Assalamualikum. W.W

Hari ini 23 Agustus 2008, jarum jam sudah menunjukan pukul empat sore. Saya 
katakan pada istri saya yang pertama datang akan saya beri hadiah sambil 
mengambil beberapa hadiah dari airline yang setiap saya terbang selalu dikasi 
yang biasanya juga saya berikan sama kawan kawan yang daang berkujung kerumah. 
Teringat pesan almarhum nenek saya yang melekat didalam kepala saya "Bila kau 
mendapat sesuatu dengan mudah bahkan tanpa melakukan apapun itu artinya kau 
tidak membutuhkan itu berikanlah pada orang lain karena ada orang lain yang 
lebih memerlukan itu".

Ternyata yang datang pertama dua orang, Defid dan Diana beserta keluarganya. 
Sebagai ucapan terima kasih saya atas bagi para pengharga waktu  ini  saya 
serahkan dua suovenir untuk mereka berdua. Pada dasarnya semua sudah berenca 
akan sampai jam empat sore, hampir semua kalabakan mencari alamat rumah saya. 
Ada yang berputar putar dan ada pula yang sudah kelewatan. Ada yang minta 
dibantu dengan mangarahkan ada yang  cukup satu kali saja ada yang berulang 
ulang. Wah seru juga saya bilang sama istri saya ini kayak game yang tipi tipi.

Setelah masing masing dengan segala tantangannya  satu persatu berdatangan ke 
Jalan Intisari raya No4a.  Diluar perkiraan semula saya tidak mengantisipasi 
untuk kedatangan saudara saudara Minang  sampai lebih dari 40 orang.  Estimasi 
saya paling sepuluh orang. Makanya sejak dari pagi saya katakan sama istri saya 
tidak usah macam macamlah. Nanti sekitar jam tiga, pesan saja Piza saya memang 
bukan tipikal orang  heboh kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit, kalau 
lebih dari sepuluh orang telpon lagi minta tambah paling banter tak akan lebih 
dari limabelas kata saya.  Inikan Jakarta orang yang akan datang juga belum 
pernah kenal secara langsung. Orang  yang kita  kenal saja di Jakarta ini susah 
dikumpulin apa lagi yang belum kenal. Ternyata saya salah besar. Hari ini saya 
berurusan dengan satu komunitas Minangkabau yang punya komitmen tinggi, yang 
bertindak sesuai dengan apa yang mereka katakan. Yang berlomba lomba jadi 
anggota bukan berpacu menjadi
 konseptor. Semua berprinsip ayo kita mulai kalau ada yang salah kita perbaiki 
sambil jalan, learning by doing kata orang maninjau. Yang tua tak mau menang 
sendiri, yang muda dengan senang hati menerima masukan dari yang tua. Pepatah 
iyokan nan diurang lalukan nan diawak sudah lama diSP tigakan  generasi ini. 
Untuk menjadi besar diawali dengan langkah kecil yang tertatih tatih..itulah 
barangkali yang ada dalam pikiran mereka.

Setelah shalat Magrib dan Isya bersama di Mesdjid didepan rumah, Dewis admin 
cimbuak yng pertama kali saya kenal  minta tambah tikar untuk dibentang diluar 
ruangan.  Assumsi saya berantakan Istri saya yang sejak kami menikah tak pernah 
mau punya pembantu dan lebih suka mengerjakan semuanya sendiri kelihatan mulai 
sibuk mundar mandir, tikarpun dibentang sampai keluar istri saya kembali 
mengorder piza, Rupanya dasar kami orang Indonesia khususnya orang minang kalau 
tak kena nasi rasanya aneh. Berangkatlah Istri saya memesan nasi bungkus 
padang. Setelah lambung tersentuh butiran nasi suasana yang meriah semakin 
meriah. 

Cimbuak family, Palantarian Cummunity atau apalah namanya karena nama itu tak 
begitu penting. Siapa yang menyangka nama TATA dari india bisa menggoyang 
industri otomotive jepang dan eropah. Mereka datang dari bandung dan  berbagai 
sudut kota jakarta serta pak Ali Nurdin beserta Istri dari Aussie. Komuniti 
yang datang dari berbagai profesi  serta ada pula  yang masih bersatus  
mamasiswa es satu dan es dua. Dengan rasa kebersamaan yang kuat  Andy anak muda 
minang Webmaster cimbuak yang juga baru pertama kali saya kenal datang bersama 
istrinya kesan saya beliau adalah sepasang anak muda yang super ramah dan 
dengan lapang dada bergabung duduk dilatai berkumpul dirumah saya yang sempit 
syukur Alhamdulillah hati mereka semua selapang lapangan bola setelah 
berkenalan dan mendengar uraian tentang yayasan cimbuak dan berbagai issue dan 
doa bersama yang dipimpin pak Datuak, saya tambah dengan doa saya yang 
sederhana “Ya Allah berikanlah kami rezeki yang halal,
 Jauhkanlah kami dari marabahaya dan Matikanlah kami dalam keadaan beriman”..  
dan acara pun berlajut sampai jam 2 pagi, ada yang berkoa, ada anak muda yang 
dipukul telak main domino sampai lima kosong oleh Ibu ibu  pakar matematika.

Ini semua berawal dari celoteh Pak Erwin, Pak Piliang  dan Sutan Mudo tentang 
copy darat menjelang masuk bulan puasa yang semula saya tanggapi biasa biasa 
saja telah merubah cara pandang saya dan keluarga tentang persaudaraan 
Minangkabau.

Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Selamat menunaikan ibadah puasa

Wassalam

Zulkarnain Kahar





      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke