Menelusuri Jejak Ulama Syekh Burhanuddin, Dari Lapiak Pandan Hingga Kubua Bohong
Minggu, 07 September 2008 Syekh Burhanuddin, seorang ulama besar pengembang ajaran Islam di Minangkabau dan provinsi lain di Pulau Sumatera. Hingga detik ini ia masih tetap abadi di kalangan murid dan pengikutnya. Terbukti, setiap tahunnya, makam beliau yang terletak di Lagundi Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padangpariaman, nyaris tidak pernah sepi dikunjungi peziarah. Para peziarah tidak hanya datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat, tapi juga dari berbagai provinsi tetangga lainnya, seperti Riau, Jambi, bahkan dari mancanegara seperti Malaysia dan Singapura. Tradisi ziarah ke makam Syekh Burhanuddin dan berlangsung setiap tahun itu, belakangan lebih dikenal dengan tradisi basafa. Tujuannya untuk mengenang jasa Syekh Burhanuddin, sembari mengirimkan zikir dan doa mengharapkan keberkahan ilmu yang beliau ajarkan. Belakangan tradisi basafa tak ubahnya pertemuan akbar kaum tharikat. Tidak hanya pengikutnya tetapi kalangan pejabat tinggi negara yang berkunjung ke makam Syekh Burhanuddin, seperti mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid, Mantan Pangab Wiranto, mantan bapak negara Taufik Kiemas dan lainnya. Kisah pengembaraan beliau sewaktu menuntut ilmu ke negeri Aceh kepada gurunya Syekh Abdul Rauf Singkil, seorang ulama besar tharikat Syattariyah juga masih tetap hidup di kalangan pengikutnya. Di mata para pengikutnya, sosok Syekh Burhanuddin adalah seorang Waliullah yang sarat dengan keramahan. Sebut misalnya, kisah perjalanannya berlayar menggunakan lapiak pandan (tikar pandan) saat kembali dari menuntut ilmu di Aceh. Belakangan kisah dan perjalanan hidup Syekh Burhanuddin belakangan telah banyak dibukukan. Bahkan, dengan mudah bisa didapatkan di sekitar kompleks makam beliau di Ulakan yang dijual secara bebas oleh para pedagang di sekitar kompleks makam Syekh Burhanuddin. Untuk menelusuri jejak peninggalan sejarah Syekh Burhanuddin Ulakan, tidaklah begitu sulit. Sejumlah peninggalan sejarah penting Syekh Burhanuddin yang masih bisa ditemui saat ini antara lain bangunan surau berbentuk panggung yang terdapat di kawasan Tanjung Medan Kenagarian Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis Padangpariaman. Di kawasan ini juga ditemui kompleks perguruan Islam atau pesantren yang cikal bakalnya berawal dari perguruan Syekh Burhanuddin. Di sinilah awal mulanya Syekh Burhanuddin menggembleng murid muridnya, sembari menyebarkan ajaran agama Islam kepada masyarakat sekitarnya. Berkunjung ke kompleks perguruan Syekh Burhanuddin di Tanjung Medan Ulakan seolah membawa kita kembali ke masa silam. Apalagi kompleks yang berdiri di lahan seluas 3 hektar itu nyaris tidak banyak mengalami perubahan. Tidak terkecuali bangunan pondok berukuran kecil yang terbuat dari kayu lengkap dengan balai balainya. Tidak ketinggalan bangunan surau berasitekur unik berbentuk bangunan khas yang memadukan kesatuan ajaran Islam dan adat Minangkabau. "Jumlah murid yang belajar di sini sekarang lebih kurang 20 orang," ungkap Iskandar Tuanku Sutan selaku pengasuh di pesantren tersebut saat ditemui Padang Ekspres, Sabtu malam. Selain kompleks yang terletak di tengah perkebunan pohon kelapa itu, juga terdapat sebuah masjid dan panti jompo tempat berdiamnya para lanjut usia. Untuk mencapai kompleks perguruan tersebut terlebih dahulu kita harus melalui jembatan gantung atau rajang. Tapi bagi yang menggunakan kendaraan roda empat bisa melewati jalur lain namun harus melewati jalan melingkar. Ditemui saat mengaso (istirahat) di balai pondoknya, Tuanku Sutan menyebutkan bahwa tidak jauh dari pondok tersebut terdapat sebuah makam kosong yang populer disebut kubua bohong (kuburan bohong, red). Makam itu semula digali oleh murid dan pengikut Syekh Burhanuddin untuk menguburkan jenazah beliau tidak lama setelah mengembuskan nafasnya yang terakhir pada tahun 1111 Hijiriah. Saat itulah sempat terjadi keanehan, di mana saat orang akan menguburkan jasad beliau di makam tersebut, tiba tiba dari arah angkasa terdengar suara shalawat yang arahnya menuju ke arah Lagundi, Ulakan tempat makam Syekh Burhanuddin saat ini. "Sebelum beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir, Beliau sempat berpesan kepada sahabat akrab beliau ; Syekh Idris Khatib Majo Lelo, agar setelah wafat beliau dimakamkan di Lagundi Ulakan," terang Tuanku Sutan. Saat ini kubua bohong yang terdapat di kompleks perguruan Syekh Burhanuddin masih dapat terlihat jelas. Bahkan belakangan kuburan tersebut telah di lengkapi dengan tembok. Sepintas kondisinya tidak jauh berbeda dengan kuburan biasa, hanya bedanya, kuburan bohong dibiarkan terbuka tidak seperti kuburan biasanya yang timbun dengan tanah. Menurut Tuanku Sutan, sewaktu akan pulang ke kampung halaman, Syekh Burhanuddin sempat di bekali gurunya dengan tiga bingkisan. Gurunya berpesan agar beliau mencari tanah yang kadarnya seimbang dengan tanah yang dibawa dari Aceh. "Setibanya di kampung, beliau menemukan kecocokan dengan tanah pertama di Lagundi yang menjadi tempat makam Beliau, kemudian tanah kedua di Kampuang Koto, yang selanjutnya dijadikan sebagai tempat masjid beliau, dan tanah ketiga di Tanjung Medan yang belakangan dijadikan sebagai pusat perguruan untuk mengajarkan ilmunya kepada murid murid beliau," ungkap Tuanku Sutan. Ketiga peninggalan sejarah Syekh Burhanuddin tersebut sampai saat ini masih tetap terawat dengan baik. Demikian pula surau pertama yang dibangun pada masa Syekh Burhanuddin yang terletak di Tanjuang Medan. Awalnya surau tersebut dijadikan sebagai tempat kediaman beliau. Surau itu dibangun tidak lama setelah Syekh Burhanuddin kembali dari Aceh yaitu sekitar tahun 1080 Hijiriah. (yurisman m) (c) 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
