Sanak Sri Yansen sarato Rang Lapau nan Basamo,

Samantaro kito manunggu Sanak Sri Yansen mamapakan tambo, sejarah, 
carito rakyat, atau mitos di Painan manganai  asa-usua kato nan 
dilakekkan manjadi namo "Bukik Langkisau" kito caliak pulo kato-kato 
Lagu Langkisau Bukit Painan, dengan komentar seorang pemblog, 
(1) "Aneh mungkin, kita disuruh berangkat, tapi sekaligus dipanggil 
pulang." sarato 
(2) pantun angku Nofiardi "pulanglah".

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
------------------------------

(1)

Jumat, Maret 14, 2008
Langkisau Bukit Painan

langkisau bukik langkisau

tanang aie di talao

tangiang kampuang maimbau

taganang si aie mato

langkisau bukik painan

batampek mandi pincuran nago

elok karantau den bajalan

kok lai tabangkik batang tarandam

badabua ombak mahampeh

batu kureta mamanciang ikan

kok lai mujua bundo malapeh

ayam pulang ka pautan

--Langkisau

Apa kita Manusia Ambang, mengutip Goenawan, "tidak cukup mencintai 
tempat asal, tapi juga gagal menambatkan hati ke tempat yang baru?" 

***

Seseorag menciptakan lagu itu. Elly Kasim menyanyikannya di tahun 
yang entah. Begitu lirih dan pilu. Saya mengunjungi kota itu. Juga 
bukit itu. Dari atasnya kita bisa melihat kota Painan yang kecil. 
Indah dan menakjubkan. Ada terlihat pantai Batu Kureta yang melekuk 
agak ke barat. Di ujung lekuk yang lain, terlihat pelabuhan kapal 
agak ke selatan.

Painan memang hanya sebuah lekuk. Sekitar tahun 70-an pelaut-pelaut 
Bugis banyak berdatangan ke sini. Bermukim, menciptakan hidup. Ada 
beberapa yang kawin dengan penduduk asli. Di Painan akan kita 
temukan beberapa orang peranakannya.

Mungkin saja. Karena Painan-dan beberapa kota kecil lain di Pesisir 
itu seperti Salido dan Indrapura yang terletak lebih ke selatan 
memang terkenal sebagai Bandar-bandar transit sejak dahulu. Di lepas 
pantai Samudra Hindia, di pulau cingkuk misalnya ada berdiri sebuah 
benteng Belanda.

Pelaut-pelaut Bugis yang datang ke situ punya kapal-kapal besar, 
bagan dan pukat yang lebih mutakhir. Nelayan-nelayan pribumi kalah 
saing.  Dan di sekitar tahun 70-an itu pelaut-peluat Bugis yang 
terkenal handal itu mulai menyusut kehadirannya di kota kecil itu. 
Dan bahkan mulai terkikis habis. Entah peristiwa apa yang 
menyertainya. Beberapa orang mencatat, ada bentrok terjadi. Kapal-
kapal Bugis dibakar penduduk asli di lepas pantai.

Walaupun begitu, Painan tetap menawan dengan alamnya yang elok.

Tapi Painan, kota kecil yang menawan itu, acap tak banyak memberi 
peruntungan. Seperti daerah lain di ranah ini banyak orang yang 
bertolak. Meninggalkan keindahan dan keelokan itu. Seperti sajak 
Takdir, "aku tinggalkan tasik yang tenang tiada beriak".

Painan memang kota yang tenang. Ombak pantainya lembut tak berdebur 
seperti ombak Pantai Purus. Mungkin lebih tepatnya kota ini lamban. 
Ia mendekati kota mati. Di hari sabtu, kota ini akan tambah sepi. 
Anak-anak sekolah biasanya telah pulang ke daerah-daerah pinggiran 
painan. ke Bayang, Tarusan, Batangkapeh, Kambang, Belaisalasa, ...

Maka seseorang-dan banyak orang-ingin ke Jakarta, Batam, Semarang, 
atau kota-kota besar lainnya. Merantau. Mencari peruntungan. Ingin 
merubah nasib. Menggeliat. Painan tidak menjanjikan itu. Ia hanya 
kota kecil. Sebuah transit yang penuh kenangan.

Dan orang-orang yang berangkat itu selalu akan kembali pulang. 
Nanti. Mengabarkan hasil pencarian selama ini. Mereka mungkin tak 
pernah mencintai Jakarta, Batam, Semarang, Surabaya, atau... kota-
kota lainnya yang ketika akhir lebaran tiba akan lebih sering 
mengadakan razia para pendatang gelap. Ah, pendatang gelap. 
Bagaimana istilah ini dirumuskan kepada mereka, penduduk sebuah 
negara, yang tengah berada di dalam negaranya sendiri?

Elly Kasim bernyanyi. Dan jauh di Jawa sana ada yang terus 
merindukan kampung halaman. Apalagi RRI pusat, di hari-hari tertentu 
akan menyiarkan program "Minang Maimbau" yang menyiarkan lagu-lagu 
minang ternama, Aneh mungkin, kita disuruh berangkat, tapi sekaligus 
dipanggil pulang.


Padang, 2007
http://urangmudiak.blog.com/Langkisau%20Bukit%20Painan/


(2)

--- In [EMAIL PROTECTED], "Nofiardi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> pulanglah
> 
> Gadih minang mandi batimbo 
> mandi sarato balimauan 
> oi dunsanak baliaklah rayo 
> caliak juolah kampuang halaman 
> 
> nak duo pantun saiiriang... 
> 
> hujan ameh dirantau urang 
> hujan batu dikampuang kito 
> walaupun sanang hiduik disubarang 
> jan lupo kampuang tacinto 
> 
> salamaik baliak kampuang hati - hati dijalan....
> 
> Salam
> 
> Nofiardi 

--- In [EMAIL PROTECTED], "hambociek" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Sanak Sri Yansen,
> 
> Dalam 10 points nan MakNgah katangahkan dari sumber-sumber nan 
> samantaro dapek, duo diantaronyo dari Langkisau di Painan ko:
> > 
> > 8. Langkisau; Namo Bukik di daerah Painan.
> > 
> > 9. Langkisau; Namo lagu Minang, yang belum pernah saya dengar. 
> > Mungkin lagunyo rancak disukoi "pencinta lagu" tapi hanya 
> > pantunnya yang pakai kato langkisau untuak palamak kato.
> 
> Adokoh tambo, sejarah, carito rakyat, atau mitos di Painan 
manganai 
> asa-usua kato nan dilakekkan manjadi namo "Bukik Langkisau" tu? 
> Tambahan lai adokoh carito-carito indah nan dapek dikenang 
manganai 
> Bukik Langkisau tu? Kok ado tolong cucua papakan nak batambah 
laweh 
> juo pangatahuan Kito nan Basamo.
> 
> Salam,
> --MakNgah
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], Sri Yansen <syansen@> wrote:
> >
> > Dunsanak kasadonyo nan ambo hormati,
> > 
> > Sebagai urang nan tingga di tapi bukik LANGKISAU, agak taibo 
> rasonyoo ati ko…mandanga seolah2 namo ko baitu buruaknyo dimato 
> dunsanak kasadonyo.



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke