Home / Seni /
Doa Seorang Warga Negara Menjelang Lebaran
Kompas, Minggu, 5 Oktober 2008 | 01:34 WIB
Noorca M Massardi
Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, sudah 63 tahun negeri ini
menyatakan dirinya bebas merdeka dari para penjajah. Sudah ratusan tahun pula
rakyat negeri ini merayakan hari-hari suci yang merupakan puncak-puncak
pencerahan rohani, hari yang membebaskan diri dari segala dosa, sesuai
agama-agama yang telah Engkau firmankan. Tapi mengapakah kondisi bangsa ini
semakin hari kian terpuruk, bertambah nelangsa dan kehilangan harga diri,
sehingga nyawa pun seolah tiada berguna?
Ya Allah Yang Maha Bijaksana, Engkau telah berikan segala macam isyarat dan
tanda-tanda, Engkau telah tampakkan pelbagai gejala dan bencana, Engkau telah
tunjukkan betapa maha besarnya kekuasaan-Mu di muka bumi dan alam semesta ini,
tapi mengapakah Engkau belum juga memberikan seorang pemimpin sejati yang mampu
mengentaskan bangsa kami dari segala derita dan nestapa ini?
Ya Allah Yang Maha Mengetahui, berikanlah kiranya kepada kami petunjuk yang
nyata dari-Mu agar seluruh rakyat dan bangsa ini, agar seluruh lapisan
masyarakat, semua suku bangsa, ras, golongan, dan para pemeluk agama di negeri
ini mampu membaca dan memahami aneka isyarat dan pertanda yang telah Engkau
berikan, agar negeri yang telah lama dinistakan, ditindas, disengsarakan,
diabaikan, dan diperalat oleh para pemimpinnya selama ini, bisa segera eling
dan waspada.
Ya Allah Yang Maha Pemurah, berikanlah kiranya kepada kami seorang pemimpin,
cukup satu orang saja, tidak kurang dan tidak lebih. Seorang pemimpin yang
mampu memberikan teladan sedikit saja akan kebajikan, kebaikan, kesederhanaan,
keprihatinan, dan keadilannya, kepada rakyat yang dipimpinnya. Berikanlah
kepada kami seorang pemimpin yang memiliki sekeping hati nurani, agar ia bisa
merasakan dan memiliki empati, sehingga ia tidak terlena oleh sihir kekuasaan
yang dimilikinya, yang sadar bahwa rakyat negeri ini sudah sungguh-sungguh
menderita, dan tidak tahu lagi harus mengais rezeki dari mana dan dengan cara
apa dan bagaimana, agar mereka bisa mempertahankan kehidupan dan penghidupan
bagi diri dan keluarganya. Berikanlah kepada kami seorang pemimpin yang mampu
merasakan betapa nelangsanya hidup sesudah dan di tengah bencana alam, betapa
sengsaranya setiap detik harus mempertahankan diri dan hidup berkubang di dalam
lumpur yang senyata-nyatanya, lumpur yang bukan metaforik,
lumpur yang telah menenggelamkan harta benda dan segala milik warganya.
Berikanlah kepada kami seorang pemimpin yang mampu menurunkan biaya hidup, dan
meningkatkan daya beli, agar harga diri dan martabat kami tidak terus menerus
dihinakan, dan nilai-nilai kemanusiaan kami dilecehkan setiap kali kami harus
berebut dana bantuan langsung tunai dan berburu zakat fitrah yang tak seberapa,
tapi harus mengorbankan nyawa kami yang semurah-murahnya dan sebanyak-banyaknya.
Ya Allah Yang Maha Mulia, berikanlah kiranya kepada kami seorang pemimpin,
cukup satu orang saja, tidak kurang dan tidak lebih, seorang pemimpin yang
tegar dan tegas namun tetap memiliki rasa iba, tanggung jawab, dan kepedulian
kepada rakyatnya, sehingga ia tidak hanya mampu mengumbar kata dan pesona,
namun mampu juga menggerakkan seluruh aparat pemerintahannya, untuk memberikan
pengamanan, keamanan, kenyamanan, dan ketenteraman kepada seluruh rakyatnya,
baik saat mereka hendak menunaikan ibadahnya, saat hendak melakukan silaturahim
dengan sanak saudaranya, saat hendak menikmati pemandangan kampung halaman
tanah kelahirannya, saat hendak berbagi zakat dan rezeki dengan masyarakat
sekitarnya yang amat membutuhkan, saat hendak mencari nafkah, saat hendak
mencari sekolah, saat hendak menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan
secara turun temurun, saat hendak mengungkapkan apa yang ada di dalam hati,
pikiran, dan cita-citanya. Sehingga pemimpin yang Engkau berikan
kepada kami itu tidak akan lagi bersikap acuh tak acuh, tidak peduli, dan
tidak mau bertanggung jawab sedikit pun atas aneka kekejaman, penganiayaan,
pembunuhan, pelecehan, kecelakaan, dan kesengsaraan serta kemiskinan yang
diderita rakyatnya setiap hari, sampai-sampai sebagian dari saudara-saudara
kami sebangsa telah nyata-nyata terbawa ke dalam kekufuran dan kebiadaban,
hanya untuk sekadar bisa hidup dan mempertahankan kehidupan diri dan keluarga
serta masyarakat lingkungannya, seolah negeri ini tidak dipimpin oleh
siapa-siapa.
Ya Allah Yang Maha Adil, sampai kapankah Engkau akan membiarkan bangsa dan
negeri ini dijual tanahnya, airnya, hutannya, kekayaan alam, tambang, dan
lautannya, kekayaan intelektualnya, keindahan dan pesonanya, kekayaan
perusahaannya, kepemilikan sahamnya, kebijakan ekonominya, politiknya,
hukumnya, perdagangannya, keamanan negerinya, sawah, ladang, dan perkebunannya
kepada bangsa-bangsa dan para pengusaha asing. Sehingga bangsa dan negeri ini
sudah tidak punya apa-apa lagi untuk masa depan anak-anak dan cucu kami.
Padahal semua itu adalah anugerah yang telah Engkau rahmatkan kepada bangsa dan
rakyat negeri ini. Sehingga kini kami tidak punya harga diri dan martabat lagi
di mata bangsa-bangsa dan negeri lain.
Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kalau memang Engkau akan dan ingin
membiarkan semua itu terjadi karena kami dan para pemimpin kami baik yang
dahulu maupun yang sekarang, tidak pernah mengingat akan diri-Mu, tidak pernah
memedulikan kebaikan yang telah Engkau limpahkan selama ini, kami mohon ampun
dan kami sungguh bertobat. Tapi pertobatan kami itu tidak akan pernah cukup
berarti, selama Engkau juga tidak memberikan kepada kami seorang pemimpin,
cukup satu orang saja, tidak kurang dan tidak lebih, yang punya visi jauh ke
depan, yang lebih mementingkan rakyat dan umatnya ketimbang dirinya, istrinya,
anak- anaknya, keluarga besarnya, sanak kerabatnya, partai politiknya, sukunya,
golongannya, dan agamanya.
Ya Allah Yang Maha Pengampun, berikanlah kepada kami kesempatan satu kali
lagi untuk sungguh-sungguh memilih seorang pemimpin sejati, yang tulus dan
ikhlas bertekad menjadi khalifah-Mu di bumi tercinta ini, yang setiap kata,
perbuatan, dan kinerjanya diputuskan dan dijalankan semata-mata berdasarkan
firman dan amanah-Mu, yang semata-mata bekerja untuk kebaikan rakyat dan
umatnya, agar mereka senantiasa bersyukur, sehingga kami bisa hidup dalam
kepastian, bisa memiliki harapan akan usaha, pendidikan, pekerjaan, dan masa
depan yang lebih baik, bisa saling menghormati perbedaan yang telah Engkau
rahmatkan, dan bisa membangun serta mengambil dan membeli kembali seluruh harta
kekayaan, hak, martabat, dan harga diri kami, yang telah dijual dan digadaikan
para pemimpin kami kepada bangsa dan negara lain.
Ya Allah seru sekalian alam, kami tidak tahu lagi apa yang harus kami minta
dari-Mu karena terus terang kami sungguh-sungguh merasa malu dan seolah tidak
pernah bersyukur. Padahal, selama ini Engkau tidak putus-putusnya memberikan
segala kenikmatan kepada 270 juta rakyat kami ini. Tapi kabulkanlah kiranya
permintaan terakhir kami yang tidak seberapa ini: Berikanlah kepada kami
seorang pemimpin, cukup satu orang saja, yang secara ksatria mau dan rela
bertanggung jawab atas segala sesuatu yang sudah dan akan terjadi di negeri
ini, yang punya kalbu, akal, pikiran, dan pandangan jauh ke depan, yang mau
mengorbankan diri, keluarganya, bahkan nyawanya, untuk kemaslahatan seluruh
rakyat dan negeri ini, tidak kurang dan tidak lebih.
Tapi kalau permintaan ini pun tidak Engkau kabulkan, maka berikanlah kepada
kami satu Tuhan, satu Allah SWT, Yang Maha Esa, Yang Maha Pengasih, dan Maha
Penyayang kepada bangsa dan negeri ini. Ampunilah kiranya permohonan kami yang
terakhir ini, ya Allah. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar
walillahilham…!?
Noorca M Massardi Pengarang dan Pewarta Tinggal di Jakarta
---------------------------------
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---