Kolektor kain tenun tradisional dunia asal Swiss Ben Hard, sarato 
tuan rumah Direktur Biro Perjalanan Wisata "Sumatera and Beyond", 
Ridwan Tulus di Padang ko, pasti kecewa.

Mudah-mudahan meeka indak kecewa. Tapi, takok ambo mereka pasti akan 
kecewa, karano indak ka basuo urang mananun songket di Canduang doh. 
Ambo alah tarangkan dalam mareply postiang Angku Darul sabanta ko.

Salam,
-- Sjamsir Sjarif 
www.usindo.net/hambo

--- In [EMAIL PROTECTED], "Nofiardi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> SUARA MERDEKA CYBERNEWS 
> 
> ________________________________
> 
>   print <JavaScript:window.print();> 
> 
> 31/08/2008 23:36 wib - Nasional Aktual
> Songket Canduang Tersimpan di Museum California 
> 
> Padang, CyberNews. Kain tenun tradisional Songket Canduang, 
Kabupaten
> Agam, Sumatera Barat (Sumbar), disebut sebagai salah satu tenun 
terbaik
> di dunia, namun sudah sangat langka dan ada tersimpang di Museum 
Tekstil
> di California, Amerika Serikat, Belanda dan para kolektor.
> 
> Pernyataan itu, disampaikan peneliti sekaligus kolektor kain tenun
> tradisional dunia asal Swiss Ben Hard, kata Direktur Biro 
Perjalanan
> Wisata "Sumatera and Beyond", Ridwan Tulus di Padang, Minggu 
(31/8). Hal
> itu disampaikannya, saat mendampingi 15 wisatawan juga kolektor 
kain
> tenun tradisional dunia dari Amerika Serikat ke Canduang, Agam, 
untuk
> mengunjungi daerah asal songket Canduang.
> 
> Ke-15 kolektor AS itu datang ke Sumbar untuk mengunjungi lokasi
> pembuatan tenun tradisional Minangkabau dalam paket wisata "10 
days from
> west to north textile tour Sumatra" digelar "Sumatra and Beyond", 
27
> Agustus hingga 5 September 2008 di Sumatera Barat dan Sumatera 
Utara.
> 
> Ia mengatakan, informasi dari salah seorang kolektor AS itu, yakni 
Mary
> Conners asal California menyebutkan di museum tekstil dunia di
> California tersimpan songket Canduang, sehingga dirinya dan 14 
kolektor
> lainnya tertarik mengunjungi Canduang.
> 
> Menurut para kolektor itu, tambahnya, songket Canduang sudah sangat
> langka dan termasuk yang terbaik di dunia, karena memeliki motif
> bercerita dan sangat sulit dalam pembuatannya. Atas informasi ini, 
kata
> Ridwan, Sumatra and Beyond optimis paket wisata "10 days from west 
to
> north textile tour Sumatra" akan sangat menarik bagi kolektor dunia
> untuk mengunjungi Sumbar.
> 
> "Ini potensi wisata luar biasa yang selama ini belum tergarap dan 
calon
> wisatawannya cukup banyak, terutama dari AS dan Eropa berupa para
> kolektor yang merupakan kalangan ekonomi papan atas," tambahnya. 
> 
> (Ant /CN05)



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke