Urang Bagak?

Apo indak mangkuih Budaya Lampang-Malampang nan baru-baru ko 
dikatangahkan? 

Rasonyo di Lapau ko ado "Urang Bagak Baladiang", dimaa baliau kini?
Rancak dimintak pandapeknyo... :)

--Nyit Sungut


--- In [EMAIL PROTECTED], ardian hamdani <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Sangat menarik sekali ketika membaca topik ini..
>  
> Di satu sisi, warga dihimbau untuk taat membayar retribusi parkir, 
pajak dan iuran lainnya, namun sangat paradoks dengan 'pembiaran' 
yang dilakukan oleh Pemkot setempat atas ketidaknyamanan yang 
dilakukan warga atau oknum parat yang ada..
>  
> Jika 'orang bagak' dimaksud akan menyetor uang takuiknya kepada 
oknum aparat dinas setempat, maka ini merupakan suatu kesalahan dan 
keteledoran perbuatan suap yang berkembang..
>  
> Pengalaman lain, banyak taksi di Padang yang tidak memakai argo, 
untuk misal naik dari kantor Pos ke kantor Telkom  Jl. Imam Bonjol, 
supir taksi meminta harga Rp. 20 ribu, dan nego menjadi Rp.15.ribu, 
padahal sangat dekat, itupun menaikinya karena keperluan mendesak 
karena hujan yang sangat lebat yang tidak memungkinkan berjalan kaki.
>  
> Atau satu lagi, ongkos taksi dari Korem di Jl Sudirman menuju SMA 
2 Padang, dengan salamak paruiknyo di bilang Rp. 20 ribu juga...
>  
> sungguh berbeda dengan kota-kota lain, dengan armada taksi yang 
tetap setia dengan memakai argo..
>  
> Dalam hati saya berbisik : "Pantasan kota tempat kelahiranku tidak 
pernah berubah dan maju seperti kota-kota lain, karena Pemerintahnya 
tidak pernah mau tahu dengan permasalahan ini..."
> 
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: Andrinof A Chaniago <[EMAIL PROTECTED]>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Kamis, 9 Oktober, 2008 12:15:36
> Topik: [EMAIL PROTECTED] Re: 'Urang Bagak' Kuasai Parkir Jam Gadang
> 
> Masalah ini sudah terjadi bertahun-tahun. Yang diceritakan dibawah 
bahkan belum lengkap kalau digali lebih jauh. Misalnya, tukang 
parkir preman itu meminta pengemudi kendaraan mengembalikan karcis 
parkir kepadanya dan menggunakan karcis bekas itu untuk pengemudi 
kendaraan lainnya lagi.
> Ini adalah tanda bahwa Pemkot tidak berfungsi dalam memberi 
pelayanan dan memajukan perekonomian daerah yang dipimpinnya.
> 
> Salam,
> 
> Andrinof A Chaniago (46, Depok)
> 
> On Wed, Oct 8, 2008 at 8:19 PM, Harman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> lah bamacet - macet ria berjam - jam tibo di bukitinggi, mukasuik 
ka malapeh panek
> eh malah palak parkir nan indak wajar.
> 
> wassalam,
> harman St. Idris-36 (koto)
> 
> 'Urang Bagak' Kuasai Parkir Jam Gadang  
> Kamis, 09 Oktober 2008  



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke