Assalammualaikum WR WB bapak suheimi yth. Kami memang sudah berencana untuak
lebaran nanti ndak manbuek kue2an nan modalno maha, tapi tetap akan mambuek
cangjin n kue bawang. Trus di sadiokan buah2an nan murah mariah. Minuman pakai
aqua gelas sajo. Di bkl minum aqua lai alah biaso disadiokan urang. Nan
manyiapkan minuman kaleng banyak pulo. Tapi bapak, kalau dapek di rumah bapak
jan 3 macam kue dun sen nan bapak siapkan. Siapkan juo kue nan maha2 dan nan
lamak rasono. Jadi kalau kami nan indak manbuek kue nan lamak, bisa mamakanno
di rumah bapak. Kalau dimakan jumlah saketek kan gpp kan bapak? Bia nak batuka
pulo salero kami he he he. Wass. Hanifah
suheimi ksuheimi wrote:
> KUE ARAI PINANG
>
> Oleh ; Dr. H.K.Sueheimi
>
> Namanya kue arai pinang karena untuk mencetaknya digunakan
>
> arai pinang. Setelah tepung beras itu dibikin adonan, kemudian di
>
> bulat-bulatkan sebesar kelereng, lalu dia di cetak dengan menggu
>
> nakan cetakan arai pinang. Untuk mudah mengingatnya kue itu dibei
>
> nama kue arai pinang. Di Pariaman kue itu disebut dengan ladu.
>
> Dari kecil sampai hari ini saya suka sekali memakan kue arai
>
> pinang, karena keharumannya, karena kegurihannya. Waktu kecil di
>
> Pariaman saya sering mencuri kue ini, saya masukkan beberapa
>
> genggam kedalam saku celana, kemana pergi selalu saya bawa, waktu
>
> di kunyah dia berderuk-deruk, menghasilkan bunyi yang merangsang
>
> dan menerbitkan selera makan, apalagi kalau yang membikin adonan
>
> nya pintar, sehingga kue itu rapuh waktu di kunyah-kunyah. Setiap
>
> lebaran selalu diatas meja tersedia kue arai pinang. Saya perha-
>
> tikan, tangan-tangan orang kebanyakkan menjamba kue ini. Kue ini
>
> yang cepat habisnya dan sering di ganti-ganti. Bahannya murah,
>
> hanya dari tepung beras, dan membikinnyapun tidak begitu sulit,
>
> dan dia cocok dengan selera. Ada 3 macam kue yang saya lihat laku
>
> di hari Raya, ialah kue arai pinang, kue bawang dan kacang tojin.
>
> Tidak pernah kita bosan memakannya.
>
> Sekarang orang semakin maju, bermacam-macam kue yang terhi
>
> dang di meja, banyak kue-kue yang terlalu manis dan banyak men
>
> gandung mentega, ditambah dengan sirup-sirup berwarna yang semua
>
> nya mengadung kadar gula yang tinggi dan kadar lemak dan kholes
>
> teol yang tinggi. Kalau mampir di setiap rumah disuguhi kue yang
> manis, sirup yang manis, lemak dan kholesterol yang tingi. Terasa
>
> kerongkangan cepat bosan dan perutpun tidak begitu mau menerima
>
> nya.
>
> Sebetulnya tolakkan dari perut dan kerongkongan itu, satu
>
> pertanda bahwa makanan itu bisa mengakibatkan ketidak seimbangan
>
> dan bisa-bisa menimbulkan penyakit gula dan penyakit peninggian
>
> kadar kholesterol. Kalau kedua penyakit ini, telah mampir di
>
> tubuh, untuk mengobatinya kembali bukan main susahnya.
>
> Saya tidak tahu, entah karena gengsi entah karena apa,
>
> banyak orang bangga kalau di mejanya tersedia makanan dengan
>
> kadar gula dan kadar lemak yang tinggi, disertai lagi oleh maka
>
> nan dan minuman kaleng serta sirup-sirup yang berwarna.
>
> Padahal ahli jantung dan pembuluh darah, menyeru dan meman
>
> gil kita semua, jauhi dan hindari makanan yang mengandung lemak
>
> dan makanan yang manis-manis. Ahli onkologis atau ahli penyakit
>
> kanker ( tumor ganas), selalu meneriakkan, hindari makanan kaleng
>
> dan jauhi memakan makanan dan minuman yang ada zat warnanya,
>
> karena hasil penyelidikan mereka dalam zat warna dan zat-zat yang
>
> sudah lama atau diawetkan, merupakan zat-zat yang teratogenik.
>
> Atau merangsang terjadinya penyakit kanker.
>
> Di negara-negara maju, sekarang orang kembali mencari maka
>
> nan-makanan yang alamiah, orang kembali mencari umbi-umbian,
>
> memakan sayar dan buah-buah segar. Orang kembali beralih mening
>
> gakan makanan kaleng yang sudah diawetkan dan makanan yang men
>
> gandung zat warna, serta makanan yang manis dan berlemak, jeroan,
>
> isi perut, usus, babek, gajebo, gulai otak dan paru-paru yang
>
> mengandung kadar kholesterol yang sangat tinggi, mulai dihindari
>
> orang. Semua itu berdasarkan penyelidikan dan pengamatan=pengama
>
> tan.
>
> Sebaik-baik makan yang diawetkan, atau makanan yang sudah
>
> lama terletak, apalagi kalau sudah kadaluwarsa, atau habis masa
>
> boleh beredarnya. Tentu jauh lebih baik makan segar dan baru.
>
> Buah-buahan segar, sayur-sayuran segar. Justru di negara maju,
>
> makanan segar ini yang lebih mahal.
>
> Muncul sekarang istilah back to nature, kembali kepada alam.
>
> Ternyata makanan yang bermanfaat itu adalah yang di tumbuhkan
>
> dari bumi. Kalau Tuhan berkata bahwa Kami ciptakan manusia itu
>
> min sulalatin min Tiin, dari sari-sari tanah. Itu berarti manusia
>
> itu cocok memakan makanan yang berasal dari tanah, semua buah-
>
> buahan dan semua sayur-sayuran. Perhatikanlah sususunan gigi
>
> geligi kita, seperti gigi kambing, tersusun rata, tidak ada
>
> taringnya. Susunan gigi kita seperti susunan binatang memamah
>
> biak, maka gigi ini lebih cocok memakan sayuran dan buah-buahan.
>
> Dari dulu nenek moyang kita memang memakan sayur dan buah-buahan,
>
> sehingga mereka berumur panjang. Lalu kapan manusia mulai memakan
>
> binatang ?. Ada yang menjawab, sewaktu topan nabi nuh, karena
>
> diatas kapal manusia kelaparan, dan diatas kapal sayur-sayur
>
> serta buah-buahan sulit didapat, maka dalam keadaan darurat itu,
>
> manusia memakan daging. Jadi daging dan hewan itu di makan karena
>
> keadaan darurat.
>
> Kemudian ada yang bertanya, bagaimana dengan protein?.
>
> Sesungguhnya didalam tumbuh-tumbhanpun banyak protein yang dike
>
> nal dengan naman protein nabati. Lihatlah tempe dan jenis
>
> kacang-kacangan, dia mengadung protein yang bagus dan mengandung
>
> serat yang tinggi, sehingga orang yang makan tempe, tubuhnya
> sehat dan pencernaannyapun lancar. Sedangkan orang yang makan
>
> daging dan lemak sering mengeluh gangguan sakit perut dan susah
>
> buang air besar.
>
> Sewaktu akan memasuki lebaran ini, betapa inginnya kalau di
>
> meja tuan rumah, ada jagung rebus, ubi rebus, kacimuih, atau buah
>
> segar. Atau ketupat lebaran, karena ketupat murah membuatnya dan
>
> tahan sampai 2 hari, sehingga dalam berlebaran, tuan rumah tidak
>
> begitu direpotkan oleh membuat kue berjenis-jenis macamnya dan
>
> tidak memasak sambal dan gulai yang mengandung kholesterol. Kesan
>
> kita setiap lebaran datang banyak manusia yang menyambutnya
>
> secara berlebih-lebihan dan banyak yang mubazir dan banyak pula
>
> yang menimbulkan penyakit.
>
> Agaknya baik kita ikuti ajakkan Tuhan agar memakan makan
>
> yang halal dan makanan yang baik. Baik untuk diri, baik untuk
>
> kesehatan, serta halal. Untuk semua itu, baiklah kita simak
>
> sebuah Firman suci-Nya dalam surat Al Bagarah ayat 168:\B"Hai
>
> sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang
>
> terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah langkah
>
> syitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata
>
> bagimu".
>
> Kita anak alam, kembalilah kepada alam, jangan macam-macam.
>
> ikutilah anjuran ahli jantung supaya jantung jadi sehat, turiti
>
> lah anjuran alhli pembuluh darah supaya darah menjadi lamcar.
>
> Dengarlah pesan ahli kanker, supaya terhindar dari penyakit yang
>
> menakutkan dan mambunuh itu. Semua mereka berpesan, jauhi memakan
>
> makanan yang mengandung gula yang tinggi, lemak, makanan kaleng
>
> dan minuman berwarna
>
> Beberapa hari lagi kita akan memasuki lebaran, justru untuk
>
> persiapan ebaran itu, manusia berlomba=lomba membuat kue dan
>
> penganan dari gula lemak dan minuman berwarna serta makanan
>
> kaleng. Apakah memang cara begini yang dianjurkan agama ?. Saya
>
> ngak tahu, tapi kalau saya berhari raya ke rumah seseorang,
>
> alangkah inginnya saya kalau di rumah orang itu justru yang
>
> tersedia, buah-buahan, kue arai pinang, kue bawang dan kacang
>
> tojin. Dan kalau ada yang mejajikan, jangung rebus, ubi rebus,
>
> atau kacimuih, betapa lezatnya. Murah, meriah, bermanfaat dan tak
>
> perlu di takutkan akan menimbulkan penyakit.
>
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---