Kalau begitu kita satu kampuang Dimana Bot di Pariamannya? salam K Suheimi
----- Original Message ---- From: Bot S Piliang <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Saturday, August 23, 2008 11:46:30 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: KUE ARAI PINANG Betul Pak.... KAlau lebaran datang, kami (kebetulan kami sekeluarga dari kota Pariaman), selalu membuat ladu. Kalau Anduang saya menyebutnya LADU MAYANG. Adonan pun dibuat khusus, tidak asal-asalan, salah membuat maka kepingan LADU bisa keras dan alot banget, cime'eh urang Piaman..ELOK DIPUNGKANGAN KA NAN BAKAKI AMPEK...hehe Setelah adonan selesai dipadu, lalu uni-uni ambo segera membulat2kan dan mencetak dengan arai pinang yang dibasahi minyak kelapa. Sehingga wanginya terasa. Sekarang rata-rata ladu mayang tidak dibuat dengan arai pinang lagi, tapi dengan cetakan, sehingga seni dan aromnya tidak lagi kerasa. Sewaktu kuliah, setiap pulang lebaran. ketika kembali ke Bandung, saya selalu minta dibuatkan Ladu Mayang sekantong besar sama Ibunda untuk oleh-oleh dan "ka digatok-gatok" di bandung. Hmm..yummmyy... Salam BSP suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: KUE ARAI PINANG Oleh ; Dr. H.K.Sueheimi Namanya kue arai pinang karena untuk mencetaknya digunakan arai pinang. Setelah tepung beras itu dibikin adonan, kemudian di bulat-bulatkan sebesar kelereng, lalu dia di cetak dengan menggu nakan cetakan arai pinang. Untuk mudah mengingatnya kue itu dibei nama kue arai pinang. Di Pariaman kue itu disebut dengan ladu. Dari kecil sampai hari ini saya suka sekali memakan kue arai pinang, karena keharumannya, karena kegurihannya. Waktu kecil di Pariaman saya sering mencuri kue ini, saya masukkan beberapa genggam kedalam saku celana, kemana pergi selalu saya bawa, waktu di kunyah dia berderuk-deruk, menghasilkan bunyi yang merangsang dan menerbitkan selera makan, apalagi kalau yang membikin adonan nya pintar, sehingga kue itu rapuh waktu di kunyah-kunyah. Setiap lebaran selalu diatas meja tersedia kue arai pinang. Saya perha- tikan, tangan-tangan orang kebanyakkan menjamba kue ini. Kue ini yang cepat habisnya dan sering di ganti-ganti. Bahannya murah, hanya dari tepung beras, dan membikinnyapun tidak begitu sulit, dan dia cocok dengan selera. Ada 3 macam kue yang saya lihat laku di hari Raya, ialah kue arai pinang, kue bawang dan kacang tojin. Tidak pernah kita bosan memakannya. Sekarang orang semakin maju, bermacam-macam kue yang terhi dang di meja, banyak kue-kue yang terlalu manis dan banyak men gandung mentega, ditambah dengan sirup-sirup berwarna yang semua nya mengadung kadar gula yang tinggi dan kadar lemak dan kholes teol yang tinggi. Kalau mampir di setiap rumah disuguhi kue yang manis, sirup yang manis, lemak dan kholesterol yang tingi. Terasa kerongkangan cepat bosan dan perutpun tidak begitu mau menerima nya. Sebetulnya tolakkan dari perut dan kerongkongan itu, satu pertanda bahwa makanan itu bisa mengakibatkan ketidak seimbangan dan bisa-bisa menimbulkan penyakit gula dan penyakit peninggian kadar kholesterol. Kalau kedua penyakit ini, telah mampir di tubuh, untuk mengobatinya kembali bukan main susahnya. Saya tidak tahu, entah karena gengsi entah karena apa, banyak orang bangga kalau di mejanya tersedia makanan dengan kadar gula dan kadar lemak yang tinggi, disertai lagi oleh maka nan dan minuman kaleng serta sirup-sirup yang berwarna. Padahal ahli jantung dan pembuluh darah, menyeru dan meman gil kita semua, jauhi dan hindari makanan yang mengandung lemak dan makanan yang manis-manis. Ahli onkologis atau ahli penyakit kanker ( tumor ganas), selalu meneriakkan, hindari makanan kaleng dan jauhi memakan makanan dan minuman yang ada zat warnanya, karena hasil penyelidikan mereka dalam zat warna dan zat-zat yang sudah lama atau diawetkan, merupakan zat-zat yang teratogenik. Atau merangsang terjadinya penyakit kanker. Di negara-negara maju, sekarang orang kembali mencari maka nan-makanan yang alamiah, orang kembali mencari umbi-umbian, memakan sayar dan buah-buah segar. Orang kembali beralih mening gakan makanan kaleng yang sudah diawetkan dan makanan yang men gandung zat warna, serta makanan yang manis dan berlemak, jeroan, isi perut, usus, babek, gajebo, gulai otak dan paru-paru yang mengandung kadar kholesterol yang sangat tinggi, mulai dihindari orang. Semua itu berdasarkan penyelidikan dan pengamatan=pengama tan. Sebaik-baik makan yang diawetkan, atau makanan yang sudah lama terletak, apalagi kalau sudah kadaluwarsa, atau habis masa boleh beredarnya. Tentu jauh lebih baik makan segar dan baru. Buah-buahan segar, sayur-sayuran segar. Justru di negara maju, makanan segar ini yang lebih mahal. Muncul sekarang istilah back to nature, kembali kepada alam. Ternyata makanan yang bermanfaat itu adalah yang di tumbuhkan dari bumi. Kalau Tuhan berkata bahwa Kami ciptakan manusia itu min sulalatin min Tiin, dari sari-sari tanah. Itu berarti manusia itu cocok memakan makanan yang berasal dari tanah, semua buah- buahan dan semua sayur-sayuran. Perhatikanlah sususunan gigi geligi kita, seperti gigi kambing, tersusun rata, tidak ada taringnya. Susunan gigi kita seperti susunan binatang memamah biak, maka gigi ini lebih cocok memakan sayuran dan buah-buahan. Dari dulu nenek moyang kita memang memakan sayur dan buah-buahan, sehingga mereka berumur panjang. Lalu kapan manusia mulai memakan binatang ?. Ada yang menjawab, sewaktu topan nabi nuh, karena diatas kapal manusia kelaparan, dan diatas kapal sayur-sayur serta buah-buahan sulit didapat, maka dalam keadaan darurat itu, manusia memakan daging. Jadi daging dan hewan itu di makan karena keadaan darurat. Kemudian ada yang bertanya, bagaimana dengan protein?. Sesungguhnya didalam tumbuh-tumbhanpun banyak protein yang dike nal dengan naman protein nabati. Lihatlah tempe dan jenis kacang-kacangan, dia mengadung protein yang bagus dan mengandung serat yang tinggi, sehingga orang yang makan tempe, tubuhnya sehat dan pencernaannyapun lancar. Sedangkan orang yang makan daging dan lemak sering mengeluh gangguan sakit perut dan susah buang air besar. Sewaktu akan memasuki lebaran ini, betapa inginnya kalau di meja tuan rumah, ada jagung rebus, ubi rebus, kacimuih, atau buah segar. Atau ketupat lebaran, karena ketupat murah membuatnya dan tahan sampai 2 hari, sehingga dalam berlebaran, tuan rumah tidak begitu direpotkan oleh membuat kue berjenis-jenis macamnya dan tidak memasak sambal dan gulai yang mengandung kholesterol. Kesan kita setiap lebaran datang banyak manusia yang menyambutnya secara berlebih-lebihan dan banyak yang mubazir dan banyak pula yang menimbulkan penyakit. Agaknya baik kita ikuti ajakkan Tuhan agar memakan makan yang halal dan makanan yang baik. Baik untuk diri, baik untuk kesehatan, serta halal. Untuk semua itu, baiklah kita simak sebuah Firman suci-Nya dalam surat Al Bagarah ayat 168:\B"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah langkah syitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu". Kita anak alam, kembalilah kepada alam, jangan macam-macam. ikutilah anjuran ahli jantung supaya jantung jadi sehat, turiti lah anjuran alhli pembuluh darah supaya darah menjadi lamcar. Dengarlah pesan ahli kanker, supaya terhindar dari penyakit yang menakutkan dan mambunuh itu. Semua mereka berpesan, jauhi memakan makanan yang mengandung gula yang tinggi, lemak, makanan kaleng dan minuman berwarna Beberapa hari lagi kita akan memasuki lebaran, justru untuk persiapan ebaran itu, manusia berlomba=lomba membuat kue dan penganan dari gula lemak dan minuman berwarna serta makanan kaleng. Apakah memang cara begini yang dianjurkan agama ?. Saya ngak tahu, tapi kalau saya berhari raya ke rumah seseorang, alangkah inginnya saya kalau di rumah orang itu justru yang tersedia, buah-buahan, kue arai pinang, kue bawang dan kacang tojin. Dan kalau ada yang mejajikan, jangung rebus, ubi rebus, atau kacimuih, betapa lezatnya. Murah, meriah, bermanfaat dan tak perlu di takutkan akan menimbulkan penyakit. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
