Dari SUARA PEMBARUAN DAILY 4 September 2008 kita baca:
________________________________
Tentang Hubungan RI-Australia
catatan jakarta
Sabam Siagian
BC ("Australia Network") selama tiga Selasa malam berturut-turut (16, 23, dan
30 September 2008) menayangkan laporan dokumenter hubungan Republik Indonesia
dan Australia. Setiap tayangan berdurasi selama satu jam dengan beberapa pesan
sponsor.
Redaktur senior yang menangani keseluruhan proyek ini adalah Richard Carlton,
pernah menjadi wartawan ABC (Radio Australia) di Jakarta, pada tahap awal Orde
Baru. Ia manfaatkan jaringan teman-temannya dan berhasil mewawancarai mantan
Menlu Ali Alatas (sekarang Ketua Dewan Pertimbangan Presiden), Letjen
(Purnawirawan) Hendropriyono (mantan Kepala Badan Intelijen Negara-BIN), Dino
Djalal (Juru Bicara Presiden), dan penulis kolom ini. Di pihak Australia,
antara lain diwawancarai mantan perdana menteri Paul Keating, diplomat kawakan
Richard Woolcott (pernah bertugas sebagai Dubes Australia di Jakarta), Murray
Clapham (sempat menjadi diplomat Australia di Jakarta pada awal Orde Baru
kemudian tekun sebagai pengikut ajaran Pak Subud, akhir-akhir ini, sibuk
mondar-mandir antara Melbourne dan Jakarta, karena keterlibatannya di sebuah
perusahaan pertambangan di Kalimantan).
Laporan dokumenter ini sebenarnya sudah lama dipersiapkan untuk sebuah pemancar
TV Australia, tapi akhirnya ditayangkan oleh ABC TV yang memiliki jangkauan
lebih luas, baik di dalam negeri maupun terutama di luar Australia.
................. dst ...... silakan lihat di
http://www.suarapembaruan.com/News/2008/10/04/Editor/edit02.htm
..................
Karena Rantaunet akhir-akhir ini tampaknya menasional, barangkali baik juga
sekali-sekali kita menginternasional. Kutipan di atas merupakan satu variasi
perluasan pandangan.
Sementara itu tentunya kita berharap inti Rantaunet tetap meMinang tetap
merasuk berbasis mengarah ke Kampung Halaman dengan memelihara keunikan Budaya
dan berkomunikasi dengan Bahasa Minang. Kalau tidak, keunikan Rantaunet akan
hilang, akan berbau sebagai atau menjadi salah satu mailing list Indonesia umum
yang banyak saja. Tendensi itu dalam jangka panjang akan menciutkan, mungkin
memudarkan pandangan uniknya Budaya Minang. Semoga Keunikan Rantaunet tetap
terpelihara.
Salam,
Sjamsir Sjarif
www.usindo.net/hambo
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---