Assalaamualaikum wr.wb.,
Satu nikmat yang besar buat kanda K. Suheimi dan Uni, bayangkan di
jutaan umat nan sadang Umrah,.beliau bisa basuo jo putra putri Raja
Brunei dan malah disuguhkan pabukoan.
Wassalam,
Elthaf

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of ridwan m sirin
Sent: Thursday, September 25, 2008 6:02 AM
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Buka bersama putri dan pangeran Raja Brunei di
Masjidil Haram.



Assalamua'laikum WR.WB.

 

Dunsanak di palanta RN yang dumuliakan Allah SWT, ambo dapek amanah dari
dunsanak kito dr.KSUHEIMI

nan sadang ittikaf di Masjidil Haram Makkah Al-Mukaromah untuak maedit
dan mampostingkan pangalaman-pangalaman beliau

baru-baru di Makkah. mohon maaf kalau ada yang salah ketik.

Semoga bermamfaat.

 

Wassalam

Ridwan M Sirin

Jeddah

------------------------------------------------------------------------
--------------

 

BUKA BERSAMA PUTRI DAN PANGERAN RAJA BRUNEI DI MASJIDIL HARAM

Oleh: K Suheimi

 

Saya tak menyangka dapat berbuka bersama dengan putra putrid Raja Brunei
Darussalam

Justru berbuka bukan disembarang tempat, tetapi ditempat yang dimuliakan
Allah SWT.

Didepan Ka'bah Baitullah Masjidil Haram.

 

Seusai tawaf sunat ba'da sholat zhuhur, saya dan isteri menunaikan tawaf
sunat dalam teriknya matahari dengan temperature 47C kami larut dalam
rombongan hamba NYA yang basah bibirnya memanjatkan do'a setelah
mengelilingi ka'bah sampai tujuh kali kami sampai di multazam didepan
pintu ka'bah. airmata saya jatuh berderai dan isteri saya terisak
tangisnya tertahan digenggamnya jemari saya, kami larut dalam do'a.

 

Dada saya berguncang jantung saya bergetar :ENGKAU perkenankan hamba Mu
yang daif ini berkunjung kepintu rumah MU ini Allah, aku ketuk pintu
rumah MU ini dengan linangan airmata kupanjatkan do'a dan kumohon
ampunan MU ujung semua do'a saya tutup "YAallah berilah hamba ini setiap
detik waktu menjadi detik-detik yang bermamfaat untukku dan untuk orang
lain.

 

Airmata ini pun terurai kembali sewaktu di maqam Ibrahim kami sholat.
Entah kenapa hati tidak bisa ditahan dan airmata berlinang mengantung
dikelopak mata berbaur dengan keringat yang menetes dari kening. Hijir
Ismail dapat kami masuki, saya tertunduk ingat perjuangannya dan
ketabahannya Ismail.

" Laksanakanlah apa yang diperintah ALLAH itu, Ayah..bisik Ismail kepada
ayahnya setelah beberapa hari dia menimbang permintaan ayahnya untuk
menyembelih Ismail seperti yang diperintahkan Allah.

 

Dialah yang menguatkan hati ayahnya sewaktu digoda iblis, dilemparinya
iblis Jumratul Ula, Wustha dan Aqaba. Keikhlasan Ismail lah yang
mendorong kesuksesan ayahnya: keikhlasannya berkorban menyerahkan
lehernya dengan pasrah.

Ismail hanya mohon 3hal dari ayahnya sebelum pengurbanan itu terlaksana.

 

Ayahku, aku mohon 3 hal padamu "Katakanlah anakku kata Ibrahim sambil
berbisik

1)      Tolong ayah asah pisau itu setajam tajamnya agar peristiwa
penyemblihan itu berlangsung dengan cepat

2)      Tolong ayah ikat kaki dan tanganku agar ayah tidak melihat aku
menggelepar sewaktu pengurbanan itu.

3)      Selesai penyembelihan itu tentu bajuku ini berlumuran darah,
tolong berikan baju yang berlumuran darah ini kepada ibuku, agar ibu
tahu anaknya telah berbakti kepada orang tuanya.

 

Baik anakku kata Ibrahim, sambil menggenggam jemari dan membimbing
anaknya.

Namun sebagai sebagai ayah, ternyata Ibrahim tidak tega. Sewaktu pisau
yang tajam itu menempel dileher anaknya, Ibrahim melengos..saat itulah
ALLAH mengganti Ismail dengan kibas. Cukup Ibrahim..pengorbananmu
diterima "bukan darahnya bukan dagingnya dan bukan bulunya yang sampai
kepada Allah tetapi adalah nilai Taqwanya nabi Ismail yang membantu
ayahnya Ibrahim mendirikan Ka'bah .

Bukan hanya itu dikalangkannya lehernya dan dibiarkannya dirinya yang
akan dikorbankan.

 

Peristiwa itu membayang lagi, makanya dada ini bergoncang lagi ketika
akan sholat di hijir Ismail dan airmatapun mengalir saya terisak menahan
sendu.

Saputangan basah oleh airmata dan bajupun basah oleh keringat, baru
terasa bahwa matahari sungguh terik. Kami mencari perlindungan dan
tempat yang dingin saya antar isteri ke tempat perempuan dan saya
mencari-cari luangan lain untuk tempat duduk dan melepas lelah.

 

Saya terhampar kesebuah tempat yang ada Al Qur'an dan justru Qur'an
terjemahan bahasa Indonesia yang dicetak dan diwakafkan oleh almarhum
Raja Fahd dari percetakan Mushaf Al Karim Malik Fahd di Madinah Al
Munawarah. Sungguh berkualitas dengan kertas yang sangat bagus dengan
tulisan yang sangat jelas. Kita tak akan bisa mencari Qur'an ini di
pasar-pasar.

Asyik saya membacanya karena bagus sekali bacaan dan sangat dibutuhkan,
sehingga tanpa saya sadari disekililing saya banyak orang berpakaian
melayu.

Ternyata orang-orang disekitar tempat itu dipindahkan oleh petugas
keamanan mesjid.

Baru saya tahu ketika semua berdiri tapi petugas disana mengatakan kalau
bapak mau duduk silahkan nggak apa-apa mereka tak mau mengganggu orang
yang sedang membaca Alqur'an.

Saya dibiarkan saja tetap duduk disitu tidak disuruhnya hengkang dari
sana.

 

Masuklah putri dan pangeran beserta rombongan. Ketika semua duduk saya
diapit oleh yang tertua disebelah kiri saya pak Jakfaruddin ketua
rombongan dari Kerajaan Brunei Darussalam dan disebelah kanan saya pak
Jabaruddin duta besar Brunei Darussalam di Saudi Arabia.

Kedua beliau ini baik dan ramah sambil berkata "Brunei itu makmur dan
banyak rezeki karena penduduknya menjalankan agama dengan baik"

Memang saya saksikan raja mengirim anak-anaknya dibulan Ramadhan ini
untuk mendalami dan mengamalkan syariat Islam.

 

Benar kata saya dalam hati, bila hamba NYA menjalankan perintah NYA
dengan benar ALLAH akan datangkan rezeki dari tempat yang tidak
diduga-duga.

Saya perhatikan semua anak raja itu sederhana sekali, namun kulitnya
bersih seperti orang Indonesia. Saya tetap saya asyik membaca AlQur'an
karena inilah waktu yang saya yang terbaik di Masjidil Haram untuk
memahami. Detik-detik sebelum berbuka puasa saya dengar suara halus
dibelakang tabir mengucapkan "Assalamua'laikum" kali yang kedua baru
bisa saya jawab "Alaikumsalam" pak ini perbukaan silahkan dimakan
katanya.

 

Betapa terkejutnya saya, putri raja yang peduli dengan lingkungan. Saya
terima pemberiannya sambil mengucapkan terima kasih, rupanya ada rezeki
saya ditangan sang putri. Dengan menyebut nama NYA dan bersyukur
"ALLAHUMMA LAKASHAUMTU WA BIKA IMANTU WA ALA RIZKIKA AFTARTU" kue yang
saya makan hari itu sangat lezatnya. Terimakasih ya ALLAH terima kasih
sang putri saya nikmati penganan itu dan saya bagi-bagi dan setengahnya
saya bungkus saya berikan untuk isteri saya. Rupanya ada rezeki kita
ditangan sang putri.

 

Ketika mereka meninggalkan tempat saya, saya sampaikan hormat dan terima
kasih, dibalasnya dengan senyum, senyum yang ikhlas, senyumnya Masjidil
Haram.

Terima kasih raja Brunei, anda telah berikan contoh dan suri tauladan
yang sangat baik.

Izinkan saya saya untuk mencontoh bahwa mendidik anak kirim mereka
kesini ke masjidil haram.

Itulah saat saya merasa lapang dan bahagia sekali

Biasanya sholat di Masjidil Haram berdesakan dan berimpit2an. Baru kali
ini saya merasa lega dan nyaman sekali didekat pak Jabaruddin. Terima
kasih ya Allah terima kasih sang putri raja.

 

Masjidil Haram 23 September 2008.

 


 





--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke