Waalaikumsalam w.w. Sanak Zulkarnain Kahar, Saran ini konkrit sekali. Terima kasih. Akan saya forward ke sanak saudara dan anak-anak saya. Khususnya bagian ini: Jangan berhutang, hindari pembelian yang tidak penting dan mulailah menghitung cadangan pribadi kita. Berhemat adalah hal yang harus dilakukan. Malah ada teman chating saya anjurkan untuk mulai mengoleksi batangan emas 999, tunda dulu investasi anda. Itulah yang saya sarankan pada beberapa teman pada saat harga minyak menyentuh 130 US perbarel diawal tahun ini. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
----- Original Message ---- From: Zulkarnain Kahar <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, October 9, 2008 6:48:57 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Mohon nasehat para ekonomi, apa yang perlu diperbuat. Assalamualaikum ww. Pak Saaf yang mulai ketar ketir dengan bombardir berita finansial ini sememtara yang seharusnya bertindak orang orang besar dijajaran kabinet malah adem adem saja. // Jangan berhutang, hindari pembelian yang tidak penting dan mulailah menghitung cadangan pribadi kita. Berhemat adalah hal yang harus dilakukan. Malah ada teman chating saya anjurkan untuk mulai mengoleksi batangan emas 999, tunda dulu investasi anda. Itulah yang saya sarankan pada beberapa teman pada saat harga minyak menyentuh 130 US perbarel diawal tahun ini. “Bang” pada saat harga saham perusahaan besar di Wall street mulai menari. Indonesia masih tenang tenang saja. Hampir semua pakar berkata kita tidak apa apa. Sesuai dengan prinsip dasar kita” kalau belum kena belum tahu“ yang seharusnya mereka adalah mulai menginventarisasi milik kita dan bersiap untuk menghadapi kemungkinan terbawa rontok karena kita bukan hidup dalam ruang isolasi. Buntutnya kemarin BEJ berhenti beroperasi dan semua pentinggi baru sibuk mngevaluasi. Bagi perusahaan2 besar yang berjalan dengan pinjaman bank mulai tertatih tatih karana Bank sendiri kesulitan dengan likuiditasnya. Pinjaman sesama bank yang selama ini lancar mulai tersangkut. Perusahaan2 daerah yang selama ini memaksa ingin punya saham dengan modal utang dari bank akan berhitung ulang berapa bunga yang akan dibayar, lebih celaka lagi karena bank tidak mampu meberi pinjaman baru. Kalau pinjaman baru tidak dapat Operasi perusahaan mulai goyang dan saham yang dipajang di BEJ mulai merosot tajam harganya apalagi kalau perusahaan2 yang berjalan dengan gaya gali lobang tutup lobang. Kerena hampir semua transaksi kini dilakukan secara elektronic. Tak dibutuhkan waktu lama untuk melihat jatuhnya perusahaan tersebut. Saya pegawai negeri kata seorang kawan, saya akan aman saja) siapa bilang, gaji PNS kan dibayar dari pajak dan utang luarnegeri. Nah kalau pajak berkurang dan utang baru sangkut apa anda masih bisa terima gaji bulan depan? Saya dosen, tak ada urusan dengan bank. Siapa bilang kalau mahasiswa anda tak sanggup bayar karena bapaknya di PHK apa ada jaminan anda akan kekampus besok lusa Saya kan jauh diluar negeri hidup dengan beasiswa yang teratur setiap bulan. Siapa bilang anda juga akan kena suruh pulang ekonomi negara tempat anda belajar sedang dilanda musibah juga muncul pula peraturan baru lokal first. Sayakan tukang parkir, tak ada urusan dengan BEJ. Siapa bilang kalau orang yang parkir bukannya memberi anda uang tapi tinju yang anda dapat. Intinya siapapun anda dan dimanapun anda akan merasakan impact dari petaka finasial ini. Dari pada saling menghujat dan menyalahkan adalah lebih baik berdiri bersama memikul beban yang akan datang pada kita semua. Berhemat dan menahan selera serakah kita adalah salah satu yang dapat dilakukan rakyat badarai. Wassalam ZK http://zkahara.wordpress.com/ Male - 50th kalau lurus jalan ke maninjau you must be in the wrong state.... --- On Thu, 10/9/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [EMAIL PROTECTED] Mohon nasehat para ekonomi, apa yang perlu > diperbuat. > To: "Rantau Net" <[email protected]> > Date: Thursday, October 9, 2008, 6:34 AM > Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, > Sambil terus 'berminang-minang', rasanya > kita perlu pencerahan mengenai apa yang aseharusnya kita > perbuat menghadapi kemungkinan terjadinya krisis ekonomi > yang mungkin sama atau lebih hebat dari krisis 1997, yang > sampai sekarang belum sepenuhnya kita atasi. > Apa nasehat para ekonom di RN ini ? > Sekedar sebagai tambahan masukan, saya posting dua artikel > Detik.com yang cukup merisaukan saya. > > Wassalam, > Saafroedin Bahar > (L, masuk 72 th, Jakarta) > Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]; > [EMAIL PROTECTED] > > > Rabu, 08/10/2008 20:37 WIB > IMF: Dunia Hadapi Guncangan Finansial Paling Berbahaya > Nurul Qomariyah- detikFinance > > > > Foto: Reuters > Washington- Perekonomian dunia melemah dengan cepat yang > dipicu oleh guncangan sektor finansial paling berbahaya > serta masih tingginya harga komoditas. Sejumlah negara kini > benar-benar bergerak menuju resesi. > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
