Pak Syaaf, Bung Indra dan Sanak Sapalanta yang saya hormati,
"Anda tentu tahu bahwa menjadi anggota parlemen itu sulit, tetapi menjadi anggota parlemen yang baik, jujur, dan tak korup jauh lebih sulit." (Bapak Syaafroedin Bahar) Saya kutip sebuah kalimat bijak, sekaligus secara tersirat rasanya adalah sebuah peringatan juga. Kalaulah boleh saya ikut berpendapat disini atas apa yang disampaikan Bung Indra. Sebelumnya saya harus garis bawahi dulu secara pribadi saya berpikir positif saja atas niat yang elok dari Bung Indra maju menjadi Politisi dengan kekuatan hati nan tulus dan jujur untuk membangun nagari kita Ranah Minang dan dia kukuhkan dalam sebuah slogan yang cukup "menggetarkan"... Kembalikan, Kampung Halamanku!!! . Pendapat yang saya posting ini semata-mata sebagai pembanding saja, tentang situasi actual perpolitikan serta tingkah laku anggota parlemen kita saat ini, saya rasa mungkin tahun depan setelah Pemilu tidak akan banyak berubah. Kondisi actual yang terjadi ini saya dapatkan dari sumbernya lansung, seorang anggota Dewan yang boleh dikatakan teman "salapiak sakatiduran" saya sejak kanak-kanak, dan saya pernah mengikuti "ekor" nya dari pagi sampai pagi lagi ketika berkunjung ke kota dimana dia menjadi anggota Dewan. Disuatu kesempatan kami "maota" berdua sambil menikmati kopi disebuah kafe yang mentereng atau lebih lama lagi berdiskusi tanpa gangguan oleh "pihak ketiga" pada kesempatan berjumpa di kampung. Dan apa yang dia ceritakan tersebut ini terbukti juga artinya bukan mengada-ngada seperti postingan saya terdahulu (Habih Cakak Takana Silek), Dia bercerita Kupak uangnya satu mobil Avanza untuk menetapkan No Urut 1 dan menentukan Dapil, faktanya memang begitu dan masih hangat berita tentang hal ini di PPP, Bahrudin menyerang Ketuanya masalah "taburan uang" untuk menentukan no caleg dan dapil ini. Kawan saya ini menganggap biasa saja, "Nggak ada yang luar biasa seperti itu" katanya, ini kesempatan Ketua Partai dan Pengurusnya membengkakan Pundi2 baik untuk partai maupun untuk Pribadi dan kami dapat memahami, ohhh..kalau bersitegang urat leher, mau idealis, sok-sok demokratis jalannya serahkan kartu anggota partai, letakan jabatan di partai lalu salaman, balik badan, keluar...itu saja. Anda harus memahami Jepe, Partai itu bukan seperti anda bekerja di swasta ada produk yang dijual ke pasar dan ada untung, nah kami yang "digaleh" itu ya salah satunya seperti diatas, cari untungnya ya..macam2 uang dari eksekutif, pengusaha, macam2 lah. Waduh jangan diharap kas kami dari massa (istilah palanta "masyarakat badarai"), saya rasa anda tahu masyarakat sudah skeptis terhadap partai "dari pada menyumbang ke partai..amit-amit deh, mendingan nyumbang ke mesjid, anak yatim ketahuan deh pahalanya" begitu kan kata masyarakat badarai. Lain cerita Jepe jika petinggi eksekutif, pengusaha menyumbang apapun ceritanya ini berbalut kepentingan, ada maunya..benar nggak. Saya hanya menjawab, benar 100 nilainya dan saya juga merasakan kok diswasta saya bekerja entah sudah berapa banyak disposisi Bos untuk membantu partai dan anggota Dewan. Jadi ingat lagi saya postingan Pak Syaaf yang berkata partai ya seperti Industri atau bahasa kitanya "Manggaleh" Tapi itu tentu secara umum mungkin ada juga partai tidak begitu, mudah2an Golkar tempat IJP bernaung tidak seperti kawan saya habis2an uang untuk No Urut dan dapil, tapi kenapa ya si Yudi Cristianto mengundurkan diri jadi caleg, gara-gara nomor urut, apa sih masalahnya...mudah2an bukan kurang setoran si Yudi ini,,entahlah..he..he Sulit..itu kata Pak Syaaf..betul sekali Pak..sangat sulit malahan dipandang dari sisi manapun menjadi anggota Dewan ini, apalagi berbicara pada kondisi yang sangat idealis sekali. Inilah sepotong kisah teman saya tersebut tentang kiprahnya menjadi anggota Dewan Lalu dia melanjutkan cerita dan kisah 1001 malamnya menjadi anggota dewan kepada saya saat kami berdua dikampung, Jika anda seorang yang jujur, idealis, otak cemerlang, taat beragama, tahu mana yang yang dosa dan pahala, hak dan yang bathil jika menjadi anggota Dewan yakinlah anda akan membenturkan "otak dan hati" anda ke tembok. Sebagai contoh ketika membahas anggaran dan undang-undang/perda yang strategis (kepentingan dunia usaha), kami diberi Draft yang ketebalan melebihi bantal, kami terima dan faktanya memang jadi "bantal" buat kami. Begitu juga dengan UU atau Perda lainnya. Semua telah diatur, biar kelihatan ramai kami berdebat panas-panasan, tapi sebelumnya kami telah "bahas" di kedai kopi mentereng, lobby2 hotel mewah dengan eksekutif dan pengusaha dengan penuh "kedamaian serta persahabatan". Ada dua titipan yang pertama "Bapak Tanya kami yang ini saja..tentang anggaran, atau pasal ini saja kita bahas, dan kami sudah siap dengan jawaban"..Titipan kedua..saya rasa tidak perlu diuraikan......... (Faktanya begitukan...Ingat kasus aliran dana BI ke Parlemen yang sekarang lagi ramai) Mari kita sedikit bersenang-senang Pak, mungkin Bapak yang ini suka karaoke, atau mmm...bagaimana kita plesir ke Thailand Pak kita bisa atur, ngomong2 ada pertunjukan yang seru lho disana Pak, Tiger Show (Plesetan dari : Thai Girls Show)...aha..begitulah dunia selebritis Politikus. Kata temen saya ada sih yang jujur dan idealis nggak semua kayak gitu, tapi lebih banyak yang ber dunia gemerlap di Parlemen ini. Lalu saya bercerita tentang sebuah tulisan Benny Inayatullah yang pernah diposting di Palanta "Leiden is Lijden", memimpin adalah menderita, mungkin dia sedikit terpojok jawabnya singkat saja " kalau itu yang anda sodorkan kesaya Jep, menjadi anggota dewan adalah tempat yang keliru, sebaiknya begini kalau memang itu yang anda kehendaki, Tarok emblem anggota dewan dari lempengan emas, angkat kaki dari dunia politikus pergi kedesa atau terjun lansung ke masyarakat diam2 tanpa berkoar sana sini di Media, Ibaratnya anda tahukan seperti seseorang yang pernah mendapatkan penghargaan kalpataru, contohnya siapa yang anda tahu. Saya jawab kalau tidak salah seseorang di lampung yang bekerja keras malahan dikatakan gila oleh masyarakat, seorang diri bertahun-tahun menghijaukan hutan mangrove dengan menanam benih bakau, akhirnya pengabdian dia yang tulus ini berbuah bagi kemakmuran nelayan dengan hijaunya kembali hutan mangrove, tidak ada lagi abrasi pantai, udang, ikan kembali menjadi sumber pendapatan di mangrove yang hijau ini. Nah itu dia yang seperti yang ada kata bijak anda tersebut,....apa itu..lu punya istilah, baru denger gua Ah..gue juga dapat ini dari salah satu anggota komunitas orang minang di Dunia Maya, "Leiden is Lijden"...Brurrrrr, saya jadi ingat diakhir postingan tulisan Benny di Palanta cukup menggelitik, dia berkata jujur "Belum sanggup memimpin karena belum sanggup menderita" begitu kira2 Lalu dia mencontohkan juga seorang Intelektual, cerdas, otak brilian, pandai berdebat, menguasai masalah secara Detail, yaitu Iksanudin Noorsy yang pernah menjadi anggota Dewan, kata teman saya ini kasihan Iksan, hanya akan membentur tembok saja jika berdebat diparlemen, mungkin pendapat dia benar, jujur dan berpihak kepentingan rakyat dan bangsa, oke..ada yang mendukung dia tapi berapa banyak yang sependapat dengan dia baik dari fraksi partai dia maupun partai lain, jika tidak ada keputusan akhirnya Dead Lock, dalam demokrasi voting jalan terakhir dan halal untuk dilakukan. Nah kalaupun Voting masih dilakukan dengan memasukan suara ke kotak (tertutup), masih mending angkat tangan maka ini wujud dari sebuah "hati nurani" untuk menyatakan setuju atau tidak setuju akan sebuah kebenaran. ...lha..kalau tertutup cukup anda dengan Tuhan yang tahu. Semakin seru saja cerita kawan saya ini, asyik memang cerita "Under Ground" di parlemen, apalagi kawan saya ini pintar berciloteh dengan selera humor yang bikin kita tertawa "luar dalam". "Anda tentu juga tahu betapa rendahnya citra anggota parlemen sekarang ini dalam pandangan Rakyat" seperti apa yang diucapkan Pak Syaaf, ya begitu realitanya Dari cerita diatas jikapun saya mengajukan pertanyaan pada Bung IJP sanggupkah dia menghadapi tekanan "Gonjang-Ganjing bertele-tele" Dunia parlemen dan Politikus, saya rasa sangat mudah dan lihai Bung IJP menjawabnya ketika masih berjuang dan belum duduk di Senayan, tapi akan sulit rasanya menjawab jika nanti berada di Senayan. Tapi dari tulisan Bung IJP yang tak luput saya baca, jika dia punya prinsip yang teguh tentunya nanti dia punya kiat2 sendiri dan itu belum diungkapnya. Saya hanya kwatir (mudah2an tidak terjadi) nantinya segala ide2 cemerlang nan elok2 dari bung IJP dalam membangun nagari kita ranah Minang (Kembalikan, Kampung Halamanku!!! ) terbentur dengan tekanan para "pendekar tua" Golkar yang memang hebat-hebat (punya kekuasaan dan Uang) sebut saja Yusuf Kalla, Surya Paloh, Agung Laksono dan nama-nama lain yang membuat "nyali ciut" Selamat berjuang Bung IJP, tidak ada rasanya di Palanta ini yang tidak mendukung segala niat baik anda maju Ke Senayan. Seperti kaya Pak Syaaf..Sulit ........dan jalan masih panjang, saya jadi ingat sebuah lagu The Beatles "The Long and Winding Road" Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan Wassalam-Jepe (43, Pku) ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR Sent: Thursday, September 11, 2008 4:39 AM To: [email protected] Subject: [BULK] [EMAIL PROTECTED] Re: Kembali Ke Ranah Menuju Akar Importance: Low --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
