Belaian Nan Lembut
Oleh dr.H.K.Suheimi
Banyak orang mendambakan kelembutan, lebih-lebih lagi jika ada belaian nan
lembut. Dari judulnya saya tertarik dan juga saya mendambakankannya. Nah
belaian nan lembut inilah yang saat ini saya dengar dari Radio Classy
Hari ini saya dengar suara Adi yang khas menyentuh dan menyejukkan, dia
membacakan bahan dan ceritra yang telah di olah Yanti. Kisah ini sangat
menyentuh dan menarik, Ingin saya ceritrakan juqa pada pembaca saya yang setia.
Agar kita sama-sama berbagi.
Ceritranya sederhana, bahannya berasal dari Meidi. Meidi sedang melanjutkan
pendidikan pasca sarjananya di UNP. Dia suka sekali membongkar-bongkar
internet. Banyak ceritra menarik dan penuh makna yang didapatnya , Seperti hari
ini dia bertutur tentang Keledai. Ceritra inilah yang akan saya sampaikan pada
pembaca dalam kolom Resonansi Jiwa.
Michael dan aku tidak tahu kapan pelayan meletakkan piring-piring di meja kami
, waktu itu kami duduk-duduk di sebuah restoran kecil , terlindung dari
kesibukan kota Third Street , di New York City,, Aroma makanan yang yang baru
saja disajikan tidak mengusik keasyikan kami mengobrol , malah makanan itu kami
biarkan dingin, Kami terlalu asyik mengobrol sampai lupa makan,,
Obrolan kami seru sekali , meskipun yang diobrolkan tidak penting,, Kami
tertawa-tawa membicarakan film yang kami tonton malam sebelumnya , dan berdebat
tentang makna di balik teks yang baru saja kami pelajari untuk seminar sastra,,
Dia bercerita waktu dia mengambil langkah penting menuju kedewasaan , yaitu
hanya mau dipanggil Michael dan pura-pura tidak mendengar bila dipanggil
"Mikey",, Waktu umur dua belas atau empat belas…
Dia lupa , tapi dia ingat ibunya menangis dan berkata bahwa dia terlalu cepat
menjadi dewasa,, Ketika kami mulai mencicipi makanan ,aku bercerita dulu aku
dan kakakku suka memetik buah mangga tetangga , kalau mengunjungi sepupu-sepupu
kami yang tinggal di desa,, Aku ingat , aku selalu memakan habis bagianku
sebelum pulang ke rumah , dan bibiku selalu memperingatkan bahwa perutku pasti
akan sakit sekali,, Tentu saja , itu tak pernah terjadi,,
Sementara obrolan kami yang menyenangkan terus berlanjut , pandanganku melayang
ke seberang ruangan dan berhenti di sudut,, Sepasang orang tua duduk berduaan
di pojok itu,, Si wanita mengenakan rok bermotif bunga yang sudah pudar , sama
pudarnya dengan bantal tempat dia meletakkan tas tangannya yang kusam,, Puncak
kepala si lelaki mengilat seperti telur rebus yang sedang dia nikmati
pelan-pelan,, Wanita itu mengunyah oatmeal-nya pelan-pelan juga , nyaris dengan
susah payah,,
Tetapi yang membuat pikiranku teralih kepada mereka adalah keheningan yang
melingkupi mereka, aku seakan melihat kekosongan melankolis melingkupi pojok
tempat mereka duduk,, Ketika obrolanku dengan Michael mereda dari gelak tawa
menjadi bisikan , dari pengakuan ke penilaian, keheningan pasangan itu mengusik
pikiranku,, Alangkah menyedihkan, pikirku, kalau tak ada lagi yang bisa
diobrolkan,, Tidak adakah halaman yang belum mereka baca dalam kisah hidup
masing-masing? , bagaimana kalau itu terjadi pada kami..??,,
Setelah acara makan selesai dan aku juga tidak lagi memedulikan tingkah pola
dua pasangan yang sudah tua itu , eMichael dan aku membayar makanan , lalu
beranjak meninggalkan restoran,, Ketika kami melewati pojok tempat pasangan itu
duduk , dompetku terjatuh,, Aku membungkuk untuk mengambilnya, dan aku melihat
, di bawah meja tangan mereka saling berpegangan lembut,, Mereka makan dengan
hening sambil bergandengan tangan! , Aku menegakkan tubuhku,,
Aku sangat tersentuh melihat tindak sederhana namun penuh makna yang
mencerminkan kedekatan hubungan pasangan itu , aku merasa istimewa karena boleh
menyaksikannya,,
Belaian lembut tangan lelaki tua itu pada jari-jari istrinya yang letih dan
keriput , tidak hanya mengisi apa yang sebelumnya kuanggap sudut yang secara
emosional kosong , tetapi juga mengisi hatiku,,
Keheningan mereka bukanlah keheningan yang tidak nyaman , seperti
ketidaknyamanan yang selalu kita rasakan setelah mendengar sebaris lelucon atau
canda-tawa waktu kencan pertama,, Bukan itu, keheningan mereka adalah
keheningan yang nyaman dan rileks, itu adalah ungkapan cinta yang lembut dan
tidak selalu membutuhkan kata-kata untuk mengekspresikannya,,
Mungkin telah bertahun-tahun mereka bersama-sama menghabiskan jam-jam seperti
ini di pagi hari , mungkin hari ini tak ada bedanya dari kemarin, tetapi mereka
menikmatinya dengan hati yang damai,, Mereka saling menerima pasangannya, apa
adanya,,
Aku berpikir mungkin… ketika aku dan Michael keluar dari restoran , bukan
sesuatu yang buruk bila kelak yang seperti itu kami alami,, Mungkin… itu akan
menjadi ungkapan cinta yang lembut dan penuh kasih,,,
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an surat
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah
ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
(QS. 3:159)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---