Menyentuh sekali kisah ini, Dinda Suheimi. Cinta ternyata tak perlu selalu 
disampaikan dengan kata-kata. Kedua orang tua dalam cerita ini sudah menjadi 
satu. Bukan main.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]


--- On Fri, 8/29/08, suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Belaian Nan Lembut
To: [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Friday, August 29, 2008, 7:37 AM







 
Belaian Nan Lembut
Oleh dr.H.K.Suheimi
 
Banyak orang mendambakan kelembutan, lebih-lebih lagi jika ada belaian nan 
lembut. Dari judulnya saya tertarik dan juga saya mendambakankannya. Nah 
belaian nan lembut inilah yang saat ini saya dengar dari Radio Classy 
Hari ini saya dengar suara Adi yang khas  menyentuh dan menyejukkan, dia 
membacakan bahan dan ceritra yang telah di olah Yanti. Kisah ini sangat 
menyentuh dan menarik, Ingin saya ceritrakan juqa pada pembaca saya yang 
setia.. Agar kita sama-sama berbagi.   
Ceritranya sederhana, bahannya berasal dari Meidi. Meidi sedang melanjutkan 
pendidikan pasca sarjananya di UNP. Dia suka sekali membongkar-bongkar 
internet. Banyak ceritra menarik dan penuh makna yang didapatnya , Seperti hari 
ini dia bertutur tentang Keledai. Ceritra inilah yang akan saya sampaikan pada 
pembaca dalam kolom Resonansi Jiwa. 
 
 

Michael dan aku tidak tahu kapan pelayan meletakkan piring-piring di meja kami 
, waktu itu kami duduk-duduk di sebuah restoran kecil , terlindung dari 
kesibukan kota Third Street , di New York City,, Aroma makanan yang yang baru 
saja disajikan tidak mengusik keasyikan kami mengobrol , malah makanan itu kami 
biarkan dingin, Kami terlalu asyik mengobrol sampai lupa makan,,
Obrolan kami seru sekali , meskipun yang diobrolkan tidak penting,, Kami 
tertawa-tawa membicarakan film yang kami tonton malam sebelumnya , dan berdebat 
tentang makna di balik teks yang baru saja kami pelajari untuk seminar sastra,, 
Dia bercerita waktu dia mengambil langkah penting menuju kedewasaan , yaitu 
hanya mau dipanggil Michael dan pura-pura tidak mendengar bila dipanggil 
"Mikey",, Waktu umur dua belas atau empat belas…
Dia lupa , tapi dia ingat ibunya menangis dan berkata bahwa dia terlalu cepat 
menjadi dewasa,, Ketika kami mulai mencicipi makanan ,aku bercerita dulu aku 
dan kakakku suka memetik buah mangga tetangga , kalau mengunjungi sepupu-sepupu 
kami yang tinggal di desa,, Aku ingat , aku selalu memakan habis bagianku 
sebelum pulang ke rumah , dan bibiku selalu memperingatkan bahwa perutku pasti 
akan sakit sekali,, Tentu saja , itu tak pernah terjadi,,
Sementara obrolan kami yang menyenangkan terus berlanjut , pandanganku melayang 
ke seberang ruangan dan berhenti di sudut,, Sepasang orang tua duduk berduaan 
di pojok itu,, Si wanita mengenakan rok bermotif bunga yang sudah pudar , sama 
pudarnya dengan bantal tempat dia meletakkan tas tangannya yang kusam,, Puncak 
kepala si lelaki mengilat seperti telur rebus yang sedang dia nikmati 
pelan-pelan,, Wanita itu mengunyah oatmeal-nya pelan-pelan juga , nyaris dengan 
susah payah,,
Tetapi yang membuat pikiranku teralih kepada mereka adalah keheningan yang 
melingkupi mereka, aku seakan melihat kekosongan melankolis melingkupi pojok 
tempat mereka duduk,, Ketika obrolanku dengan Michael mereda dari gelak tawa 
menjadi bisikan , dari pengakuan ke penilaian, keheningan pasangan itu mengusik 
pikiranku,, Alangkah menyedihkan, pikirku, kalau tak ada lagi yang bisa 
diobrolkan,, Tidak adakah halaman yang belum mereka baca dalam kisah hidup 
masing-masing? , bagaimana kalau itu terjadi pada kami..??,,
Setelah acara makan selesai dan aku juga tidak lagi memedulikan tingkah pola 
dua pasangan yang sudah tua itu , eMichael dan aku membayar makanan , lalu 
beranjak meninggalkan restoran,, Ketika kami melewati pojok tempat pasangan itu 
duduk , dompetku terjatuh,, Aku membungkuk untuk mengambilnya, dan aku melihat 
, di bawah meja tangan mereka saling berpegangan lembut,, Mereka makan dengan 
hening sambil bergandengan tangan! , Aku menegakkan tubuhku,,
Aku sangat tersentuh melihat tindak sederhana namun penuh makna yang 
mencerminkan kedekatan hubungan pasangan itu , aku merasa istimewa karena boleh 
menyaksikannya,,
Belaian lembut tangan lelaki tua itu pada jari-jari istrinya yang letih dan 
keriput , tidak hanya mengisi apa yang sebelumnya kuanggap sudut yang secara 
emosional kosong , tetapi juga mengisi hatiku,,
Keheningan mereka bukanlah keheningan yang tidak nyaman , seperti 
ketidaknyamanan yang selalu kita rasakan setelah mendengar sebaris lelucon atau 
canda-tawa waktu kencan pertama,, Bukan itu, keheningan mereka adalah 
keheningan yang nyaman dan rileks, itu adalah ungkapan cinta yang lembut dan 
tidak selalu membutuhkan kata-kata untuk mengekspresikannya,,
Mungkin telah bertahun-tahun mereka bersama-sama menghabiskan jam-jam seperti 
ini di pagi hari , mungkin hari ini tak ada bedanya dari kemarin, tetapi mereka 
menikmatinya dengan hati yang damai,, Mereka saling menerima pasangannya, apa 
adanya,,
Aku berpikir mungkin… ketika aku dan Michael keluar dari restoran , bukan 
sesuatu yang buruk bila kelak yang seperti itu kami alami,, Mungkin… itu akan 
menjadi ungkapan cinta yang lembut dan penuh kasih,,,
 
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an surat 
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap 
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka 
menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah 
ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. 
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada 
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. 
(QS.. 3:159)





      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke