Hehe..saya sudah menebak juga akan dijawab seperti ini :-)

Sederhana saja, kalau hanya mencari kompetitor buat Universitas 
Muhammadyah, ngga perlu tunggu jadi anggota DPR dulu, dong. Kenapa tidak 
manfaatkan saja jaringan yang sudah ada, 4ribuan kontak yang ada di 
phonebook, 30an PhD, berteman dekat dengan tokoh semua partai, dll..
"Pak, ambo nio buek institut filsafat di padang lua, bisa apak bantu? bia 
ambo yang jadi ketua yayasan". 
Done!..Belum adanya universitas bonafid di dapil II bukan terhalang oleh 
alasan politis jadi tanpa harus jadi politisi. 

Masyarakat yang cerdas ngga akan pernah menyoalkan apalagi menyalahkan 
anggota DPR (pusat) kalau di daerahnya tidak ada kampus top. Sebodoh2nya 
mereka, mereka tahu itu urusan pejabat lokal dan legislatif lokal serta 
masyarakat lokal. 

Tadinya saya ingin memperkuat usulan uda IJP, ketika Abdullah badawi 
mengkampanyekan islam hadhari, ia harus menjelaskan apa itu islam hadhari. 
Ketika Adi Sasono menyebut masyarakat madani, ia jelaskan apa itu 
masyarakat madani. Ketika uda IJP menyebut universitas bonafid, jangan 
dijelaskan dengan satu batu bata dalam lima tahun lah, bisa2 yang sudah 
optimis jadi pesimis lagi.

Sebenarnya banyak unek2 saya tentang anggota dewan ini. Diantaranya :
1. Menemui konstituen di daerah. Konstituen yang mana? Konstituen yang 
bekerja, apalagi karyawan swasta seperti saya tidak akan sempat bertemu 
dengan anggota dewan yang pulang kampung.
2. Menyerap aspirasi. Aspirasi mana lagi? Bukankah setiap partai sudah 
punya cabang sampai kecamatan? Bukankah sudah jelas persoalan2 yang ada di 
indonesia. Kemiskinan, busung lapar, perekonomian yang tidak memihak 
rakyat, korupsi, pengenakan hukum dll....selesaikan saja yang ini, tanpa 
perlu reses yang juga menyerap anggaran.
3. Jika dua hal diatas lebih ditekankan pada usaha menarik simpati dan 
suara rakyat, saya setuju. Dan memang caranya pun harus simpatik dan low 
profile. Jika ternyata saya sempat bertemu dengan anggota dewan yang 
terhormat, lalu beliau malah mengajak saya berdebat padahal ia butuh suara 
saya, mending saya pulang saja :-)







"Indra Jaya Piliang" <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
08/28/2008 11:20 PM
Please respond to
[email protected]


To
<[email protected]>
cc

Subject
[EMAIL PROTECTED] Re: Politisi Juga Manusia==> universitas






Sederhana saja, saya berjanji di daerah Sumbar II. Padang tidak termasuk. 
Jadi, nggak perlu saya tanggapi. Satu universitaspun tidak ada di Sumbar 
II. Ada Universitas Muhammadiyah, tetapi ini kan tanpa competitor. Ini 
sebuah ikhtiar. Satu batu bata dululah dalam lima tahun. Itu saja sudah 
cukup. Nggak mudah membangun satu batu bata untuk sebuah universitas di 
Sumbar II, bahkan setelah 63 tahun. Jadi, kejauhan bicara soal criteria, 
dllnya itu.
 
ijp
 







--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke