Selasa, 16/09/2008 17:42 WIB

"Maantaan Pabukoan" Yang Lekang di Minangkabau 

Oleh: Laila Cahyani dan Frislidia 


Indak 'ado kayu, janjang dikapiang' (tidak ada kayu, tangga pun di patah
juga untuk jadi kayu bakar,red). Artinya satu tekad untuk tetap
mengupayakan merealisasikan apa saja keinginan yang hendak dicapai. 

Ungkapan tersebut, merupakan satu bentuk ketegasan masyarakat
Minangkabau di Propinsi Sumbar guna merealisasikan keinginannya
tersebut. 

Pepatah ini pula mengibaratkan tingginya rasa solidaritas masyarakat
Minangkabau terhadap keluarga, karib kerabat dan mertuanya, 

Bagi seorang anak atau menantu (perempuan) 'Maantaan Pabukoan" atau
"mengantar Pabukoan pada sang mertua di Ranah Minang, Propinsi Sumbar
terus dilestarikan, satu bentuk kekuatan silaturrahmi sekaligus
penghormatan sang menantu pada ibu dan bapak mertuanya. 

Maantaan pabukoan, biasanya dilakukan oleh masyarakat Minangkabau pada
puasa hari minggu kedua Ramadhan dan tiap tahun tradisi ini terus abadi.


Dona (28) yang juga ibu rumah tangga itu mengatakan, tradisi maantaan
pabukoan itu telah dilakukannya sejak tiga tahun ia menikah dengan
suaminya. 

"Jika seorang menantu tidak "maantaan pabukoaan", merupakan suatu aib
karena ini menunjukan tidak adanya rasa santun dan persaudaraan lagi di
antara anak dan menantu," katanya. 

Mirisnya, ketika masyarakat mengetahui kondisi demikian, maka sang
menantu dikira sebagai menantu yang tidak beradat. 

Di Minangkabau, tradisi 'maantaan pabukoan' sekaligus menjadi satu cara
untuk menjaga silaturahmi di antara mereka tetap utuh dan keluarganya
tetap menjadi keluarga yang saling harga menghargai dan santun. 

"Bagi kami 'maantaan pabukoan' dimasak sendiri dan akan lebih baik
diantar pada hari Kamis atau Minggu pada minggu kedua Ramadhan atau
pertengahan Rhamadhan," katanya. 

Biasanya sajian 'maantaan pabukoan' itu dibawa dengan rantang atau panci
bertingkat empat, berisi macam-macam jenis masakan dan makanan-makanan
tradisional yang nantinya bisa dimakan untuk berbuka dan waktu sahur
oleh keluarga mertua. 

"Maantaan Pabukoan", sudah mentradisi di kalangan menantu sejak nenek
kami dahulu," tambahnya. 

Namun sebagian menantu yang berprofesi sebagai wanita karir, justru
menyediakan isi 'maantaan pabukoan' dengan makanan tradisional serba
dibeli. 

"Maklum..... saya kan bekerja dari pagi hingga sore, sebagai PNS tentu
sibuk sekali dan waktu banyak tersita di kantor sehingga lebih memilih
membeli makanan siap saji. Pada pasar Pabukoan, semuanya tersedia," kata
Iis (43). 

Isi rantang untuk maantaan pabukoaan adalah mulai dari gulai berbahan
ikan atau daging dan telur, goreng-gorengan berbahan ikan, daging dan
telur, dilengkapi dengan perkedel yakni kentang isi daging, serta
kue-kue tradisional seperti lupis, onde-onde, kolak, dan lepat berbahan
ubi, pulut/ketan dan pisang. *    

 

http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?mod=artikel&j=2&id=24



The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke