Sangat menarik sekali ketika membaca topik ini.. Di satu sisi, warga dihimbau untuk taat membayar retribusi parkir, pajak dan iuran lainnya, namun sangat paradoks dengan 'pembiaran' yang dilakukan oleh Pemkot setempat atas ketidaknyamanan yang dilakukan warga atau oknum parat yang ada.. Jika 'orang bagak' dimaksud akan menyetor uang takuiknya kepada oknum aparat dinas setempat, maka ini merupakan suatu kesalahan dan keteledoran perbuatan suap yang berkembang.. Pengalaman lain, banyak taksi di Padang yang tidak memakai argo, untuk misal naik dari kantor Pos ke kantor Telkom Jl. Imam Bonjol, supir taksi meminta harga Rp. 20 ribu, dan nego menjadi Rp.15.ribu, padahal sangat dekat, itupun menaikinya karena keperluan mendesak karena hujan yang sangat lebat yang tidak memungkinkan berjalan kaki. Atau satu lagi, ongkos taksi dari Korem di Jl Sudirman menuju SMA 2 Padang, dengan salamak paruiknyo di bilang Rp. 20 ribu juga... sungguh berbeda dengan kota-kota lain, dengan armada taksi yang tetap setia dengan memakai argo.. Dalam hati saya berbisik : "Pantasan kota tempat kelahiranku tidak pernah berubah dan maju seperti kota-kota lain, karena Pemerintahnya tidak pernah mau tahu dengan permasalahan ini..."
----- Pesan Asli ---- Dari: Andrinof A Chaniago <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kamis, 9 Oktober, 2008 12:15:36 Topik: [EMAIL PROTECTED] Re: 'Urang Bagak' Kuasai Parkir Jam Gadang Masalah ini sudah terjadi bertahun-tahun. Yang diceritakan dibawah bahkan belum lengkap kalau digali lebih jauh. Misalnya, tukang parkir preman itu meminta pengemudi kendaraan mengembalikan karcis parkir kepadanya dan menggunakan karcis bekas itu untuk pengemudi kendaraan lainnya lagi. Ini adalah tanda bahwa Pemkot tidak berfungsi dalam memberi pelayanan dan memajukan perekonomian daerah yang dipimpinnya. Salam, Andrinof A Chaniago (46, Depok) On Wed, Oct 8, 2008 at 8:19 PM, Harman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: lah bamacet - macet ria berjam - jam tibo di bukitinggi, mukasuik ka malapeh panek eh malah palak parkir nan indak wajar. wassalam, harman St. Idris-36 (koto) 'Urang Bagak' Kuasai Parkir Jam Gadang Kamis, 09 Oktober 2008 Bukittinggi-Areal parkir di kawasan Jam Gadang, Bukittinggi dikuasai oleh urang bagak, sehingga tarif parkir dipungut sesuka hatinya. Padahal tarif parkir yang resmi sesuai Perda hanya Rp500, untuk sepeda motor. Tapi kenyataannya di lapangan dipungut melebihi dari ketentuan yakni Rp2.000. Ini sudah melangar aturan yang ditetapkan Pemko Bukittinggi dan harus ditertibkan secepatnya, karena bisa merusak citra kota wisata itu. Bagi pengendara dipungut Rp1.00 satu kendaraan tidak jadi masa¬lah, tapi jangan kelewatan batas, karena bisa merusak objek wisata Jam Gadang yang ikonnya Kota Bukittinggi, kata Zulnadi, pengendara sepeda motor, kepada Singgalang, beberapa hari lalu. Anehnya, kata warga Pasaman ini, tarif parkir biasanya dipungut Rp1.000, tapi oleh petugas parkir di kawasan Jam Gadang tetap saja dipungut Rp2.000. "Bagaimana pula ini, ini bisa merusak citra Kota Bukittinggi yang terkenal dengan objek wisatanya," katanya lagi. Selain itu, petugas parkir juga tidak mengantongi karcis resmi dan tidak memakai pakaian resmi. Seharusnya sebagai objek wisata terkenal, di kawasan Jam Gadang itu, parkir kendaraannya harus punya karcis, sehingga jelas pendapatan hasil daerah. Menurut dia, perbuatan 'oknum' harus 'dibasmi' sehingga tidak merusak citra kota berhawa sejuk itu dengan melakukan penertiban oleh Pemko Bukittinggi, jika tidak citra Bukittinggi akan buruk di mata pengunjung gara-gara ulah urang bagak itu. Untuk itu ia mengharapkan pada Pemko agar menjaga nama objek wisata Jam Gadang, karena akibat ulah segelintir orang, tempat itu tidak dikunjungi orang lagi, karena masih banyak objek wisata di Kota Bukittinggi. Salah seorang petugas parkir ketika ditanya Singgalang, ia mengaku hanya menyalankan tugas saja, karena yang menetapkan tarif parkir Rp2.000 untuk sepeda motor ada orang-orang tertentu yang menguasai kawasan Jam Gadang tersebut. "Awak hanya manjalankan tugas pak, dan memungut Rp2.000 per kendaraan," ujar salah seorang petugas parkir di sekitar Jam Gadang itu yang enggan identitasnya diapungkan di koran. ___________________________________________________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
