Sanak Sapalanta

Ini sekedar tulisan ringan saja sebuah pengalaman Ramadhan Tahun lalu
betapa tersiksanya ketika Sakit Gigi

Mungkin sanak-sanak di Palanta ada yang dokter gigi atau pemerhati
ilmu-ilmu kesehatan bolehlah berbagi

Bagaimana merawat gigi, mulut, tenggorakan selama menjalan ibadah
puasa...

Tapi ada juga urang awak ngomong misalnya  masalah KKN anggota Dewan
yang terlibat aliran dana BI

Maka bilang "Ondee yo sakik gigi waden mancaliak anggota dewan yang
terhormat lah korupsi lo.

Samantaro rakyaik badarai  ado nan makan nasi Aking"

Selamat membaca semoga berkenan

---------------------Wass-Jepe

 

 

 

"ORKES DANG DUT SAKIT GIGI"

Oleh : Jepe 

 

Pernahkah anda merasakan betapa sengsaranya sakit gigi, jika pertanyaan
itu diajukan ke saya ibarat  seorang Ibu Guru SD bertanya pada muridnya,
maka dengan tegas saya akan mengacungkan  jari telunjuk keatas sambil
berkata lantang "Pernah Bu Guru....!!!!. Betapa menderitanya sakit gigi,
dunia terasa hampa, jika tidak punya uang anda masih bisa tersenyum
dengan wajah yang masih kelihatan ganteng, cantik dan manis. Sakit
Gigi..walah jangan coba-coba anda tersenyum apalagi tertawa ngakak
dijamin penderitaan yang semakin dalam anda rasakan, lha wong sakit gigi
tak tertahankan kok malah senyum.

 

Jika saya dihadapkan dua pilihan kehilangan sepeda motor atau sakit
gigi, saya akan pilih dapat sepeda motor tapi tanpa sakit gigi, waduh
asal deh, nggak nyambung pertanyaan sama jawaban, lah wong lagi sakit
gigi tentu saenak dewe njawab ne..piye toh Mas.

 

 

Sakit Gigi yang tak tertahan ini pernah saya rasakan Ramadhan tahun
lalu, lagu Dand Dut yang paling cocok dinyanyikan saat itu "Sungguh Aku
Sengsara". Sakit gigi ini (Gusi Meradang, merah membara) diakibatkan
selama bulan puasa tersebut boleh dikatakan 2/3 bulan suci itu saya
berada di lapangan (hutan) dalam melaksanakan tugas sehari-hari memimpin
crew survey. Kondisi yang serba terbatas dan cuaca yang cukup terik
dilapangan serta kurangnya asupan Vitamin yang biasanya saya dapat dari
buah-buahan dan sayur yang kaya mengandung serat membuat gusi saya
meradang.

 

Sakitnya..wow..luar biasa jangankan untuk mengunyah bersentuhan dengan
geraham atasnya gigi yang gusi lagi meradang terasa
nyeri.nyuss..nyusss..berdenyut. Pulang ke rumah dari lapangan sambil
berpuasa menjelang berbuka saya membawa penyakit ini. Saat berbuka Istri
saya menyajikan menu dendeng balado dengan irisan kentang serta sayur
bayam. Duggg..duggg..bunyi beduk bertalu-talu diiringi raungan sirene
tanda masuknya waktu berbuka.

 

Lemah sekali tanpa gairah saya mengucapkan Bismillahhirahmanirrohim,
Allahummalakasuntum, Wabikaamantu..dan seterusnya,  berdenyut dan
menghentak gusi saya setiap tegukan teh manis panas yang saya minum.
Buah Korma jangan coba disentuh untuk sekedar berbuka dengan yang
manis-manis, setiap mengatupkan mulut dan gigi
bertaut..wawwww..!!!...tambah nyusss..nyusss dan menghentak. Akhirnya
hidangan dendeng balado dengan sayur bayam jangankan mencoba sesuap atau
dua suap, memandangnyapun tidak sudi lagi, lagu Dang Dutnya adalah "Ku
Tak Sudi Lagi"

 

Selesai magrib tanpa buang-buang waktu lagi, saya dilarikan oleh istri
saya ke dokter gigi, saat diperiksa Bu Dokter dengan alat-alatnya setiap
sentuhan besi stainless steel peralatan dokter gigi menyentuh gigi dan
gusi saya begitu sakit terasa. Guis merah meradang dan  membuat wajah
saya tidak seimbang lagi kiri kanan, karena pipi sebelah kanan
membengkak.. Bu Dokter yang ramah serta murah senyum  selalu kelihatan
manis (maklum lagi nggak sakit gigi, coba deh Bu Dokter sakit gigi pasti
tutup prakteknya) setelah melakukan tindakan lalu memberi resep obat
yang harus saya dibeli di Apotek.

 

 

Berbuka saya dilanjutkan dirumah dengan segelas susu coklat panas yang
kosentrasinya cukup kental serta dilanjutkan makan obat yang telah
dibeli di Apotik. Selesai shalat Isya sebaiknya  rebahkan badan, tutup
pipi yang bengkak dengan bantal, nikmati sakitnya, guling kiri, guling
kanan, .gelisah..duh..sakitnya ya!!!.. Lagu Dang Dut yang paling cocok
judulnya saat tidur ini adalah "Aku Gelisah" 

 

Obat mulai bereaksi rasa nyeri mulai berkurang mungkin Bu Dokter kasih
obat penenang/tidur akhirnya saya terlelap tidur. Sahur saya dibangunkan
Istri,  rasa nyeri sudah hilang tapi geraham atas dan geraham bawah
ketika bersentuhan masih terasa sakit artinya belum bisa di fungsikan
untuk mengunyah. Sahur "sakit gigi" terpaksa makan nasi bubur diaduk
telor ayam kampung lalu dikasih kecap, niatkan berpuasa karena Allah
semata, hajar bubur tanpa dikunyah. Sahur diakhiri dengan makan obat dan
minum sebanyaknya air putih.

 

Selesai shalat subuh, rekasi obat membuat mata mengantuk, ya sudah lha
wong sakit gigi istirahat saja tidur jangan pikir yang lain-lain. Bangun
sekitar jam 9 an, wah lumayan denyut sakit tidak terasa lagi di gusi,
pipi sudah mulai agak simestris, pelan-pelan dicoba adu antara gusi yang
sehat dengan yang sakit sudah lumayan, walau jika dihentak keras masih
terasa sakit. Mandi sepuas-puasnya yang segar, lalu santai nonton tipi,
anak rewelpun sikap saya sudah mulai tersenyum padanya, jika sakit gigi
anak rewel entahlah serba susah tindakan apa yang akan dilakukan buat si
anak.

 

Saat berbuka  saya sudah bisa menikmati nasi walau agak lembek, dendeng
balado yang masih tersisa belum bisa disentuh, cukup dengan kuah sop
beserta wortel dan kentangnya ditaburi bawang goreng. Berbuka diakhiri
dengan melanjutkan makan obat, santai sejenak. bersama anak-anak saya
pergi ke Mesjid untuk shalat Isya dan taraweh.

 

Bagaimana saat shalat baik Isya dan taraweh ketika anda masih sakit
gigi, dipastikan jika kondisi anda  sehat  akan berteriak penuh semangat
berkata AAAAMIIINNNNN !!! saat Imam selesai membaca surah Al Fatihah,
tapi berhubung masih ada nyut-nyut  selesai iman membaca 13 kali surat
Al fatihah (2 Isya, 11 Taraweh) nada amin saya lemah saja kurang
semangat...aaaamiiinnnn (huruf kecil kurang semangat). 

 

Nah bagaimana kisah seputar sakit gigi yang dirasakan oleh Kang Cecep,
betapa gelisahnya Kang Cecep hari ini akibat sakit gigi yang menderanya.
Lihatlah tingkah uring-uringan Kang Cecep, jalan ke dapur balik lagi
keruang tamu, angkat pantat lagi dari kursi tamu masuk kamar sambil
pegang pipi yang bengkak. Tidur sambil bantal menutup pipinya. Gelisah
lagi koyok cabe yang telah ditempelin di pipi sebelah kanan masih terasa
kurang, ambil satu lempeng lagi tempelkan dibawah dagu. 

 

Walahhhh..semakin menderita karena sakit gigi yang nyeri ditambah panas
koyo cabe yang menghujam pipi dan dagu, apaboleh buat Kang Cecep
bertahan saja. Semakin Kang Cecep menghayati sakit giginya semakin
gelisah dan senewen. Rasa frustasi menghampiri diri , benang nilon
diikatkan ke gigi yang sakit, saat adik Kang Cecep keluar dari rumah
dengan sepeda motor rencananya nilon ini akan dikatkan kejari-jari roda.
Beginilah cara yang paling cepat mengakhiri penderitaan "aing nyeri
untu" Kang Cecep membathin. Tapi Kang  Cecep keder juga akhirnya niat
konyol urung dilaksanakan kang Cecep.

 

Kang Cecep beranjak dari tempat tidur melangkah keteras rumah duduk
dikursi goyang sambil menikmati sakit gigi yang semakin membuat dia
jungkir balik dilantai tanpa tertawa (Rolling on the floor without
laughing) seperti smiley di dunia maya.Sementara didepan rumah Kang
Cecep yang berjarak 5 meter dari kursi goyang lewat Mamang-Mamang  yang
menjual aneka kaos oblong. Jamaknya bahasa sunda untuk barang yang lebih
dari satu, Mamang ini berteriak menjajakan Kaos dagangannya

 

KARAOOOOSSSS.....KARAAAOOOOOSSS.....KARAOOOOSSSS...!!!

 

Tepat didepan Kang Cecep sambil senyum manis si Mamang menawarkan kaos
dagangannya pada Kang Cecep

 

"Karaaosss..Karaoosss..Kang...mangga..sok tingalih
helak..Karaoosss..karaoosss kang"

"Nu iyek..cocok pisan ..halus..Kang.....Karaosss..karaoosss Kang" si
Mamang semakin lantang berteriak Karaossss didepan Kang Cecep yang
sedang bertungkus lumus menikmati sakit gigi disiang yang terik itu.

 

Si Mamang masih saja rewel.."ayuhhh atuh
akang...Karaoosss..Karaooosssss"

 

Kang Cecep darahnya serasa muncrat diubun-ubun melihat si Mamang dengan
tingkah cengesan masih saja berkata Karaos...Karaos.Akhirnya tumpah ruah
marah Kang Cecep

 

"Beleguk Siak..berek ku Aing Siak" ngeledek wae siak mah...aing nyeri
untu tahu..!!!

"Karaos..karaos ....enak apa !!?..nyeri untu....sana-sana  hiji dua
tilu..mun ntek angkat siak..lempar ku aing..beleguk siak (Maaf bahasa
sunda gue..bener apa salah..ha..ha..kasar banget ya..maklum kuliah di
Bogor ngertinya bahasa Sunda Pasaran).

 

Si Mamang tanpa berkata-kata lagi angkat barang dagangannya lari dan
mabur meninggalkan Kang Cecep yang sedang sengsara menikmati sakit
gigi.Begitulah episode Kang Cecep sakit gigi, lagu dang dutnya adalah
"Duhhh..Aing Nyeri Untu..Karaoosss"

 

Dibulan Ramadhan tahun ini masih tersisa 14 hari lagi, saya hanya
berharap dan berdoa jangan sampai terjadi lagi Sakit Gigi (Radang Gusi),
sehingga jika saya shalat taraweh tetap bersemangat dan berteriak
lantang setelah imam selesai membaca surah Alfatihah 

 

AMIIIIIIIIINNNN.........!!!. 

 

 

Pekanbaru, 16 Ramadhan 1429 H/16 Sepetember 2008

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke