Wisata Budaya Kab. agam | Kamis, 21/08/2008 13:52 WIB

MESJID BINGKUDU EMPAT ANGKAT CANDUNG

  <http://www.antara-sumbar.com/id/foto/wisata/masjidbingkudu.jpg> 
MASJID Bingkudu terletak di
Dusun/Kampung Tigasuro, Desa
Lima Suku Bawah, Kecamatan
Empat Angkat Cadung, Kabupaten
Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Bangunan masjid terletak pada
ketinggian 1.050 m di at

Pada tahun 1957 dilakukan penggantian atap ijuk dengan atap seng oleh
masyarakat setempat. Pada tahun anggaran 1991/1992 dilakukan pemugaran
oleh Proyek Pelestarian dan Pemanfaatan Peninggalan Sejarah dan
Purbakala Sumatera Barat dengan jenis pekerjaan pembongkaran dan
pemasangan kembali atap, plafon rangka atap, jendela, menara dan tangga
menara. Kemudian pemugaran satu buah makam dan tempat wudlu, mimbar,
mihrab, kolam, pemasangan penangkal petir pada menara, penataan
lingkungan, pengecatan, serta pembuatan pintu gerbang. Masjid Bingkudu
diperkirakan berdiri pada tahun 1823 diprakarsai oleh Inyik Lareh
Candung gelar Inyik Basa (H Salam). Pendirian masjid merupakan hasil
kesepakatan dari empat delegasi yang mewakili daerah sekitar Bingkudu,
juga merupakan masjid yang tertua dan terbesar di daerah Bingkudu.
Definis Bangunan Masjid Bingkudu terletak di atas sebidang tanah yang
lebih rendah dari sekitarnya berukuran 60 x 60 m, berdenah bujur sangkar
dengan ukuran bangunan 21 x 21 m dan bangunan masjid aslinya berbahan
kayu dan atap ijuk. Bangunan berbentuk panggung menggunakan konstruksi
atap susun tiga. Tinggi keseluruhan dari permukaan tanah +- 19 m dan
mempunyai kolong setinggi +- 1,50 m. Pintu masuk terletak di sebelah
timur. Ruang utama Bangunan utama masjid berdenah bujur sangkar
berukuran 21 x 21 m terbuat dari kayu (tiang) dan papan (dinding,
lantai), beratap susun tiga dari ijuk. Bangunan berbentuk panggung
dengan tinggi kolong 1,50 m dan tinggi bangunan sampai puncak 19 m. Di
bagian depan terdapat teras yang menghubungkan dengan bangunan menara.
Di dalam teras juga terdapat sebuah bedug berukuran panjang 3,10 m,
diameter 60 cm, terbuat dari pohon kelapa.Mihrab masjid terdapat di
sebelah barat menjorok keluar dari bangunan utama. Mimbar masjid tidak
terdapat di dalamnya, tetapi terletak di depannya. Mimbar terbuat dari
ukiran kayu dengan hiasan warna keemasan dibuat tahun 1906, berbentuk
huruf 'L.' Memiliki tangga naik menghadap ke depan dan tangga turun
mengarah kesamping. Pada bagian kiri dan kanan tangga tersebut terdapat
pipi tangga berukir dengan motif sulur-suluran. Pada mahkota mimbar
terukir kaligrafi, dan pada bagian atas juga ditemukan tulisan angka
1316 H (1906 M).Pintu masuk ruang utama terdapat di sebelah timur. Di
dalamnya terdapat 53 buah tiang berdiameter antara 30-40 cm dengan
bentuk segi duabelas dan enambelas, juga terdapat sebuah tiang sebagai
tonggak macu yang terdapat di tengah-tengah berbentuk segi enambelas
berdiameter 75 cm. Di dalam masjid terdapat sebuah lampu gantung kuno
dan beberapa buah lampu dinding kuno yang terpasang pada tiang-tiang
masjid. Hiasan ukiran terdapat pada tiang-tiang bagian atas dan pada
balok pengikat antara satu tiang dengan tiang lainnya merupakan kekhasan
Masjid Bingkudu. 

Menara Masjid Bingkudu berdiri pada tahun 1957, terletak di depan
bangunan utama yang berbentuk segi delapan dengan atap kubah. Tinggi
menara 11 m dan memiliki 21 anak tangga yang memutar ke arah kiri
mengelilingi tiang utama yang terdapat di tengah-tengah. Menara tersebut
merupakan menara pengganti (baru) yang sebelumnya terdapat terpisah di
sebelah utara bangunan utama. Sedangkan menara lama dahulunya memiliki
100 anak tangga, karena tersambar petir, bangunan menara dipotong dan
dinamai menara bulat dan difungsikan sebagai rumah garin dan tempat
musyawarah tokoh masyarakat sekitarnya. 

Tempat wudlu terdapat di selatan masjid berbentuk segi panjang dan
tertutup. Selain itu, di sebelah selatan dan barat terdapat kolam.
Sebuah makam yang terdapat di kompleks masjid adalah makam seorang ulama
yang berpengaruh di daerah ini yaitu Syekh Ahmad Taher meninggal pada
tanggal 13 Juli 1962. 

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Nofiardi
Sent: Sunday, September 07, 2008 9:24 AM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Menyigi Masjid-masjid Bersejarah yang Hampir
"Terlupakan"

 

Minggu, 07 September 2008 

 

 

 

Mulai "Tergusur" Perkembangan Zaman 
Menyigi Masjid-masjid Bersejarah yang Hampir "Terlupakan"  
Masjid Bingkudu di Candung, Kabupaten Agam 

Selain di Pasaman, pada Nagari Candung, Kecamatan Agam juga terdapat
sebuah masjid kuno, yang masih bisa dinikmati sampai saat ini, yakni
Masjid Bingkudu. Menurut cerita masyarakat sekitar, masjid ini dibangun
pada tahun 1813 yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh tujuh nagari. Ketujuh
nagari itu adalah Canduang, Koto Lawas, Lasi Mudo, Pasanehan, bukit
batabuah, Lasi Tuo. 

Masyarakat secara bersama-sama membangun masjid seluas 21 x 21 M dengan
tinggi 37,5 meter ini. Menariknya hampir semua material yang pergunakan
untuk membuat tempat beribadah ini berasal dari kayu, baik lantai,
dinding, maupun tiang-tiangnya. Sedangkan atapnya yang berundak tiga,
terbuat dari susunan ijuk. 

Bangunan ini saat didirrikan memakai sistem pasak. Artinya tidak satupun
dari komponen penyusun masjid ini yang dilekatkan satu sama lain dengan
menggunakan paku. Lampu-lampu minyak yang yang terpajang pada setiap
sudut masjid rata-rata juga sudah menjadi barang antik, karena telah
berumur ratusan tahun. 

Pekarangan di sekitar masjid cukup indah. Tiga kolam ikan, serta satu
kolam besar untuk berwudhuk membuat kesan masjid yang cukup jauh dari
pemukiman penduduk itu semakin alami. Dulunya air untuk berwudhuk
dialirkan dengan bambu sepanjang 175 meter dari kelurahan. Namun
sekarang untuk memperlancar aliran air, salurannya diganti dengan pipa
besi. 

Selain itu, pada pekarangan masjid juga terdapat sebuah menara denga
ketinggian 30 meter. Seperti kebanyakan masjid yang ada, menara ini
digunakan untuk mengumandangkan azan, terutama saat belum ada pengeras
suara. Sementara di halaman masjid terdapat makam Syech Ahmad Thaher,
pendiri sekolah pendidikan Islam yang lebih dikenal dengan MUS (Madrasah
Ulumi Syriah). Ia meninggal sekitar 13 Juli 1960. 

Pada tahun 1957, atap masjid yang terbuat dari ijuk, diganti masyarakat
dengan seng. Itu dilakukan karena ijuk yang yang mengatapai ruangan
masjid dari hujan dan panas telah lapuk. Dua tahun kemudian dilakukan
renovasi dan pemugaran terhadap bangunan masjid yang lainnya. 

Menurut Kepala KUA Candung, Ramza Husmen yang ikut langsung meninjau
Masjid Bingkudu mengatakan pada tahun 1999, masjid ini diserahkan kepada
Pemkab Agam, dan ditetapkan sebagai salah satu bangun cagar budaya di
Agam. Dua tahun setelah itu, masjid mengalami pemugaran secara
keseluruhan. "Atapnya yang dulu seng dikembalikan ke ijuk. Kemudian
bagian-bagian yang lapuk diganti dan serta dicat lagi sebagaimana
aslinya," kata Ramza. 

Aktivitas keagamaan tetap berlangsung di tempat ini. Baik untuk shalat
berjamaah setiap hari, shalat Jumat, serta ibadah lainnya. Apalagi saat
bulan Ramadhan kali ini, intensitas kunjungan masyarakat terhadap masjid
sangat tinggi. Hanya saja seperti yang diingikan warga, perhatian
pemerintah berlangsung secara kontiniu. 

Seperti sekarang beberapa bagian dari bangunan pasca direnovasi tahun
1992, juga haru mendapat pembenahan lagi. "Warga juga telah melakukan
perbaikan, tetapi memang semampunya. Kami ingin masjid ini bisa
dinikmati sampai kapanpun sebagai tempat beribadah," pungkas Ramza. 

 

 

 




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image002.jpg>>

Kirim email ke