Ruponyo Incek Labu banyak lo khasiatnyo untuak kasehatan badan. Jadi kok
mambuek kolak labu untuak pabukoan, jan dibuang inceknyo. Artikel di bawah
bukan manganani Minangkabau tapi manganai kasehatan nan malibatkan banyak Urang
Awak juo. Barangkali rancak dibaco pulo.
Salamat Puaso dan makan kolak labu untuak babuko jo Minun Kawa Tadaruih jo
Khatam Quran Tadaruih di Surau.
Salam,
--MakNgah
Dari SUARA PEMBARUAN DAILY, Minggu 31 Agustus 2008
kito baco dan salin (tanoa izin) untuak dipalegaakan di Lapau, indak
dipagalehan).
________________________________
Mencegah Pembesaran Kelenjar Prostat
Oleh Pouw Tjoen Tik
embesaran kelenjar prostat mengingatkan penulis akan komentar seorang rekan
yang menghubungkannya dengan besar birahi (libido) seseorang. Kesimpulan
nonilmiah ini ditarik dari kenyataan bahwalibido, pada pria maupun wanita,
membutuhkan hormon pria (testosterone) yang memang menjadi salah satu biang
keladi pembesaran prostat.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa besar libido pada pria, sama sekali tidak
ditentukan oleh kadar testosteronenya. Bahkan, kadar testosterone yang
dibutuhkan untuk membangkitkan libido cukup rendah (American Journal of
Physiology: Endocrinology and Metabolism, December 2001). Di samping itu,
pembesaran prostat mulai terjadi pada usia di mana justru libido mulai menurun.
Anatomi dan Fungsi Prostat adalah kelenjar reproduktif pria sebesar kacang
walnut (lebar x tebal x panjang = 3,7 x 2,5 x 2,5 cm). Kelenjar yang menempel
pada bagian bawah pangkal kelamin ini, diapit oleh kandung seni dan rectum
(bagian usus di atas dubur).
Saluran kemih (urethra) yang keluar dari kandung seni, melintas di bagian
tengah kelenjar ini. Seperti pada buah dada, prostat terdiri atas kelenjar dan
serabut otot. Kontraksi serabut ototnya memerah dan mencegah cairan prostat
tercampur dengan air seni. Selain menjadi kolam renang, cairan prostat juga
merupakan sumber nutrisi bagi sperma.
Sifatnya yang alkalis melindungi sperma dari keasaman jalan lahir (vagina).
Pada ejukulasi, semen yang berkonsistensi seperti gel menempel di mulut rahim,
sehingga sperma terhalang memasuki rahim.
Lima belas hingga tiga puluh menit kemudian, protein prostat yang disebut
Prostate Specific Antigen (PSA) melumerkan gel semen. Jutaan sperma yang
terlepas dari kungkungan gel kemudian berhamburan memasuki rahim.
Menginjak usia empat puluh tahun, hampir semua pria mengalami perubahan
mikroskopis pada kelenjar prostatnya. Pada usia lima puluh tahun, lima puluh
persen perubahan mikroskopis tersebut berkembang menjadi pembesaran prostat
yang bersifat jinak (benign prostate hypertrophy/BPH).
Hingga saat ini, mekanisme terjadinya BPH belum diketahui secara jelas. Namun,
peran kelompok hormon seks (estrogen, testosterone, prolactin) dan insulin
tidak lagi diragukan. Testosterone merangsang BPH setelah tubuh mengubahnya
menjadi 5-alpha-dihydrotestosterone (DHT).
Hanya 50 persen dari BPH memberi gejala-gejala klinis akibat keradangan prostat
(prostatitis) atau terbentuknya dungkul-dungkul keras (nodules) yang menjepit
urethra. Keluhan pasien adalah: sering kencing (bahasa Jawa: 'beser'), kencing
tidak lancar, makin mengejan aliran air seni makin mengecil, dan sering kencing
pada malam hari (nocturia).
Diagnosis BPH ditegakkan berdasar hasil perabaan kelenjar prostat melalui dubur
(Digital Rectal Exam - DRE) dan pengukuran sisa air seni dalam kandung seni
sesudah kencing secara tuntas. Diagnosis dini dari kanker prostat memerlukan
pemeriksaan ultrasonography rectum (Rectal Ultrasound), pengambilan contoh
jaringan (needle biopsy) dan pengukuran kadar SPA.
American College of Preventive Medicine menganjurkan pemeriksaan tahunan
DRE/SPA, hanya dilakukan pada mereka yang dalam garis keturunannya ada yang
terserang kanker prostat dan mereka yang berusia lima puluh tahun ke atas
dengan harapan hidup sekurang-kurangnya sepuluh tahun lagi (American Journal of
Preventive Medicine, Februari 2008).
Pengobatan dan Pencegahan BPH termasuk kasus bedah, karena penanganan medis
dilakukan melalui pembedahan. Indikasi bedah prostat adalah: nyeri bila
kencing, mendadak tidak dapat kencing, gangguan kencing yang menahun,
perdarahan dan timbulnya komplikasi keradangan atau batu ginjal. Bedah prostat
tidak lain daripada pengerokan jaringan prostat yang menjepit urethra.
Sembilan puluh persen pengerokan dilakukan melalui urethra (transurethral
resection of the prostate - TURP). Akan tetapi, pada kasus-kasus di mana
terjadi penyempitan urethra, BPH terlalu besar, atau ada kerusakan pada dinding
kandung seni, maka bedah prostat dilakukan dengan membuka dinding bawah perut.
Teknik pembedahan terbaru adalah membakar jaringan prostat dengan sinar laser
(Photoselective vaporization of the prostate dan Interstitial laser
coagulation). Sejak berabad-abad, dunia kedokteran timur dan barat telah
mengenal BPH.
Penanganan BPH pra-pembedahan modern adalah dengan menggunakan ramuan berbagai
tanaman. Salah satu yang hingga kini masih dipakai adalah ekstrak dari palm
kerdil asal Amerika tenggara, yaitu Saw Palmetto. Berdasar penelitian klinis,
serbuk tanaman ini mampu menurunkan kadar DHT, sehingga BPH mengecil, di
samping dapat pula mencegah terjadinya prostatitis. Hingga kini belum ditemukan
efek sampingan yang merugikan.
Sebaliknya, Saw Palmetto memiliki khasiat tambahan berupapenyuburan rambut,
pengurangan nyeri haid, dan perbaikan kinerja kelenjar gondok, sehingga libido
yang sempat meredup oleh ulah BPH dapat dinormalisasi.
Selain Saw Palmetto, biji labu merah (pumpkin) yang kaya akan lemak omega-3 dan
omega-6, juga berkhasiat mengendalikan BPH dan mencegah prostatitis. BPH dapat
dicegah secara dini dengan obat-obatan anti pembentukan DHT (Proscar dan
Avodart).
Di samping itu, seperti pada penyakit jantung koroner, diperlukan pula
perubahan gaya hidup. Hindari merokok; jangan minum setelah jam tujuh malam,
upayakan agar kandung seni tidak penuh (kencing dalam posisi duduk lebih
efektif daripada berdiri); hindari penggunaan obat-obatan anti hidung buntu
(akan mempersulit kencing); hindari kedinginan, serta berolahraga secara
teratur sesuai umur dan kondisi tubuh.
Penulis adalah alumnus Fakultas Kedokteran Unair, berdomisili di Austin, Texas,
USA
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---