sumbar di Urutan 19 Investasi PMA
Jumat, 22 Agustus 2008 Padang, Padek-- Upaya pemerintah daerah yang terus menggenjot investasi di Sumbar, masih belum memuaskan. Sumbar hanya bercokol di urutan 19 dari 26 provinsi untuk investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan urutan 16 dari 30 provinsi bagi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN). Kondisi ini memberi gambaran, Sumbar belum ramah untuk berinvestasi. Khusus investasi PMA, menurut data yang dihimpun Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi periode 1 Januari 1950-30 Juni 2008 baru USD 342,5 juta dengan jumlah 28 proyek. Ranking ini lebih baik sedikit dari Jambi yang duduk di posisi USD 154,2 juta dengan 10 proyek. Angka ini masih jauh tertinggal dari Riau di peringkat 5 dengan nilai investasi USD 4.606,9 juta dan 62 proyek. Menariknya, untuk investasi PMDN, posisi Sumbar jauh tertinggal dari Jambi. Provinsi tetangga Sumbar ini mampu membukukan nilai investasi Rp7.445,3 miliar dengan jumlah 48 proyek. Namun lebih baik dari Bengkulu pada posisi 30. Bumi Raflesia ini hanya membukukan nilai investasi Rp172,5 miliar dan nilai proyek 9. "Selaku provinsi yang tak masuk dalam daerah prioritas untuk berinvestasi, mau tak mau pemerintah daerah harus lebih proaktif dan serius untuk mendorong percepatan investasi di Sumbar. Instrumen-instrumen yang mempengaruhi masuknya investasi wajib untuk dibenahi," ujar Kepala BKPM M Lutfi dalam Lokakarya "Meningkatkan Daya Saing Sumbar untuk Tujuan Investasi dan Berusaha" di Gedung E Kampus Unand, kemarin. Ia melihat upaya ke arah itu belum sepenuhnya terlihat. Ini terlihat dari tren penurunan investasi PMDN empat tahun belakangan. Kalau 2004 lalu, nilai investasi mencapai Rp490,66 miliar dan USD 54,51 juta, tahun 2006 malah menurun menjadi Rp74,41 miliar dan USD 8,27 juta. Sedangkan PMA masih berfluktuatif sejak empat tahun belakangan. "Memang banyak hal yang harus dibenahi untuk menarik orang datang Sumbar. Selain perbaikan infrastruktur, juga aspek keamanan dan kenyamanan bagi investor. Sekarang masih banyak ditemukan investor merasa diperas dan dipersulit dalam pengurusan perizinan. Persoalan-persoalan seperti itulah yang harus didudukkan lagi," tukasnya didampingi eksportir Ramal Saleh. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi yang tampil dalam lokakarya tersebut juga mengakui masih enggannya investor menanamkan investasi di Sumbar. Salah satu penyebabnya, belum ada action, padahal akar persoalannya sudah diketahui. Rektor Unand Prof Musliar Kasim mengungkapkan, pelaksanaan lokakarya ini ditujukan untuk memberikan gambaran yang jelas kepada stakeholders tetang kondisi riil Sumbar, hari ini. "Ke depan kita akan tetap menggelar kegiatan serupa, karena mampu memberikan keuntungan kepada masyarakat," tukas Rektor. (rommi delfiano) (c) 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar http://www.padangekspres.co.id/content/view/15872/1/ The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: image001.jpg>>
